Budidaya Tanaman Bunga Krisan

Budidaya Tanaman Bunga Krisan

Budidaya Tanaman Bunga Krisan

Budidaya Tanaman Bunga Krisan

Persiapan Lahan

  • Pengecekan pH
  • Bila hasil pengecekan pH tanah rendah :
    –  Kapur                       : 100 -200 kg / 500 m2
    –  pH yang ingin dicapai kisaran 5,8 – 6,5.
  • Penambahan Bahan Organik  dengan :
    –  Pupuk Kandang      : 6 – 8 m3/ 500m2
    –  Sabut Kelapa          : 70 – 100 karung (7 m3) / 500m2
    –  Sekam Padi             : 70 – 100 karung (7 m3) / 500 m2
    –  Kapur                      : 100 -200 kg / 500 m2
    –  Bagas tebu (ampas tebu)
    –  Pupuk hijau
  • Pembajakan atau Penggarpuan:
    –  Bajak I  (Garpu)
    –  Bajak II (Garpu)
  • Pengolahan lahan ( rotari )
  • Bila secara visual banyak tanaman yang kena penyakit dilakukan “sterilisasi”  dengan :
    –  Bahan kimia : Basamid (dazomet), Nufam
    –  Istirahat lahan 3 – 4 minggu
    –  Perendaman
    –  Pemanasan (steaming)
    –  Formalin untuk bagian atas
  • Proses sterilisasi dengan bahan kimia sama seperti pada Persiapan Lahan untuk Tanaman Induk
  • Pasang drip irigasi
  • Pasang  jaring
  • Angkat tanah antar bedengan/ bedengan ditinggikan
  • Rapihkan bedengan,Cek drip irigasi & springkle/irigasi curah

Penanaman 

  • Siram basah sebelum tanam
  • Penanaman dengan kerapatan 64 tan./m2 (musim hujan) dan 72 – 80 tan./m2 (kemarau).
  • Pemasangan pola & tanda varietas
  • Seleksi bibit di Nursery : Hanya bibit krisan yang bervigour baik, berakar baik, bebas hama dan penyakit (HPT) yang dipilih.
  • Waktu penanaman dilakukan pada saat cuaca tidak panas atau sore hari

  
PEMELIHARAAN

Penyiraman

  • Segera setelah tanam, dilakukan penyiraman dengan overhead irigasi atau gembor
  • Minggu I  : setiap pagi disiram dengan cara seperti di atas
  • Minggu II dan berikutnya : disiram 2 – 3 hari sekali dengan cara overhead selama daun belum saling menutupi.
  • Bila daun sudah saling menutupi penyiraman dilakukan dengan drip irigasi

PENYINARAN TAMBAHAN :

  • Penyinaran tambahan untuk tipe spray 4 minggu, dan tipe standar 5 minggu.
  • Penyinaran diberikan segera setelah tanam selama 4 jam secara cyclic pada malam hari dari pukul 22.00 sampai pukul 02.00.

PEMUPUKAN :

  • Pemupukan
    –  Pola EC.      EC air & pupuk = 1
    –  Pola ppm
  • Pemupukan fase vegetatif  : (1200 ltr air/500m2)
    –  CaNO3         : 1130 gram
    –  KNO3           : 1620 gram
    –  MgSO4         :   470 gram
  • Pemupukan Fase generatif : (1200 ltr air/500m2)
  • Pemupukan dimulai umur 7 MST :
    –  CaNO3         : 940 gram
    –  KNO3           : 1790 gram
    –  KH2PO4       : 450 gram
    –  Urea             : 190 gram
  • Pemupukan dihentikan setelah bunga pertama telah memperlihatkan warna dan hanya diberikan air.

PENYIANGAN :

  • Penyiangan terhadap gulma (rerumputan) setiap saat biasanya dilakukan 1 – 2 minggu sekali, tergantung kondisi rumput.
  • Penyiangan dihentikan bila tanaman sudah saling menutupi, sehingga gulma tidak dominan lagi.

PEMASANGAN SUPPORT

  • Pemasangan Support/tiang penyangga jaring danmenopang tanaman dilakukan 3 minggu setelah tanam.

MENAIKAN JARING :

  • Penaikan jaring dimulai pada umur tanaman 4 MST, berikutnya umur 5,6,7,8,9 MST dan 10 MST. Menaikkan jaring sampai batas tertentu saja sehingga batang di bawah dan diatas jaring tidak bengkok dan tidak terlalu tinggi dan tidak menyulitkan pemanenan.
  • Dalam menaikkan jaring ini dibantu dengan support (tiang kecil)

PEMBERIAN HORMON PENGATUR TUMBUH (ZPT)

  • Pemberian hormon ZPT (Alar) diberikan 2 kali selama masa penanaman : umur 7,9 minggu setelah tanam.

DISBUDDING :

  • Pembuangan kuntum bunga pertama (untuk bunga tipe spray) dan pembuangan kuntum bunga samping (untuk tipe standar).

PEMBERIAN ‘CUP’ :

  • Pemberian cup (contong) untuk tipe standar.
  • Setelah di beri ‘cup’ segera dipanen.

PENGENDALIAN OPT :

  • Pengamatan dan analisa : 1 hari sebelum tindakan.
  • Pengendalian secara kimiawi dengan memperhatikan tepat pestisida, tepat dosis, tepat waktu, tepat aplikasi
  • Evaluasi hasil tindakan

PANEN & SERAH TERIMA DENGAN PASCA PANEN

  • Bunga tipe spray telah siap panen bila 3 – 5 kuntum bunga telah mekar.
  • Bunga tipe standar bila bunga telah mekar dengan permukaan bunga yang rata.
  • Pemanenan dengan cara dipotong dari pangkal batang atau dicabut, dikumpulkan dan diikat kain.
  • Serah terima dengan Pasca Panen

Sumber:

https://rumahbudidaya.co.id/