Guru Harus Bisa Membuat Berita

Guru Harus Bisa Membuat Berita

Guru Harus Bisa Membuat Berita

Guru Harus Bisa Membuat Berita
Guru Harus Bisa Membuat Berita

Apa itu berita?
Berita adalah informasi yang divisualisasikan lewat teks, audio visual atau audio. Beita jumlahnya sangat banyak, lantas dipilih untuk diinformasikan. Dalam memilih berita diperlukan informan (narasumber), pembuat informasi (jurnalis), dan pembaca (penikmat informasi) bertemu.
Berita tidak hanya sesuatu yang hari ini sedang hangat dibicarakan, tapi dapat dipilih dari prediksi apa yang akan terjadi esok hari.

Bagaimana memilih berita yag baik
Ada ukuran/patokan umum yang dipakai unuk menentukan berita itu menarik atau tidak. Patokan itu dinamakan rukum iman jurnalistik;
1. Actuality adalah peristiwa terkini, terhangat yang jadi pembicaraan orang. Kepekaan narasumber dan jurnalis diuji, diharapkan pandai merasakan hal yang aktual
2. Proximity (kedekatan) antara objek informasi dengan calon penerima informasi: misalnya radar malang tentu beritanya bekisar tentang berita daerah malang.
3. Magnitude: getaran informasi dari jauh yang jadi pembicaraan di wilayah lokal. Misalnya Obama terpilih di Amerika tetapi masih ada pengaruh/hubungan dengan Indonesia tentang asa kecilnya.
4. Ketokohan: pertarungan informasi dengan menonjolkan tokoh yang lebih tinggi jabatanya
5. Situasional: hal-hal yang sudah terreka waktu dan pelaksanaanya (hari ibu) hal ini disebut informasi tematik dan banyak orang yang memilih berita ini sebagai tema karena terlalu banyak maka untuk lolor/dipilih perlu disiasati yaitu dengan memilih acara yang berbeda.
6. Inovatif:
7. Informatif:
8. Baru:

Baca Juga :

siswa cenderung mengalami kebosanan

siswa cenderung mengalami kebosanan

siswa cenderung mengalami kebosanan

Masih banyak kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pembelajaran di kelas. Kesulitan itu bukan semata-mata karena rendahnya kemampuan siswa, namun monotonnya model pembelajaran yang digunakan guru sehingga cenderung mengalami kebosanan. Di samping itu penggunaan media pembelajaran pada saat pembelajaran masih jarang digunakan. Kondisi ini menambah kesulitan siswa dalam memahami materi. Melihat fenomena tersebut guru bisa mengatasi dengan memperkaya wawasan untuk mecari strategi pembelajaran yang tepat atau melalui penelitian tindakan kelas dengan upaya untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa. Bagaimana itu PTK Anda dapat menemukan segala tentang PTK di Blog ini dan tentang strategi

Sumber : https://andyouandi.net/

Sekolah Bertaraf Internasional

Sekolah Bertaraf Internasional

Sekolah Bertaraf Internasional

Sekolah Bertaraf Internasional
Sekolah Bertaraf Internasional

Saat ini saya sedang tertarik dengan bahasa tentang maraknnya SBI (Sekolah bertaraf Internasional). Pemerintah telah meluncurkan renstra sampai tahun 2014 pada RSBI. Tapi apakah sejatinya SBI ITU??
Apakah cukup dengan Rumus
SBI = SSN + X
yang dapat saya cermati tentang SBI
Sekolah bertaraf internasional (SBI) merupakan sekolah nasional dengan standar mutu internasional. Proses belajar mengajar di sekolah ini menekankan pengembangan daya kreasi, inovasi, dan eksperimentasi untuk memacu ide-ide baru yang belum pernah ada.
Pengembangan SBI didasari oleh Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 50 Ayat 3. Dalam ketentuan ini, pemerintah didorong untuk mengembangkan satuan pendidikan yang bertaraf internasional.
Standar internasional yang dituntut dalam SBI adalah Standar Kompetensi Lulusan, Kurikulum, Prosees Belajar Mengajar, SDM, Fasilitas, Manajemen, Pembiayaan, dan Penilaian standar internasional. Dalam SBI, proses belajar mengajar disampaikan dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

Sumber : https://aziritt.net/

Rancangan Sistem Ekonomi Indonesia

Rancangan Sistem Ekonomi Indonesia

Rancangan Sistem Ekonomi Indonesia

Rancangan Sistem Ekonomi Indonesia

Kerangka dasar suatu perekonomian terdiri dari beberapa kegiatan pokok, yangmana kegiatan pokok tersebut antara lain adalah Kegiatan Produksi, Kegiatan Distribusi, Kegiatan Pertukaran, dan Kegiatan Konsumsi. Produksi & konsumsi dimulai dari aktifitas keluarga. Berkembang menjadi pertukaran antar individu & negara. Erat hubungannnya dengan kemajuan komunikasi. Kegiatan ekonomi pokok tsb melibatkan pihak-pihak seperti (produsen, konsumen, pedagang, pemerintah, dll)

Adapun yang menjadi penggerak dari kegiatan ekonomi adalah adanya kebutuhan. Sebagaimana kebutuhan dapat diartikan sebagai sebuah tujuan sekaligus motivasi dari kegiatan berproduksi, konsumsi, dan tukar-menukar akan kebutuhan antar manusia (dalam sebuah kelompok). Adapun kebutuhan manusia timbul dari: 1.  Dorongan biologis untuk hidup (makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal), 2.   Peradaban dan kebudayaan (rumah modern, pendidikan tinggi, makanan yang lezat, pakaian yang modis, dll), 3.  Kebutuhan khas (kaca mata, pernikahan berdasarkan adat, aqikah, qurban, dll)

Dalam perekonomian, kegiatan produksi akan menentukan kegiatan konsumsi (hukum penawaran) begitu juga sebaliknya, kegiatan konsumsi juga akan menentukan kegiatan produksi (hukum permintaan). Kemampuan dalam menggerakkan kegiatan produksi, konsumsi, dan tukar-menukar terbatas pada ketersediaan sumber-sumber ekonomi yang digolongkan menjadi:

  1. Sumber daya manusia (fisik, mental, ketrampilan, keahlian, dll)
  2. Masalah dasar ekonomi
  3. Sumber daya alam (air, udara, mineral, dll)

Adapun masalah pokok dalam perekonomian adalah, bagaimana menggunakan sumber-sumber ekonomi yang terbatas jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebaik-baiknya. Setiap masyarakat harus menghadapi & memecahkan masalah-masalah pokok dalam ekonomi yaitu, WHAT, apa yang harus diproduksikan dan dalam jumlah berapa. HOW, bagaimana sumber-sumber ekonomi (faktor produksi) yang tersedia dipergunakan untuk memproduksi barang/jasa. FOR WHOM, bagaimana barang/jasa didistribusikan bagi kesejahteraan masyarakat. HOW FAST, seberapa cepat perekonomian akan tumbuh. Adapun komponen yang terdapat dalam sistem ekonomi diantaranya adalah: Kepemilikan sumber daya, Pelaku ekonomi, Proses/ mekanisme kerja, Tujuan kesejahteraan masyarakat.

Kondisi Awal Ekonomi Indonesia

Setelah kemerdekaan Indonesia dari kependudukan Jepang yaitu saat dibacakannya proklamasi kemerdekaan tahun 1945, Indonesia sebagai negara yang baru merdeka belum memiliki sistem ekonomi. Sistem ekonomi yang ada saat itu, merupakan sebuah sistem ekonomi yang merupakan warisan Belanda. Oleh karena itu, para aktor intelektuan dari pendiri republik ini membangun pondasi dasar ekonomi Indonesia yang mana pondasi tersebut terdiri dari dasar pemikiran, lembaga keuangan, serta mata uang yang digunakan.

Berbagai Macam Definisi Mengenai Sistem Ekonomi

Sebelum kita masuk pada bagaimana kondisi ekonomi Indonesia setelah kemerdekaan, kita lihat terlebih dahulu beberapa definisi maupun pengertian terkait dengan apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi dari berbagai pakar. Dumairi (1996) mendefinisikan sistem ekonomi sebagai sebuah entitas yang tersusun dari elemen-elemen yang saling beriteraksi sehingga sampai batas tertentu membentuk jaringan kerja yang konsisten dalam kehidupan ekonomi. Sistem ekonomi juga dapat diartikan sebagai suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Sitem ekonomi dibentuk sebagai pedoman bagi setiap elemen dalam beriteraksi dalam kehidupan ekonomi, sebagaimana sistem ekonomi merupakan sebuah pedoman bagi masyarakat atau negara mengenai bagaimana kegiatan ekonomi diselenggarakan. Terdapat empat elemen sistem ekonomi, yaitu.

o   sumber faktor produksi,

o   prilaku pengambil keputusan

o   proses pengambil keputusan

o   lembaga yang ada di dalamnya

Pada dasarnya sistem ekonomi yang diadopsi oleh sebuah negara memiliki fungsi untukberusaha menyelesaikan masalah-masalah ekonomi yang ada, baik dari segi produksi, distribusi, maupun konsumsi. Namun yang lebih utama adalah bagaimana sistem ekonomi yang ada, dapat mengatur sumber daya yang ada dengan jumlah terbatas, untuk keinginan dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Masalah ekonomi biaanya merupakan sebuah masalah yang terdapat pada transformasi atau pengolahan alat/ sumber pemenuh pemuas kebutuhan, yang berupa faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, modal, sumberdaya alam, dan keterampilan. Sistem ekonomi senduru terdiri dari: 1)Manusia sebagai subjek. 2) Barang ekonomi (sumber/ faktor produksi) sebagai objek.3) Perangkat kelembagaan yang mengatur dan saling mempengaruhi (memiliki fungsi koordinasi dalam proses pengambilan keputusan). 4) adapun cara kerja sistem ekonomi melalui: mekanisme hubungan, hukum, aturan, kaidah, dan norma yang berlaku pada masyarakat.

Perlunya Sistem Ekonomi bagi Indonesia

Sistem ekonomi bersifat normatif dan digunakan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan ekonomi yang sejalan dengan ideologi masyarakat (Sahdr, 2008). Pengembangan sistem ekonomi Indonesia sendiri dapat diartikan sebagai sebuah sistem ekonomi yang berpijak pada nilai kehidupan berbangsa dengan asas kekeluargaan. Pada Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 disebutkan bahwa “perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. Sistem ekonomi di Indonesia merupaan sebuah kebutuhan akan tatanan baru yang dijadikan sebagai pijakan untuk menyelenggaakan kehidupan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia yang tujuannya adalah kesejahteraan bersama. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sistem yang lebih holistik dan memiliki kekuatan untuk mengikat seluruh penyelenggara negara di masa depan. Tujuan utama dari sistem ekonomi Indonesia adalah untuk menjalankan sistem perkonomian nasional (untuk mencapai tujuan). Sebagaimana dalam sistem ekonomi nasional terdapat kegiatan mengkoordinasikan kegiatan ekonomi. Hal tersebut erat kaitannya dengan, Sumber apa yang dimiliki? Bagaimana melakukan kegiatan produksi? Bagaimana mendistribusikannya?. Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia mendefinisikan beberapa elemen penting yang menjadi pilar sistem ekonomi Indonesia, diantaranya adalah a)Kelembagaan ekonomi. b)Perangkat kebijakan. c)Pola pemanfaatan sumber daya. d)Distribusi pendapatan. e)Proses pegambilan keputusan. f) dan yang terakhir adalah Sistem insentif

Berbagai Macam Bentuk Sistem Ekonomi

Setidaknya terdapat tiga bentuk dari sistem ekonomi di dunia, yang mana setiap sistem merupakan sebuah cerminan dari suatu ideologi. Seperti contoh Sistem ekonomi libaralis kapitalis, sistem ekonomi sosialis komunistik, dan sistem ekonomi campuran. Dimana masing-masing sistem ekonomi tersebut memiliki perspektif yang berbeda mengenai penyelenggaraan kegiatan ekonomi.Pertama, sistem liberalis kapitalis, yang menyandarkan sepenuhnya pada mekanisme pasar,prinsip Laissez Faire dan meyakini kemampuan (the invisible hand). Kedua, Sistem ekonomi sosialis komunistik yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut, dimana sumber daya produksi dikuasai negara. Terdapat penekanan pada kebersamaan masyarakat dalam memajukan ekonomi. Kebutuhan akan suatu barang atau jasa, hanya akan diberikan berdasarkan kebutuhan. Prinsip dari sistem sosialis adalah keadilan, setiap orang akan menerima imbalan yang sama, oleh karena itu kelemahan dari sistem ini adalah tidak adanya kompetisi yang berdampak pada pengembangan dan inovasi dikarenakan dalam kegiatan ekonomi campur tangan negara sangat tinggi. Ketiga, Sistem EkonomiCampuran, yaitu sistem ekonomi yang merupakan campuran antara liberal kapitalis dengan sosialis komunistik.

Pemikiran Sistem Ekonomi Indonesia

Pemikiran sistem ekonomi Indonesia yang pertama adalah dari pemikiran Wilopo. Menurut pandangan Wilopo, perekonomian nasional (Indonesia) seharusnya disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Segala keputusan di tangan pengusaha dan seluruh kehidupan dan pekerjaan si pekerja tergantung majikan. Dalam perekonomian nasional, yangmana semua pesertanya (aktor kegiatan perekonomian) dengan bebas diberlakukan asas kepada semua orang sesuai dengan sifat, bakat, dan kemampuannya untuk ikut serta dalam pembangunan sumber-sumber kemakmuran negaranya. Landasan dari sistem ekonomi tersebut merupakan tanggungjawab bersama yang ditujukan untuk mencapai usaha bersama yang akan menjamin kemajuan setiap peserta.

Pemikiran sistem ekonomi Indonesia selanjutnya yang kedua adalah pemikiran Widjojo, yang mana pemikirannya fokus pada proses bekerjanya kegiatan ekonomi, bukan pada bentuk usaha. Bagi Widjojo, sistem ekonomi Indonesia seharusnya didasarkan kepada usaha bersama seluruh masyarakat dengan tujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat (pendapatan perkapita) dan pembagian yang merata daripada apa yang diperoleh dari usaha bersama itu (pembagian pendapatan yang merata), dengan negara memainkan peranan aktif dalam memimpin dan melaksanakan pembangunan ekonomi.

Pemikiran yang ketiga adalah pemikiran sistem ekonomi Indonesia dari Emil Salim yaitu sebuah sistem ekonomi yang berlandaskan pada Pancasila. Yang kemudian dikembangkan oleh Mubyarto. Adapun ciri-ciri dari sistem ekonomi yang berlandaskan pada Pancasila adalah sebagai berikut: 1)Peranan negara dan apraturnya adalah bagian yang sangat penting. 2)Hubungan kerja yang terbangun hendaknya didasarkan atas asas kebersamaan dan kekeluargaan. 3)Masyarakat sebagai peranan sentral dalam kegiatan ekonomi Pancasila, oleh karena itu diharapkan adanya peran aktif masyarakat dalam kegiatan ekonomi. 4) Dalam sistem ekonomi Pancasila, negara menguasai bumi, air, dan kekayaan alam yang terkanding didalamnya untuk kemakmuran rakyat. 5)Sistem ekonomi Pancasila tidak bebas nilai, dalam artian nilai-nilai yang ada pada ekonomi Pancasila merupakan nilai-nilai yang terdapat pada lima butir Pancasila.

Dan pemikiran ekonomi yang keempat adalah pemikiran ekonomi dari Sri-Edi Swasno. Pemikiran sistem ekonomi Indonesia yang Sri Edi tidak jauh berbeda dengan sistem ekonomi dari Emil Salim, yang mana sistem ekonomi menurut Sri Edi juga menitik beratkan pada sistem ekonomi Pancasila yang berorientasi pada nilai-nilai Pancasila. Sebagaimana Pancasila, maka dalam sistem ekonomi tersebut, keadilan meupakan hal utama yang harus ada dan didahulukan.

Pemikiran sistem ekonomi yang kelima dan merupakan yang terakhir adalah sistem pemikiran ekonomi Indonesia menurut Mubyarto. Landasan pertama dalam pemikiran Mubyarto adalah roda perekonomian di Indonesia harus digerakkan oleh rangsangan dari tiga aspek utama, yaitu ekonomi, sosial, dan moral. Kedua, kehendak kuat dari seluruh masyarakat ke arah keadaan kemerataan sosial haruslah sesuai dengan asas-asas kemanusiaan dan keadilan yang ada pada butir-butir Pancasila. Ketiga, prioritas kebijakan ekonomi adalah penciptaan perekonomian nasional yang tangguh, nasionalisme menjiwai setiap kebijakan ekonomi. Keempat, Koperasi merupakan soko-guru perekonomian dan merupakan bentuk konkret dari usaha bersama dengan asas yang berlandaskan pada kebersamaan dan kekeluargaan. Terakhir, adanya perimbangan yang jelas dan tegas pada tingkat nasional untuk menjamin keadilan ekonomi dan social masyarakat Indonesia.


Sumber:

https://kelasips.co.id

Kurikulum Menurut Para Ahli

Kurikulum Menurut Ahli

Kurikulum Menurut Para Ahli

Kurikulum Menurut Para Ahli

Berikut dibawah ini ada beberapa definisi kurikulum menurut para ahli, antara lain:

J. Galen Saylor dan William M. Alexander

dalam buku Curriculum Planning For Better Teaching And Learning (1956) menjelaskan arti kurikulum sebagi berikut. “ the curriculum is the sum total of school’s efforts to influence learning, whether in the clasroom, on the play ground or out of school ” jadi segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar, apakah dalam ruang kelas, di halaman sekolah atau di luar sekolah termasuk kurikulum. Kurikulum meliputi juga apa yang disebut kegiata ekstra-kulikuler

Harlold B. Albertycs

dalam Reoganizing The High-School curriculum (1965) memandang kurikulum sebagai “ all of the activities that are provided for students by the school” seperti halnya dengan definisi saylor dan alexander kurikulum tidak terbatas pada mata pelajaran, akan tetapi juga meliputi kegiatan kegiatan lain didalam dan diluar kelas, yang berada dibawah tanggung jawab sekolah. Difinisi melihat manfaat kegiatan dan pengalaman siswa di luar mata pelajaraan tradisional

B. Othanel smith, W.O stanley dan J Harlan Shores

memandang kurikulum sebagai “ a sequence of potential experiences set up in the school for the purpouse of disciplining childern and youth in group ways of thinging and acting” . mereka melihat kurikulum sebagai sejumlah pengalaman yang secara potentsial dapat diberikan kepada anak dan pemuda, agar mereka dapat berpikir dan berbuat sesuai dengan masyaraka.

William B ragam

dalam buku Moderen Elemntery Curiculum (1966) menjelaskan artio kurikulum sebagai berikut “ The tendency in recent decades has been to use the term in broder sense to the whole life and program of the school, the term is used.” Ragan menggunakan kurikulum dalam arti yang luas, yang meliputi seluruh program dan kehidupan dalam sekolah, yakni segala pengalaman anak dibawah tanggung jawab sekolah. Kurikulum tidak hanya meliputi bahan pelajaran tetapi meliputi seluruh kehidupan dalam kelas, jadi hubungan sosial antara guru dan murid, metode mengajar cara mengevaluasi termasuk kurikulum.

J Liyord Trump dan Delmes F millers

dalam buku Secondary School Improvement (1973) juga menganut definisi kurikulum yang luas. Menurut mereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar, cara mengevaluasi murid dan seluruh program, perubahan tenaga mengajar, bimbingan dan penyuluhan, supervisi dan adminstratif dan hal hal setruktural yang mengenai waktu, jumlah ruang serta kemungkinan memilih mata pelajaran. Ketiga aspek pokok, program, manusia dan fasilitas sangat erat hubungannya, sehingga tak mungkin diadakan perbaikan
Alice Miel juga menganut pendirian yang luas mengenai kurikulum. Dalam buku changing the curriculum: a social process (1946) ia mengemukakan bahwa kurikulum juga meliputi keadaan gedung, suasana sekolah, keinginan, keyakinan, pengetahuan dan sikap orang orang melayani dan dilayani sekolah, yakni anak didik, masyarakat, para pendidik dan personalia (termasuk penjaga sekolah, pegawai administrasi, dan orang orang lainya yang ada hubungannya dengan murid-murid) (S. Nasution 2008 : 5)

Dari penjelasan diatas dapat bloger simpulkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana pengajaran yang digunakan guru sebagai pedoman dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah untuk mencapai hasil belajar yang baik. Kurikulum dapat juga diartikan sebagai acuan kegiatan pembelajaran yang tersusun dan terencana untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.


Sumber:

https://kelasips.com/

PERTUMBUHAN PERIKLANAN

PERTUMBUHAN PERIKLANAN

PERTUMBUHAN PERIKLANAN

PERTUMBUHAN PERIKLANAN
PERTUMBUHAN PERIKLANAN

Memasuki era 1990 birokrasi pemerintah mulai longgar sehingga beberapa koran baru yang dimiliki pemodal kuat memasuki pasaran.

Kondisi tersebut langsung direspon oleh pengusaha-pengusaha melalui berdirinya biro-biro iklan baik dalam skala besar, menengah, maupun kecil.

Tak terkecuali biro iklan asing yang mulai merambah pasar Indonesia yang sangat besar. Hingga era 2000-an ini telah ratusan biro iklan yang menjadi anggora PPPI (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia).

Pada era 80-an, belanja iklan Indonesia dibandingkan anggota ASEAN lainnya masih sangat kecil.

Rendahnya belanja iklan per kapita di Indonesia ini mungkin disebabkan oleh regulasi pemerintah dengan menutup sama sekali iklan di pasang di televisi (TVRI) mulai tanggal 1 April 1981.

Total billing iklan pada tahun 1987 itu mencapai 270 milyar rupiah.
Media cetak sebesar 71% (koran 51% dan majalah 20%),
Papan reklame 15%,
Radio 12%
Lainnya 2%.

Baca Juga : 

IKLAN DI TENGAH MODERNISASI

IKLAN DI TENGAH MODERNISASI

IKLAN DI TENGAH MODERNISASI

IKLAN DI TENGAH MODERNISASI
IKLAN DI TENGAH MODERNISASI

Sadar ataupun tidak, kita semua sesungguhnya adalah target dari iklan yang mengisi hampir setiap waktu dan langkah dalam berbagai sendi kehidupan.

Iklan telah merasuki seluruh bagian dari kehidupan manusia. Bukan hanya tempat-tempat milik umum, bahkan seluruh bagian tubuh kita pun sudah menjadi sasaran media iklan.

Produksi berbagai barang dan jasa secara besar-besaran mengharuskan pihak prosuden membawa dan memperkenalkannya secara aktif kepada calon konsumen dan itu sering dilakukannya melalui periklanan.

Produsen tidak bisa lagi berdiam diri menunggu datangnya pembeli.

Perkembangan dunia periklanan seiring dengan perkembangan media seperti koran-koran di kedai kopi di masa klasik pad abad ke 17 dan dimulai terbitnya biro-biro iklan pertama seperti White’ pada tahun 1800 yang menangani periklanan lotere resmi pemerintah Inggris.

Kehidupan dunia modern kita saat ini sangat tergantung kepada iklan.

Tanpa iklan, para produsen dan distributor tidak akan dapat menjual barangnya, sedangkan para pembeli tidak akan memiliki informasi yang memadai mengenai produk-produk barang dan jasa yang tersedia di pasar.

Sumber : https://anchorstates.net/

Sejarah Periklanan

Sejarah Periklanan

Sejarah Periklanan

Sejarah Periklanan
Sejarah Periklanan

MUNCULNYA IKLAN
Kegiatan periklanan paling sederhana dikenal pada peradaban manusia sebelum 1450 dalam bentuk “pesan berantai”.

Peradaban lisan 
Manusia mulai menggunakan sarana tulisan sebagai alat penyampaian pesan.

Masa Yunani dan Romawi
Iklan mulai digunakan untuk kepentingan pemerintahan dan perdagangan.

Pada awal abad 16 dan 17 

Ditampilkan iklan tentang budak belian, kuda, serta produk-produk baru seperti buku dan obat-obatan. Munculnya iklan buku dan obat- obatan ketika itu menunjukkan bahwa waktu itu orang masih memperhatikan kesehatan dan pendidikan.

Abad 18
Amerika Serika mulai mengenal iklan pada awal abad ke 18. Iklan-iklan media cetak di Amerika Serikat ketika itu ditujukan pada sasaran pembaca di Eropa yang menyebutkan adanya tanah-tanah garapan yang menantang untuk masa depan di Amerika.

Salah satu contoh iklan terbaik yang merupakan bukti sejarah yang dikenal di Amerika Serikat adalah iklan yang dimuat di Pennsylvania Evening Post edisi 6 Juli 1776. Pesan yang disampaikan, tidak lain adalah Proklamasi Kemerdekaan Amerika Serikat.

Sumber : https://abovethefraymag.com/