Art Therapy Center Berikan Pendidikan Seni untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Art Therapy Center Berikan Pendidikan Seni untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Art Therapy Center Berikan Pendidikan Seni untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Art Therapy Center Berikan Pendidikan Seni untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Berbicara Pendidikan di Indonesia, baik itu pendidikan reguler maupun khusus,

telah berkembang dengan pesat. Kemajuan yang terus berjalan dalam dunia pendidikan, terutama di dunia pendidikan khusus, mendorong setiap individu yang terlibat agar dapat terus berinovasi untuk mengoptimalkan potensi dan keunikan dari tiap peserta didik.

Dalam perkembangannya, salah satu bentuk inovasi yang telah dilakukan dalam pendidikan untuk peserta didik berkebutuhan khusus dengan menerapkan terapi seni atau Art Therapy Center yang dimiliki oleh Universitas Widyatama.

Ketua Art Theraphy Center Universitas Widyatama Anne Nurfarina menjelaskan Art Therapy

merupakan alternatif dari sebuah terapi yang dapat membantu anak berkebutuhan khusus yang mengalami hambatan dalam perkembangannya. Hambatan perkembangan ini meliputi perkembangan fisik, emosi, kondisi mental, dan perilaku.

“Terapi ini didesain agar dapat mengoptimalkan kekuatan dan keunikan yang dimiliki tiap anak,” kata Anne kepada RMOLJabar, Kamis (14/12).

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa terapi seni dapat meningkatkan kemampuan motorik, meningkatkan konsentrasi/fokus, dan menstabilkan emosi. Terutama jika terapi ini dilakukan di lingkungan yang membuat anak merasa relaks dan aman.

Anne mengungkapkan Art Therapy melibatkan media seni, gambar, proses kreatif,

serta menghormati tanggapan pasien/klien untuk karya yang dibuat sebagai sebuah refleksi dari pengembangan, kemampuan, kepribadian, minat, keprihatinan dan konflik. Terapi ini mendamaikan konflik emosional, membina kesadaran sendiri, mengembangkan keterampilan sosial, perilaku mengelola, memecahkan masalah, mengurangi kecemasan, membantu orientasi realitas dan meningkatkan harga diri.

Pada pelaksanaannya di lapangan, ditemukan bahwa pengertian Art Therapy bergeser menjadi sebuah kursus seni. Dimana pada saat proses terapi berlangsung, klien hanya menggambar atau melukis saja, hampir sama seperti kegiatan kursus pada umumnya.

Berangkat dari fenomena tersebut maka Art Therapy Center Widyatama membuat sebuah inovasi dengan memberikan pelayanan terapi seni menggunakan metode sensasi yang merujuk pada stimulus natural yang muncul dari tiap individu peserta didik berkebutuhan khusus.

“Stimulus natural ini dapat bersifat visual, audio dan atau kinetik yang kemudian dilanjutkan dengan proses pemberian treatment melalui seni sehingga pada akhirnya akan berubah menjadi stimulus bentukan yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif, skill, dan behavior dari peserta didik,” jelas Anne.

Kesenjangan antara teori Art Therapy dengan praktik yang berbeda inilah maka dibutuhkan kejelasan tentang bagaimanakah seharusnya Art Therapy ini dilakukan agar dalam pelaksanaannya dapat mengoptimalkan potensi dari peserta didik berkebutuhan khusus.

“Untuk itu dibutuhkan pembatasan yang jelas, yaitu: Definisi Art Therapy, Kaidah Art Therapy dan istem Art Therapy,” katanya.

Melalui seminar nasional bertema Art Theraphy diharapkan dapat memperoleh definisi, kaidah, dan sistem pelaksanaan Art Therapy untuk membangun behaviour dasar serta bakat dan potensi peserta didik berkebutuhan khusus.

Anne menambahkan kegiatan yang akan dilaksanakan berupa seminar ini membahas mengenai humanitas kreativitas, psikologi seni, dan metode sensasi. Selanjutnya, pada sesi kedua akan dibahas mengenai asesmen anak berkebutuhan khusus usia dini, psikologi anak berkebutuhan khusus, dan art therapy.

“Kedua sesi ini akan diakhiri dengan pembacaan hasil diskusi berupa kesepakatan mengenai definisi Art Therapy, Kaidah Art Therapy, dan Sistem Art Therapy,” ujarnya

 

Sumber :

https://s.id/67tki