Image Perubahan Pendidikan

Image Perubahan Pendidikan

Image Perubahan Pendidikan

Buku Altrichter, Herbert dan Elliott, John (2000), Ed., The Images of Educational Change, Open University Press, Buckingham merupakan kumpulan tulisan. Setelah dibuka dengan Pengantaroleh Herbert Altrichter, penyajian tulisan dibagi menjadi empat bagian dan diakhiri dengan overview yang berjudul Menuju Visi Sinoptik Perubahan Pendidikan di Negera Maju ditulis oleh John Elliot. Masing-masing bagian terdiri atas tiga tulisan, kecuali bagian keempat yang berisi empat tulisan.

Judul-judul keempat bagian tersebut adalah (I) Perubahan Pendidikan dan Penyusunan Kebijakan, (II) Hubungan antara Perubahan Sosial dan Perubahan Pendidikan, (III) Konseptualisasi Proses Perubahan Sekolah dan (IV) Menyiapkan Guru untuk Terlibat dalam Perubahan Pendidikan.

Adapun judul-judul dan penulis dari ketiga belas tulisan tersebut adalah: (1) Perubahan Ekonomi, Penyusunan Kebijakan Pendidikan dan Peranan Negara, Ernest R. House; (2) Bagaimana Pendidikan Tidak Ditangani Lembaga Mana pun, Barry MacDonald; (3) Mengembangkan Keadaan Muram: Perkembangan Personal dan Sosial Siswa dan Proses Sekolah, John Schostak; (4) Komunitas, Perubahan Sekolah dan Networking Strategis, Peter Posch; (5) Individu dan Perubahan Sosial: Perubahan Pola Komunitas dan Tantangan Sekolah, Marie Brennan dan Susan Noffke; (6) Perubahan Sosial, Bahan Ajar dan Guru, J. Myron Atkin(7) Perubahan Kultur Sekolah, Christine Finnan dan Henry M. Levin; (8) Beberapa Unsur Teori Mikro-Politik Perkembangan Sekolah, Herbert Altrichter dan Stefan Salzgeber(9) Perubahan Konsepsi Kaji Tindak, Bridget Somekh(10) Pendidikan Reflektif dan Kultur Sekolah: Sosialisasi Calon Guru, Angel Perez Gomez(11) Studi Kasus dan Catatan Kasus: Suatu Percakapan tantang Proyek Hathaway, Susan Groundwater Smith dan Rob Walker(12) Ahli Masa Depan?, Christine O’Hanlon; dan (13) Kontrol Guru dan Reformasi Pengembangan Profesionalitas, Lawrence Ingvarson.

Baca Juga :

Filsafat Naturalisme

Filsafat Naturalisme

Filsafat Naturalisme

Penyanyi sohor Iwan Fals, mungkin, bisa disebut menganut paham naturalisme. Ia menghargai begitu tinggi terhadap alam, dan beranggapan bahwa segala yang alamiah cenderung menjadi baik. Oleh karena itu, Iwan Fals menyerahkan sepenuhnya anak kesayangangannya bernama Galang Rambu Anarki untuk dididik oleh alam sekitarnya. Ia beranggapan, dirinya maupun keluarga yang lainnya, tak perlu campur tangan terhadap perkembangan si anak.

Itulah pendidikan paling demokrasis yang dilakukannya. Semua diserahkan kepada anak, keputusan apa pun yang diambil anak bergantung kepada anak itu sendiri. Anak mau mengenakan baju warna hijau, merah, kuning, biru, dan sebagainya bergantung kepada kecenderungan dan kesenangan anak sendiri. Anak akan pergi ke sekolah, tempat kursus, les, atau tidak pergi ke mana pun, semua bergantung kepada anak itu sendiri. Ya, anak memiliki kebebasan yang sebebas-bebasnya sesuai dengan bawaan dan kepribadian yang diberikan alam kepadanya.

Sayangnya, anak yang namanya diabadikan dalam salah satu judul lagu yang sangat terkenal “Galang Rambu Anarki” itu meninggal dunia dalam usianya yang sangat dini, 21 tahun. Surat-surat kabar ketika itu memberitakan bahwa, Galang yang ketika itu terkena serangan jantung. Namun rumor yang lain menyebutkan bahwa remaja yang juga mulai menanjak kariernya sebagai penyanyi itu meninggal dunia akibat over dosis dalam mengonsumsi narkoba. Galang, bisa jadi, adalah “korban” penganut paham naturalisme.

Sejak saat itulah, konon, Iwan Fals merasa sangat menyesal dengan pendiriannya. Sejak saat itu pula, penampilannya yang “naturalis” dengan membebaskan kumis dan jenggotnya yang tidak terlalu lebat tumbuh secara alamiah diakhiri. Maka jengggot dan kumisnya pun dipangkas, rambutnya pun diptong rapih. Lagu-lagi yang diciptakan dan dinyanyikan setelah itu lebih terasa religius, meski tetap dalam nuansa lagu-lagu balada dan penuh kritik sosial.

Berikut kita kemukakan tentang paham naturalisme, baik sebagai aliran filsafat maupun sebagai sebuah aliran dalam filsafat pendidikan. Makalah terdiri dari pengertian naturalisme secara filsafat; naturalisme menurut aliran filsafat pendikakan; tokoh-tokoh yang beraliran naturalisme; tujuan pendidikan naturalisme; dan proses pendidikan gaya naturalisme.

B. Naturalisme dalam Filsafat

NATURALISME merupakan teori yang menerima “nature” (alam) sebagai keseluruhan realitas. Istilah “nature” telah dipakai dalam filsafat dengan bermacam-macam arti, mulai dari dunia fisik yang dapat dilihat oleh manusia, sampai kepada sistem total dari fenomena ruang dan waktu. Natura adalah dunia yang diungkapkan kepada kita oleh sains alam. Istilah naturalisme adalah sebaliknya dari istilah supernaturalisme yang mengandung pandangan dualistik terhadap alam dengan adanya kekuatan yang ada (wujud) di atas atau di luar alam ( Harold H. Titus e.al. 1984)

Materialisme adalah suatu istilah yang sempit dari dan merupakan bentuk dari naturalisme yang lebih terbatas. Namun demikian aliran ini pada akhirnya lebih populer daripada induknya, naturalisme, karena pada akhirnya menjadi ideologi utama pada negara-negara sosialis seperti Uni Soviet (kini Rusia) dan Republik Rakyat Cina (RRC). Materialisme umumnya mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada kecuali materi, atau bahwa nature (alam) dan dunia fisik adalah satu.

Materialisme dapat diberikan definisi dengan beberapa cara. Di antaranya, pertama: Materialisme adalah teori yang mengatakan bahwa atom materi yang berada sendiri dan bergerak merupakan unsur-unsur yang membentuk alam, dan bahwa akal dan kesadaran (consiousness) termasuk di dalamnya. Segala proses fisikal merupakan mode materi tersebut dan dapat disederhanakan menjadi unsur-unsur fisik.

Kedua, definisi tersebut mempunyai implikasi yang sama, walaupun condong untuk menyajikan bentuk matarialisme yang lebih tradisional. Belakangan, doktrin tersebut dijadikan sebagai “energism” yang mengembalikan segala sesuatu kepada bentuk energi, atau sebagai suatu bentuk dari “positivisme” yang memberi tekanan untuk sains dan mengingkari hal-hal seperti ultimate nature of reality (realitas yang paling tinggi). Inilah yang pada akhirnya mereka ragu-ragu apakah tuhan benar-benar ada atau tidak, yang jelas mereka tidak mampu menjangkaunya. Bahkan sebagian mengingkari sama sekali sehingga menjadi atheis.

Democritus adalah seorang filosof Yunani Kuno yang hidup sekitar tahun 460-370 SM. Ia adalah atomis pertama, materialis pertama dan perintis sains mekanik. Ketika ditanya, “Alam ini dibuat dari apa?” atau “Apakah yang riil itu” ia menjawab, “Alam terdiri dari dua bagian. Pertama adalah atom, bagian yang sangat kecil sekali dan tak terbatas jumlahnya, mempunyai kualitas yang sama, tetapi mengandung perbedaan yang bemacam-macang tentang besar dan bentuknya. Kedua adalah ruang kosong di mana atom-atom tersebut bergerak.

Atom adalah terlalu kecil untuk dilihat mata, dan tak dapat rusak. Atom menggabungkan diri berkombinasi dengan cara bermacam-macam membentuk manusia, binatang, tanam-tanaman, batu-batuan dan sebagainya. Jika atom itu dalam jumlah yang sangat besar bertabrakan serta terpental ke berbagai jurusan, timbullah bermacam-macam benda. Atom ini bersama gerakan-gerakannya di angkasa merupakan penjelasan tentang fenomena-fenomena. Democritus merupakan seorang rasionalis yang mengatakan bahwa akal itu tahu benda-benda yang benar. Persepsi indra hanya memberi pengetahuan yang relatif.

Materialisme moderen mengatakan bahwa alam (universe) merupakan kesatuan material yang tak terbatas; alam termasuk di dalamnya segala materi dan energi (gerak atau tenaga) selalu ada dan akan tetap ada. Dan bahwa alam (world) adalah realitas yang keras, dapat disentuh, material, objektif, yang dapat diketahui oleh manusia. Materialisme moden mengatakan, materi ada sebelum jiwa (mind), dan dunia material adalah yang pertama. Sedangkan pemikiran tentang dunia ini adalah nomor dua.

Kelompok materialis, sebagaimana kelompok aliran-aliran lainnya tidak sepakat atas segala persoalan, atau tidak berpegang seluruhnya kepada persoalan-persoalan tersebut di atas. Dalam dunia sekarang, materialisme dapat mengambil salah satu dari dua bentuk, satu mekanisme atau materialisme mekanik (mechanistic materialism) dengan tekanan pada sains alam; dan kedua materialisme dialektik (dialectical materialsm) yang merupakan filsafat resmi Rusia, Cina, dan kelompok-kelompok komunis lainnya di seluruh dunia. Materialisme mekanik mempunyai daya tarik yang sangat besar oleh karena kesederhanaannya. Dengan menerima pendekatan itu, seseorang merasa telah dapat membebaskan diri dari problema-problema yang membingungkan yang selama beabad-abad. Apa yang riil (benar, sungguh-sungguh ada) dalam manusia adalah badannya, dan ukuran kebenaran atau realitas adalah sentuhan penglihatan dan suara, yakni alat-alat verifikasi eksperimental. (Juhaya S. Pradja, 1987)

Banyak ahli pikir berpendapat bahwa jika sains dapat menjelaskan segala sesuatu dengan sebab mekanik saja, akibatnya tak ada alasan untuk percaya kepada Allah dan tujuan dari alam. Hukum yang sama berlaku bagi manusia, binatang-binatang yang rendah dan planet. Kesadaran pikiran adalah hasil dari perubahan-perubahan dalam otak atau syaraf. Alam diatur dengan hukum fisik materi, walaupun hal itu menyangkut proses yang sangat kompleks dan halus dari akal manusia. Hidup hanya merupakan proses fisiologi dan hanya mempunyai arti fisiologi.

Banyak sekali ahli filsafat, humanis, idealis, pragmatis, dan lain-lain mengatakan bahwa materialisme mekanik tidak menjelaskan seluruh problem. Kebanyakan orang mengakui bahwa terdapat sistem di dunia yang dapat dijelaskan dengan secara mekanik dengan sebaik-baiknya, dan hanya sedikit orang yang mempersoalkan nilai pemakaian interprestasi mekanik di bidang di mana interpretasi tersebut membantu pemahaman kita. Tapi banyak orang menyangsikan prinsip-prinsip mekanik untuk memberikan dasar yang memuaskan bagi penjelasan segala bahwa materialisme adalah suatu contoh dari reductive fallacy yang terjadi jika situasi yang kompleks atau suatu keseluruhan yang sederhana. Contohnya, ketika seorang materialis mengatakan bahwa akal itu adalah sekadar bentuk dari materi, para kritikus mengatakan bahwa ia melakukan suatu kesalahan yaitu reduction yang kasar.

Perilaku Abnormal

Perilaku Abnormal

Perilaku Abnormal

Dalam pandangan psikologi, untuk menjelaskan apakah seorang individu menunjukkan perilaku abnormal dapat dilihat dari tiga kriteria berikut:

1. Kriteria Statistik
Seorang individu dikatakan berperilaku abnormal apabila menunjukkan karakteristik perilaku yang yang tidak lazim alias menyimpang secara signifikan dari rata-rata, Dilihat dalam kurve distribusi normal (kurve Bell), jika seorang individu yang menunjukkan karakteristik perilaku berada pada wilayah ekstrem kiri (-) maupun kanan (+), melampaui nilai dua simpangan baku, bisa digolongkan ke dalam perilaku abnormal.

2. Kriteria Norma

Perilaku individu banyak ditentukan oleh norma-norma yang berlaku di masyarakat, – ekspektasi kultural tentang benar-salah suatu tindakan, yang bersumber dari ajaran agama maupun kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakat , misalkan dalam berpakaian, berbicara, bergaul, dan berbagai kehidupan lainnya. Apabila seorang individu kerapkali menunjukkan perilaku yang melanggar terhadap aturan tak tertulis ini bisa dianggap sebagai bentuk perilaku abnormal.

3. Kriteria Patologis

Seorang individu dikatakan berperilaku abnormal apabila berdasarkan pertimbangan dan pemeriksaan psikologis dari ahli menunjukkan adanya kelainan atau gangguan mental (mental disorder), seperti: psikophat, psikotik, skizoprenia, psikoneurotik dan berbagai bentuk kelainan psikologis lainnya.

Kriteria yang pertama (statististik) dan kedua (norma) pada dasarnya bisa dideteksi oleh orang awam, tetapi kriteria yang ketiga (patologis) hanya bisa dilakukan oleh orang yang benar-benar memiliki keahlian di bidangnya, misalnya oleh psikolog atau psikiater.

Ketiga kriteria tersebut tidak selamanya berjalan paralel sehingga untuk menentukan apakah seseorang individu berperilaku abnormal atau tidak seringkali menjadi kontroversi. Misalkan, seorang yang melakukan kehidupan sex bebas. Di Indonesia, perilaku sex bebas bisa dianggap sebagai bentuk perilaku abnormal, karena tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang disepakati dan juga tidak dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, tetapi di Swedia dan beberapa negara Barat lainnya bisa dianggap sebagai bentuk perilaku normal, karena masyarakat di sana mengijinkannya (permisif) dan sebagian besar masyarakat di sana melakukan tindakan sex bebas. Sementara, menurut kriteria patologis pun mungkin saja tidak akan dianggap sebagai bentuk perilaku abnormal selama yang bersangkutan masih mampu menunjukkan orientasi dan objek sexual yang normal alias tidak mengalami psikosexual neurosis.

TIM LITERASI KOTA BOGOR REBUT 3 KEJUARAAN

TIM LITERASI KOTA BOGOR REBUT 3 KEJUARAAN

TIM LITERASI KOTA BOGOR REBUT 3 KEJUARAAN

Tiga dari lima kategori kejuaraan Jambore Literasi tingkat Jawa Barat 2017

di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Bandung, pada 1-2 November berhasil diraih tim literasi Kota Bogor. “Saya selaku Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor mengapresiasi keberhasilan yang diraih peserta Jambore Literasi yang telah mengirimkan peserta dalam jumlah banyak,” kata Fahrudin saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Disdik Kota Bogor mengirimkan peserta tingkat SD dan sejumlah 195 siswa.

Dan pengiriman itu pun tak sia-sia, lantaran mendapatkan medali dan piagam. “Mereka telah mempersembahkan sesuatu bagi Kota Bogor, dan ini adalah awal menuju Indonesia emas,” ujarnya.

Fahrudin menyakini, di tahun 2045 nanti para peserta yang saat ini masih duduk di bangku SD dan SMP akan sanggup menggenggam dunia. Sementara itu, Direktur Pengembangan SMP Kemendikbud RI, Supriano juga mengapresiasi para pelajar di kota hujan ini. “Kalian adalah contoh bagi 10 juta siswa SMP di Indonesia. Kota Bogor adalah contoh literasi, semoga di penyelenggaran literasi tahun depan Kota Bogor akan lebih banyak mengirimkan siswanya,”bebernya

Supriano mengatakan, anak-anak yang sukses pada abad 21 (generasi milenial) adalah anak-anak

yang siap hadapi perubahan dan tantangan. “Kalian adalah calon orang sukses. ikuti terus kegiatan literasi hingga tingkat nasional,” pungkasnya.

 

Baca Juga :

Para Siswa Wajib Menghayati Lagu Kebangsaan

Para Siswa Wajib Menghayati Lagu Kebangsaan

Para Siswa Wajib Menghayati Lagu Kebangsaan

Walaupun SDN Kukupu 1, di Kelurahan Kukupu, Kecamatan Tanah Sareal

, tidak mempunyai halaman yang luas untuk melaksanakan upacara bendera setiap senin pagi, namun hal tersebut rupanya tak menjadi penghalang bagi sekolah dasar negeri tersebut untuk memperingati sang merah putih. Terlebih, pihak sekolah membagi waktu antara murid kelas tiga dan empat yang memiliki jadwal siang hari dalam kegiatan belajar mengajar.

“Kami tetap bisa melaksanakan upacara bendera setiap hari senim karena murid kelas 3 dan 4 masuk siang

,” ujar Kepala SDN Kukupu 1, Suwiyono saat ditemui Metropolitan diruang kerjanya, kemarin.

Menurutnya, upacara bendera ini wajib diikuti dan dilaksanakan para murid yang masuk pagi, yakni siswa kelas satu, lima, dan enam. Para petugas upacara itu pun selalu bergantian setiap minggunya, agar para siswa bisa merasakan bagaimana menjadi petugas upacara bendera.

“Selain itu upacara bendera ini bisa menanamkan rasa nasionalisme terhadap anak didik,

karena mereka secara serentak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya,” bebernya.

Suwiyono menambahkan, para siswa diwajibkan untuk menghayati lagu-lagu kebangsaan, demi mengingat para pejuang bangsa yang telah gugur demi memerdekakan bangsa ini dari para penjajah.

“Alhamdulilah sampai saat ini upacara bendera selalu kami laksanakan dengan khidmah dan berjalan lancar,”tandasnya.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/ZnZl/history-of-heroes-day-10-november-1945

Siapkan Diri, Manfaatkan Waktu Semaksimal Mungkin

Siapkan Diri, Manfaatkan Waktu Semaksimal Mungkin

Siapkan Diri, Manfaatkan Waktu Semaksimal Mungkin

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memberikan motivasi terhadap 98 pelajar berprestasi

yang ada di Kota Hujan. Mereka merupakan pelajar yang akan mengikuti ajang perlombaan baik di tingkat Provinsi, Nasional hingga Internasional pada tahun ini. Kegiatan dilaksanakan di ruangan Paseban Sribaduga, Balai Kota Bogor,belum lama ini.

WALI Kota Bogor, Bima Arya, men­gatakan, Kota Bogor merupakan kota dengan jutaan prestasi

dan jutaan pendidik yang luar biasa. Tidak ada yang lebih membanggakan bagi diri­nya selain melihat wajah-wajah per­caya diri, optimis dan aura pemimpin di masa depan. ”Pada saatnya, nanti mungkin dari kalian ada yang be­kerja mengabdi untuk Kota Bogor baik menjadi Kepala Dinas ataupun wali­kota,” kata Bima dalam sambutannya.

Menurutnya, Kota Bogor harus diisi dengan rasa optimis, pandangan yang positif untuk menjadikan Bogor di hari esok menjadi lebih baik dan jemputlah masa depan dengan penuh keyakinan. Masa depan itu hanya di­miliki orang-orang yang menyiapkan­nya dari sekarang. Manfaatkan waktu kalian semaksimal mungkin maka akan beruntung.

Namun, Bima mengingatkan, jangan hanya beruntung dan hebat untuk diri sendiri saja. Ajak

, tularkan dan sebarkan semangat, inspirasi, moti­vasi ke teman-teman yang lain. Ka­rena dengan begitu kalian akan tetap bersinar seperti bintang yang dapat menginspirasi orang lain. ”Kalian sudah di jalan yang benar jaga kon­sistensi jangan sampai kendor dan jangan lupa mendoakan orangtua,” ujarnya

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/dNlz/history-of-the-origin-of-the-stone-black-stone

Workplace, Fasilitas Penjelasan dan Perbaikan

Workplace, Fasilitas Penjelasan dan Perbaikan

 

Workplace, Fasilitas Penjelasan dan Perbaikan

Workplace merupakan area dari sekumpulan memori kerja yang digunakan utnuk merekam hasil-hasil antara kesimpulan yang dicapai. Ada 3 tipe keputusan yang dapat direkam yaitu rencana (bagaimana menghadapi masalah), agenda (aksi potensial yang sedang menunggu untuk dieksekusi) dan solusi (calon aksi yang akan dibangkitkan).

Fasilitas penjelasan adalah komponen tambahan yang akan meningkatkan kemampuan system pakar karena menggambarkan penalaran system kepada pemakai. Fasilitas penjelasan dapat menjelaskan perilaku system pakar dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut :

  • Mengapa pertanyaan tertentu ditanyakan oleh system pakar?
  • Bagaimana kesimpulan tertentu diperoleh?
  • Mengapa alternative tertentu ditolak?
  • Apa rencana untuk memperoleh penyelesaian?

Perbaikan pengetahuan, pakar memiliki kemampuan untuk menganalisis dan meningkatkan kinerjanya serta kemampuan untuk belajar dari kinerjanya. Kemampuan tersebut adalah penting dalam pembelajaran terkomputerisasi, sehingga program akan mampu menganalisis penyebab kesuksesan dan kegagalan yang dialaminya.

Baca Juga :

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pakar

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pakar

Kategori Representasi Pengetahuan

Sistem pakar merupakan paket perangkat lunak atau paket program computer yang ditujukan sebagai penyedia nasihat dan sarana bantu dalam memecahkan masalah di bidang-bidang spesialisasi tertentu seperti sains, perekayasaan, matematika, kedokteran, pendidikan dan sebagainya. System pakar merupakan subset dari Artificial Intelegence.

Ada banyak keuntungan bila menggunakan system pakar, diantaranya adalah :

  1. Menjadikan pengetahuan dan nasihat lebih mudah didapat.
  2. Meningkatkan output dan produktivitas.
  3. Menyimpan kemampuan dan keahlian seorang pakar.
  4. Meningkatkan penyelesaian masalah yang khusus.
  5. Meningkatkan reliabilitas.
  6. Memberikan respons (jawaban) yang cepat.
  7. Merupakan panduan yang cerdas.
  8. Dapat bekerja dengan informasi yang kurang lengkap dan mengandung ketidakpastian.
  9. Sebagai basis data cerdas, bahwa system pakar dapat digunakan untuk mengakses basis data dengan cara cerdas.

Selain keuntungan di atas, system pakar seperti halnya system lainnya, juga memiliki kelemahan. Di antaranya adalah :

  1. Masalah dalam mendapatkan pengetahuan di mana pengetahuan tidak selalu bisa didapatkan dengan mudah karena kadangkala pakar dari masalah yang kita buat tidak ada, dan kalaupun ada kadang pendekatan yang dimiliki oleh pakar berbeda-beda.
  2. Untuk membuat suatu system pakar yang benar-benar berkualitas tinggi sangatlah sulit dan memerlukan biaya yang sangat besar untuk pengembangan dan pemeliharaanya.
  3. Boleh jadi system tidak dapat membuat keputusan.
  4. System pakar tidaklah 100% menguntungkan, walaupun seorang tetap tidak sempurna atau tidak selalu benar. Oleh karena itu perlu diuji ulang secara teliti sebelum digunakan. Sehingga dalam hal ini peran manusian tetap merupakan factor yang dominan.

Kelemahan-kelemahan atau kekurangan dari system pakar tersebut bukanlah sama sekali tidak bisa diatasi, tetapi dengan terus melakukan perbaikan dan pengolahan berdasarkan pengalaman yang telah ada maka hal itu diyakini akan dapat diatasi, walaupun dalam waktu yang panjang dan terus menerus.

Kategori Representasi Pengetahuan

Kategori Representasi Pengetahuan

Kategori Representasi Pengetahuan

Representasi pengetahuan merupakan kombinasi system berdasarkan dua elemen yaitu struktur data dan penafsiran prosedur untuk digunakan pengetahuan dalam menyimpan struktur data. Hal ini penting untuk merealisasikan kedua elemen tersebut dan dalam system representasi pengetahuan adalah suatu hal yang perlu.

Menurut Turban (2001), ada beberapa tipe pengetahuan yang bisa dikategorikan dalam bentuk keahlian yaitu :

  1. Teori yang mendasari suatu permasalahan.
  2. Aturan baku dan prosedur yang berkaitan dengan permasalahan tertentu.
  3. Aturan tentang apa yang harus dikerjakan dalam suatu permasalahan yang diberikan.
  4. Strategi global untuk pemecahan dari tipe-tipe ini.
  5. Meta knowledge (pengetahuan dari pengetahuan).
  6. Fakta atau bukti tentand suatu permasalahan.

Selanjutnya Feigenbaum dkk (1981) menyarankan untuk mengikuti kategori berikut ini untuk pengetahuan yaitu :

  1. Objek – objek

Setiap system harus mempunyai kemampuan untuk mengenkodekan informasi mengenai sifat fisik dari objek dan konsep.

  1. Events

Kategori ini termasuk aksi dan kejadian dalam dunia. Kejadian secara umum menentukan suatu elemen waktu dan mengindikasikan hubungan sebab dan akibat.

  1. Performance

Kategori ini meliputi informasi bagaimana menjalankan tugas tertentu. Sebagai contoh, bagaimana mengendarai sepeda, bagaimana menyusun kalimat,bagaimana membuktikan teorema.

  1. Meta-knowledge

Meta knowledge merupakan pengetahuan tentang merepresentasikan pengetahuan atau pengetahuan yang similiki system tentang pengetahuan internalnya (Rolston, 1988). Pengetahuan dalam kategori ini adalah pengetahuan system tentang bagaimana system berfikir.

Sumber : https://sam-worthington.net/

Kepsek Wajib Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Kepsek Wajib Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Kepsek Wajib Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Dinas Pendi­dikan (Disdik) Kota Bogor mengum­pulkan sejumlah kepala sekolah

(kepsek) se-Kota Bogor di SDN Sin­dangsari, Kelurahan Tanahbaru, Kecamatan Bogor Utara, belum lama ini.

Kepala Disdik Kota Bogor, Fahrudin, mengatakan, kegiatan ini untuk mengingatkan mereka bahwa tang­gung jawab dan maju mundurnya pendidikan, khususnya di Kota Bo­gor, tak bisa hanya diletakkan pada pundak pemerintah, tapi juga me­libatkan semua pihak, termasuk stakeholder pendidikan baik dari sisi software (kurikulum dan sistem pendidikan) maupun hardware (pe­serta didik, guru, orang tua, pemerin­tah, lingkungan, infrastruktur pen­didikan dan keluarga).

Untuk itu, Fahrudin meminta kep­sek bisa meningkatkan kualitas pen­didikan di sekolahnya.

Sebab, seba­gai pimpinan tertinggi di sekolah, mereka memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan. “Keber­hasilan kepala sekolah dalam me­ningkatkan kualitas pendidikan tak terlepas dari kompetensi dan ke­mampuan yang dimiliki,” ujarnya.

Untuk bisa menjalankan tugas se­cara profesional, sambung dia, maka diperlukan berbagai upaya aga

r kepala sekolah sebagai super­visor guru dapat melakukan upaya peningkatan kinerja guru. Sehingga akhirnya dapat meningkatkan mutu pembelajaran.

“Dengan supervisi akademik guru yang dimilikinya, pasti akan bisa membimbing dalam membuat pe­rencanaan pembelajaran, skenario pembelajaran dan penilaian hasil pembelajaran serta diobservasi da­lam proses pembelajaran. Sehingga kinerja guru akan meningkat dengan menghasilkan pembelajaran ber­kualitas,” ujarnya

 

Baca Juga :