ga pernah berubah part ‘hati vs logika’

ga pernah berubah part ‘hati vs logika’

ga pernah berubah part ‘hati vs logika’

ga pernah berubah part ‘hati vs logika’
ga pernah berubah part ‘hati vs logika’

kmarn bnyk bgd masalah bnyk bgd yg bqn hti g enk,,dr krja an dan lain2,, setelah aku pikir dan aku kaji lg tulisan aku yg sebelumnya,,aku ngerasa seperti ada yg mengganjal,,antara hati dan logika aku,ga seharusnya aku seperti itu memang hati ga bs di bohongi iya aku sayang tp logikanya dy kan mantan temen aku,bhkan temen2 aku,aku bingung,knp aku msh aja mikirin kamu,pdhal brkali2 kamunya kya gtu,aku yg tulus apa aku yg bodoh…perasaan apa yg kamu punya ke aku? Dari pertanyaan2 yg ada dibenak aku,akhrnya aku tanya ke mbah google tanda2 cwo cinta atau sekedar shabat,dr yg cuma djabarin 4 tanda sampe 99 tanda dr situ aku telusuri,trnya ada beberapa tanda yg aku pikir sama kaya kamu kasih k aku,tp itu g sertamerta buat aku yakin,jwban yg sbenernya ya ada dikamu, sampe pd akhrna aku menemukan sbuah tlsan hubungan cnta dan pershbtan,ternyata pershbtan tanpa adanya cinta yg ada nantinya sakit hati,kecewa,dan trauma,bgtupun cnta tanpa pershbtan yg ada nantinya timbul rasa egois,krn cinta yg membuat pershbtan indah,dan pershbtan yg membuat cnta nyaman,, keduanya kaya 2 sejoli yg g bs d pisahin,kisah yang aku alami emang aga rumit dan ngaco, apapun itu pasti akan indah pada waktunya. kamu menemukan seseorang dan aku menemukan seseorang atau ?????. Mulai skarang aku harus lbh bijak menata hdp dan hati aku. . Gmana kisah selanjtnya ya tobe continue

Sumber : https://newsinfilm.com/seva-mobil-bekas/

Kerusuhan Berbau SARA di Temanggung dan Cikeusik

Kerusuhan Berbau SARA di Temanggung dan Cikeusik

Kerusuhan Berbau SARA di Temanggung dan Cikeusik

Akhir-akhir ini keadaan dalam negeri sedang digoncang, dengan insiden berdarah di cikeusik dan pembakaran gereja di temanggung. Menarik untuk mengangkat berita ini karena diperkirakan terdapat unsur SARA yang  terkait didalamnya dan harus sesegera mungkin terselesaikan agar semua jelas dan bersih sampai akar permasalahannya. Di dunia ini tidak mungkin tidak ada masalah, tapi tidak mungkin pula tidak ada masalah yang tidak dapat terselesaikan. oleh karena itu, dengan pemberitaan yang sudah beredar luas di kalangan masyarakat tentang tragedi yang terjadi, mudah-mudahan dapat memberikan kaca mata luas bagi masyarakat untuk menilai mana yang benar dan mana yang buruk untuk ditelaah. Sehingga menjadi pelecut kita untuk saling menghargai satu sama lain antar umat beragama khususnya dan menjalin persatuan & kesatuan di republik ini kedepannya, serta lebih rajin untuk menjalankan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar kita semua dihindarkan dari mara bahaya yang mengancam.

Kekerasan yang mengatasnamakan agama lagi-lagi pecah di Indonesia. Dua insiden terakhir yang terjadi yaitu penyerangan terhadap gereja di Temanggung dan jemaat Ahmadiyah Cikeusik. Kerusuhan yang terjadi di Temanggung, Jawa Tengah. menyebabkan setidaknya tiga gereja dibakar dan dirusak massa. Amuk massa ini terkait dengan sidang penistaan agama dengan terdakwa Anthonius Richmond Bawengan. Massa yang mengamuk  memprotes hukuman yang terlalu ringan bagi seorang warga Kristen yang menghina Islam tersebut. Antonius Bawengan, 58 tahun, dijatuhi hukuman lima tahun penjara pada hari Selasa atas tuduhan menyebarkan buku-buku dan bahan bacaan yang diduga menyebarkan kebencian terhadap Islam.

Kronologis Peristiwa Kerusuhan Di Temanggung bermula ketika jaksa Siti Mahanim menuntut Antonius Richmond Bawengan dengan hukuman lima tahun penjara. Antonius dijerat Pasal 156 KUHP tentang penistaan agama. Dan Saat Hakim Dwi Dayanto hendak mengetok palu, pengunjung sidang mengamuk. Mereka mendesak Antonius, warga Kebon Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur itu dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Emosi pun tak terhindari, para pengunjuk rasa yang berada di luar pengadilan melempari pengadilan dengan batu. Kondisi pun semakin tidak terkendali ketika massa semakin banyak merapat ke gedung pengadilan. Mereka bahkan melakukan pembakaran. Kaca-kaca jendela pecah, dan sebagian tembok PN Temanggung rusak.

Ratusan personil Brimob berhasil memaksa massa untuk mundur hingga tercerai-berai sementara waktu. Ternyata, massa yang masih tersulut emosi, melampiaskan ketidakpuasan dengan merusak dua gereja, yakni Bethel Indonesia dan Pantekosta. Dikabarkan, Sebuah sekolah yang ada di kompleks gereja Bethel pun juga dibakar.

Beda lagi halnya dengan penyerangan terhadap jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, berdasarkan dari berita yang beredar, Awalnya  warga sekitar serta beberapa tokoh masyarakat dan agama sudah meminta Parman (pimpinan jemaat ahmadiyah) baik-baik untuk membubarkan Jemaat Ahmadiyah dan menghentikan kegiatannya itu. “Tapi tidak ditanggapinya,” Kata Asep, salah satu warga. Ketika itu, Parman malah mengeluarkan pernyataan provokatif, “Lebih baik mati dari pada membubarkan diri,” dan terus menyebarkan ajaran Mirza Ghulam Ahmad. Bentrokan pun tak dapat dihindari bermula ketika mereka(jemaat ahmadiyah) menantang perang dan membacok tangan warga hingga nyaris putus. Wargapun terbakar emosinya dan akhirnya mengusir paksa Jemaat Ahmadiyah itu sehingga terjadi insiden berdarah tersebut.

Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim mengatakan bahwa penyerangan tersebut mengakibatkan hilangnya sejumlah hak asasi warga Ahmadiyah. Hak asasi yang dilanggar antara lain hak untuk hidup, hak memilih agama dan menjalankan ibadah, hak untuk berkumpul, serta hak atas rasa aman. “Hak-hak tersebut merupakan hak mendasar dan tak dapat dikurangi, apalagi dihilangkan.

Inti dari semua itu, mungkin kita harus bisa lebih banyak belajar lagi dari kejadian yang telah terjadi agar tidak terulang di kemudian hari, kita harus bisa menerima keadaan dan memperbaiki keadaan yang telah goyah agar
tidak ada sesuatu yang buruk menimpa kita. tidak boleh terpancing dengan keadaan mungkin itu yang terpenting, lebih baik menelaah keadaan terlebih dahulu lalu kemudian melakukan tindakan efektif yang baik untuk khalayak ramai dan diri sendiri tentunya. kita harus yakin bahwa keadaan yang telah terjadi bisa diperbaiki seperti sedia kala dengan memperbaiki perilaku kehidupan kita agar lebih baik satu sama lain dan tentunya rajin melaksanakan perintah TUHAN YANG MAHA ESA.

Baca Juga  :

PENDAHULUAN ADALAH

PENDAHULUAN ADALAH

PENDAHULUAN ADALAH

PENDAHULUAN ADALAH
PENDAHULUAN ADALAH

Di zaman sekarang ini, internet merupakan kebutuhan bagi banyak orang karena internet bisa mengakses dan menemukan segala informasi di seluruh dunia dengan cepat dan mudah. Kebutuhan internet sangat penting sehingga peningkatan jumlah pemakai internet setiap tahunnya selalu meningkat di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri jumlah pemakai internet selalu meningkat dengan peningkatan yang cukup besar. Disisi lain dengan munculnya berbagai perusahaan yang bergerak di bidang Tekhnologi Informasi, perkembangan komputer pun kian maju hingga melampaui perkiraan para analisis dan pakar Tekhnologi Informasi sekarang ini. Berbagai cara dilakukan untuk merancang , membuat, bahkan memodifikasi aplikasi yang bermutu dalam menampilkan suatu informasi yang efisien dan berguna. Hal yang paling utama dalam menampilkan suatu informasi adalah bagaimana informasi tersebut bermanfaat dan mudah digunakan, serta membantu pemakai dalam suatu pekerjaan dibidang komputerisasi.

Drupal merupakan sebuah perangkat lunak sistem manajemen konten yang bebas dan terbuka yang di distribusikan dibawah lisensi GPL, pengembangan dan perawatannya dilakukan oleh ribuan komunitas pengguna dan pengembang di seluruh dunia. Dibuat dengan bahasa pemrograman PHP, Drupal dapat dipasang pada beberapa jenis database seperti MySQLPostgre SQLSQLiteMariaDB dan juga MsSQL. Web server yang mendukung diantaranya ApacheNginxIIS yang berjalan pada sistem operasi Microsoft WindowsMac OS XLinux dan Free BSD. Dapat diunduh secara bebas dan dapat digunakan secara bebas pula, sehingga memungkinkan setiap orang baik secara individumaupun komunitas untuk mempublikasikan, mengatur dan mengorganisir berbagai jenis dari isi / konten pada website.

SMP Negeri 1 DEPOK merupakan sekolah menengah pertama di kota depok yang menjadi salah satu sekolah negeri terfavorit setelah SMP Negeri 2 Depok. Berlokasi di jl. Pemuda Raya no. 53 dan di pimpin oleh Bpk. Drs. Mulyadi mm. Sebagai Kepala Sekolah dan Bpk. Erwan s. Spd sebagai Wakil Kepala Sekolah. Dalam menunjang proses pembelajaran SMP Negeri 1 DEPOK hingga kini memiliki 25 ruang kelas yang terbagi menjadi 3 tingkatan/jenjang kelas. Pertama, untuk kelas 7(setara dengan kelas 1SMP) terdapat 9 ruang kelas. Kedua, untuk kelas 8(setara dengan kelas 2SMP) terdapat 9 ruang kelas. Dan Ketiga, untuk kelas 9(setara dengan kelas 3SMP) terdapat 7 ruang kelas. Ditambah dengan  ruang penunjang seperti ruang laboratorium fisika dan ruang laboratorium komputer.

Pada umumnya informasi mengenai sekolah diperoleh melalui brosur dan pamflet-pamflet, Sedangkan informasi yang didapat kurang menarik karena bahasa dan tampilannya. Hal ini menimbulkan salah satu kekurangan, sehingga dibutuhkan suatu aplikasi yang dapat memberikan informasi dengan tampilan yang menarik dan dapat diakses dimana saja. Bertolak dari kesulitan yang dihadapi oleh calon siswa, maka penulis mencoba mengangkat topik “Pembuatan Website SMPN 9 DEPOK menggunakan CMS  (Content Management Systems)DRUPAL 7.0”.

Diharapkan dengan dibuatnya website sekolah ini, calon siswa dan masyarakat luas yang ingin mengetahui informasi mengenai sekolah tersebut dapat mengunjunginya langsung melalui sebuah website secara online kapanpun dan dimanapun.

1.1  Batasan Masalah

Dalam penulisan ilmiah ini penulis hanya membatasi pada menu-menu yang tersedia dalam situs ini seperti home, profile, kurikulum, kesiswaan, fasilitas, prestasi, guru, dan hubungi kami. Hal-hal seperti pembahasan tentang program-program yang digunakan tidak dibahas dalam penulisan ilmiah ini.

1.2  Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah untuk membantu calon siswa dan masyarakat luas yang ingin mengetahui informasi mengenai sekolah dan membantu calon siswa untuk memahami segala aspek yang ada didalam sekolah tersebut. Serta secara tidak langsung mempromosikan sekolah yang dimaksud.

1.3  Metode Penelitian

Penulis mengacu pada metode SDLC (System Development Life Cycle) yang meliputi perencanaan, analisis, perancangan, implementasi, dan pemeliharaan (maintenance). Dimulai dari menetapkan SMP yang akan dituju dan merencanakan untuk mengunjungi serta mengambil data-data mengenai SMPN 1 DEPOK. Setelah data-data diperoleh dengan lengkap, penulis melakukan analisa data yang dibutuhkan dalam pembuatan website tersebut. Kemudian merancang struktur navigasi agar pencarian halaman web mudah dipahami dan ditelusuri. Serta membuat rancangan tampilan storyboard untuk memberikan gambaran dan penjelasan secara terperinci dari setiap halaman web.

Langkah selanjutnya melakukan implementasi system yaitu cara kerja pembuatan website pada komputer lokal sesuai dengan desain web yang telah direncanakan. Adapun perangkat lunak yang digunakan untuk membuat website ini yaitu dengan software CMS  (Content Management Systems) DRUPAL 7.0 dengan bantuan adobe photoshop untuk pengeditan gambar.

Setelah website ini selesai dibuat, dilakukan pengujian pada komputer lokal terlebih dahulu, kemudian dilakukan proses upload. Dan terakhir dilakukan pemeliharaan website dengan cara melakukan perbaikan-perbaikan yang dirasa perlu, seperti memperbaharui berita-berita lama dengan berita terbaru.

1.4  Sistematika Penulisan

Penulisan ilmiah ini dibuat berdasarkan sistematika penulisan yang sudah ditentukan, dengan tujuan mempermudah dan memperjelas bagaimana penulisan ini disusun.

BAB 1 PENDAHULUAN


Dalam bab satu penulis menguraikan permasalahan secara umum yaitu mengenai latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian dan sistematika penulisan.

Sumber : https://furnituremebeljepara.co.id/

Perancangan sistem secara umum

Perancangan sistem secara umum

Perancangan sistem secara umum

Perancangan sistem secara umum
Perancangan sistem secara umum
  1. Perancangan Ouput
  2. Perancangan Input
  3. Perancangan Proses
  4. Perancangan Database
  5. Perancangan Kontrol
  6. Perancangan Jaringan
  7. Perancangan Komputer



Fase Perancangan Sistem secara Umum/Konseptual

Arti Perancangan Sistem

– Tahap setelah analisis dari Siklus Hidup Pengembangan Sistem

– Pendefinisian dari kebutuhan kebutuhan fungsional

– Persiapan untuk rancang bangun implementasi

– Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk

– Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi

– Termasuk menyangkut mengkonfirmasikan

Tujuan Perancangan Sistem

– Untuk memenuhi kebutuhan para pemakai sistem

– Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat

Sasaran Perancangan Sistem

– Harus berguna, mudah dipahami dan mudah digunakan

– Harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan

– Harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi, pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, termasuk tugas-tugas yang lainnya yang tidak dilakukan oleh komputer

– Harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masing-masing komponen dari sistem informasi yang meliputi data dan informasi, simponan data, metode-metode, prosedur-prosedur, orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak dan pengendalian intern.

Fase Perancangan Sistem secara Detail/Fungsional

Fase perancangan sistem secara detail menyediakan spesifikasi untuk perancangan secara konseptual. Pada fase ini semua komponen dirancang dan dijelaskan secara detail. Perencanaan output (layout) dirancang untuk semua layar, form-form tertentu dan laporan-laporan yang dicetak. Semua output direview dan disetujui oleh pemakai dan didokumentasikan. Semua input ditentukan dan format input baik untuk layar dan form-

form biasa direview dan disetujui oleh pemakai dan didokumentasikan. Berdasarkan perancangan output dan input, proses-proses dirancang untuk mengubah input menjadi output. Transaksi-transaksi dicatat dan dimasukkan secara online atau batch. Macam-macam model dikembangkan untuk mengubah data menjadi informasi. Prosedur ditulis untuk membimbing pemakai dan pesonel operasi agar dapat bekerja dengan sistem

yang sedang dikembangkan.

Sumber : https://galleta.co.id/

BUTIR-BUTIR BIDANG BIMBINGAN DAN KONSELING

BUTIR BIDANG BIMBINGAN DAN KONSELING

BUTIR BIDANG BIMBINGAN DAN KONSELING

BUTIR BIDANG BIMBINGAN DAN KONSELING
BUTIR BIDANG BIMBINGAN DAN KONSELING

. Bidang Pribadi

a) Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa.

b) Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif, baik kehidupan sehari-hari maupun untuk peranannya dimasa depan.

c) Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi dan penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif

d) Pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha-usaha penanggulangannya.

e) Pemanatapan kemampuan mengambil keputusan

f) Pengembangan kemamapuan mengarahkan diri sesuai keputusan yang telah diambilnya.

g) Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat,baik secara rohaniah maupun jasmaniah.

2. Bidang Sosial

a) Pemantapan kemampuan berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan secara efektif

b) Pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta berargumentasi secara dinamis kreatif dan produktif.

c) Pemantapan kemampuan bertingkah laku dan hubungan sosial, baik di rumah, di sekolah, di tempat latihan maupun dimasyarakat luas dengan menjunjung tinggi tata krama, adat istiadat, hukum, ilmu dan kebiasaan yang berlaku.

d) Pemanatapan hubungan yang dinamis, harmonis dan produktif dengan teman sebaya, baik di sekolah yang sama, di sekolah lain, diluar sekolah, maupun dimasyarakat.

e) Pemantapan pemahaman tentang peraturan, kondisi dan sekolah serta upaya pelaksanaannya secara dinamis dan bertanggung jawab.

f) Orientasi tentang hidup berkeluarga.

3. Bidang Belajar

a) Pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan efisiensi sertab produktif, baik dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar, bersikap pada guru dan nara sumber lainnya, mengembangkan ketrampilan belajar, mengerjakan tugas-tugas pelajaran dan menjalani program penilaian hasil belajar.

b) Pemanatapan disiplin belajar dan berlatih, baik secara mandiri maupun berkelompok.

c) Pemantapan penguasaan materi program belajar disekolah sesuai dengan perkembangan ilmu, teknologi dan kesenian

d) Pemantapan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik, sosial dan budaya yang ada di sekolah, lingkungan sekitar dan masyarakat untuk pengembangan pengetahuan dan kemamapuan serta pengembangan pribadi.

e) Orientasi belajar untuk pendidikan tambahan dan pendidikan yang lebih tinggi.

Baca Juga :

Bidang-Bidang Dalam Bimbingan Konseling

Bidang-Bidang Dalam Bimbingan Konseling

Bidang-Bidang Dalam Bimbingan Konseling

Bidang-Bidang Dalam Bimbingan Konseling
Bidang-Bidang Dalam Bimbingan Konseling

BIDANG- BIDANG DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

Fenomena-fenomena yang sering terjadi dalam dunia pendidikan bahwa masyarakat sering menentukan, seorang anak yang belajar disuatu sekolah dikatakan berhasil jika ia mendapatkan ijasah dan nilai bagus, tanpa memperhatikan bekal atau keahlian yang dimiliki oleh peserta didik.

Tentunya ini adalah suatu fenomena dari sekian fenomena dunia pendidikan dinegara kita saat ini. Dengan diperlakukannya kurikulum 2004 pada saat ini, akan membawa perubahan bagi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Dengan adanya hal ini guru dituntut untuk lebih terampil dalam menyampaikan suatu metode pembelajaran.

Sama halnya layanan bimbingan dan konseling, yang sesungguhnya upaya ini tidak bisa terlepas dari kegiatan belajar mengajar disekolah, karena dengan adanya bimbingan dan konseling disekolah siswa dapat mengenal potensi diri dan segala komponene yang ada dalam dirinya.

Yang perlu diperhatikan dalam memberikan layanan bimbingan kepada peserta didik, harus tetap berfokus pada empat jenis layanan bimbingan. Jenis kegiatan bimbingan dan konseling ini dapat dikelompokkan yaitu :

1. Bidang Pribadi

Yang notabene harus tetap diberikan kepada seluruh siswa, baik siswa yang bermasalah atau tidak.

2. Bidang Sosial

Bidang ini kerap diberikan pada iswa yang merasa kesulitan dalam membina pergaulan karena beberapa hal, baik dari luar atau dalam.

3. Bidang Belajar

Yang harus diberikan secara kontinuitas selama kegiatan belajar berlangsung, setiap guru pembimbing wajib memantau hasil kegiatan belajar siswa asuhannya, tentu harus kerjasama dengan wali kelas.

4. Bidang Karir

Hendaknya dilakukan dengan obrolan dua arah antara konselor, dalam hal ini guru pembimbing dengan siswa asuhannya seputar masalah cita-cita berikut kendala yang dihadapinya.

Deengan upaya ini siswa diharapkan bisa mengukur kemampuan diri, sehingga potensinya bisa terungkap melalui layanan ini. Bahkan kegiatan layanan bimbingan dan konseling berjalan baik setiap jenjang tingkatan pendidikan disekolah, akan terasa besar manfaatnya yang dapat dirasakan oleh berbagai pihak. Baik masyarakat sekolah, yakni kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua juga masyarakat luar yang terkadang turut memberikan penilaian terhadap kualitas seorang lulusan suatu sekolah.

Ketika peserta didik akan melibatkan dirinya dimasyarakat, penilaian masyarakat tidak lagi hanya berdasarkan pada nilai yang diraih anak tersebut, tapi langsung life skill yang dimilikinya. Untuk menciptakan ini semuanya diperlukan kerjasama yang kuat berbagai pihak terkait, baik guru BK, wali kelas, kepala sekolah, orangtua dan guru.

Sehingga akan optimal layanan bimbingan dan konselingdisetiap jenjang pendidikan di Indonesia, bisa lebih meningkatkan kualitas pendidikan dan bisa menghasilkan sumber daya manusia ( SDM ) yang berkualitas.

Sumber : https://cialis.id/

teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling

teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling

teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling

teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling
teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling

Penggunaan Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling (BK)
Penggunaan teknologi informasi khususnya komputer kini sudah menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah, mulai sekolah dasar hingga ke sekolah lanjutan atas dan sekolah kejuruan. Namun demikian yang paling besar pengaruhnya adalah di Perguruan Tinggi, di mana hampir semua perguruan tinggi di Indonesia sudah memanfaatkan teknologi ini dalam perkuliahannya, baik melalui tatap muka maupun secara pnline. Sebagai contoh seorang dosen dalam menyampaikan materinya tidak hanya mengandalkan media konvensional saja, melainkan sudah menggunakan unsur teknologi di dalamnya. Biasanya seorang dosen atau guru di PT tertentu dalam menyampaikan materi kuliah ditampilkan dalam bentuk slide presentasi dengan bantuan komputer. Dengan teknologi ini mahasiswa atau siswa bisa mengikuti matakuliah dengan baik, karena materi yang disampaikan selain mengandung materi yang berbobot juga mengandung unsur multimedia yang bisa menghibur.

Di mana dengan bantuan komputer yang dihubungkan dengan multimedia projector seorang dosen tidak perlu menekan tombol keyboard atau papan ketik melainkan cukup menekan remote control yang dipegangnya.

Di negara maju dan di beberapa negara berkembang dimana tingkat pendidikannya sudah bisa dikatakan cukup baik, penerapan teknologi tinggi ini sudah berjalan lebih dari 20 talu. Sementara di Indonesia baru beberapa tahun saja sejak teknologi jaringan mulai dikenal dan diterapkan sebagai salah satu materi pelajaran di sekolah menengah kejuruan (SMK) beberapa tahun lalu dan untuk Sekolah Lanjutan Atas dengan masuknya kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dengan teknologi ini seorang dosen atau guru dalam menyampaikan materinya tidak hanya dalam bentuk tatap muka saja melainkan sudah menggunakan berbagai media komunikasi yang dipadukan dengan teknologi networking, misalnya Intranet dan Internet.

Dengan teknologi jaringan tersebut tidak hanya mata kuliah atau bidang studi saja yang bisa memanfaatkan teknologi tinggi ini, melainkan hampir sebagian besar proses belajar mengajar termasuk BK (Bimbingan Konseling) atau Bimbingan Karier sudah bisa memanfaatkan teknologi tinggi ini.

Seperti kita ketahui bahwa saat ini BK belum dikatakan materi, sehingga tidak semua sekolah di Indonesia memberikan jam yang cukup untuk materi BK ini, karena berbagai alasan. Dengan demikian apakah dengan tidak tersedianya waktu yang cukup peran Guru BK akan berhasil? Siapapun pasti akan menjawab tidak. Dengan argumen apapun jika waktu yang tersedia tidak cukup atau tidak sesuai seperti yang diharapkan, maka jangan harap apa yang disampaikan bisa mengenai sasarannya. Oleh karena itu peranan teknolgi bisa menjawab kekurangan waktu tersebut.

Seperti telah disampaikan dimuka bahwa perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan termasuk BK (bimbingan dan konseling). Komunikasi antara guru dengan siswa dapat dilakukan dengan berbagai media yang tersedia saat ini seperti telpon, Internet, Intranet dan lain-lain. Dari sekian banyak teknologi yang murah dan mulai banyak digunakan sebagai media komunikasi antara murid dan guru atau antara dosen dengan mahasiswanya adalah penggunaan e-mail. E-mail adalah salah satu sarana yang ada di jaringan Internet yang paling murah dan bisa digunakan untuk saling tukar menukar informasi, menyampaikan materi, dan sebagainya. Sebenarnya saat ini hampir semua kampus atau sekolah sudah terpasang jaringan LAN (Local Area Network) karena sudah menjadi pelajaran wajib dalam KBK dan Telpon sebagai media komunikasinya, maka media ini sudah bisa diaplikasikan sebagai media komunikasi yang ampuh dilingkungan sekolah atau kampus.

Dengan sudah terpasangnya jaringan tersebut, kita sudah bisa menginstalasi atau mensetup jaringan komputer berbasis Web, yaitu Intranet dan Internet. Intranet adalah jaringan komputer berbasis Web yang hanya ditampilkan secara lokal dengan memanfaatkan teknologi LAN (Local Area network). Sedangkan Internet adalah jaringan komputer berbasis Web dengan memanfaatkan jaringan secara global.

Dalam suatu jaringan komputer harus tersedia minimal satu buah Server dan beberapa client. Secara sederhana Server adalah yang mengatur lalulintas data dalam suatu jaringan sedangkan client adalah yang menerima data tersebut. Hal ini hampir senada dengan interaksi antara konselor dengan klien yang tidak mengandalkan hubungan tatap muka tetapi dilakukan dengan memanfaatkan media berupa jaringan komputer.

Seperti kita ketahui bersama saat ini ada istilah Cyberspace, Cybermedia, CyberMall, Cybercounseling dan sebagainya. Dengan istilah ini seolah-olah kita berhubungan dengan dunia yang serba maya, padahal sesungguhnya ini tidak demikian, memang kalau media tersebut hanya berupa Website saja mungkin bisa dikatakan sebagai dunia maya, namun kini sudah bisa dilakukan interaksi secara langsung dengan memanfaatkan Teknologi Messanger, MIRC, dan sebagainya. Bahkan dengan Microsoft Windows XP dan Messanger-nya kita bisa Sharing aplikasi, Sharing file, Sharing dokumen, dan sebagainya.

Dengan internet seorang konselor bisa berkomunikasi dengan clientnya dalam hal ini siswanya kapan saja dan dimana saja. Saat ini teknologi internet sudah bukan barang baru dan bukan hal yang perlu ditakuti apalagi harus dihindari. Karena dengan teknologi ini kita akan mudah berkomunikasi dengan siapa saja dan kapan saja serta tidak terikat dengan ruang dan waktu. Sehingga proses bimbingan bisa dilakukan kapan dan dimana saja, dengan demikian sorang siswa bisa saja akan merasa nyaman kalau konsultasi dilakukan melalui jaringan inernet ini, karena mungkin saja tidak merasa risi dan takut diketahui oleh orang lain. Dengan demikian proses interaksi antara konselor dengan klien akan terasa lebih akrab dan lepas tanpa beban.

Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa teknologi khususnya jaringan komputer baik Intranet maupun Internet proses belajar mengajar, proses interaksi antara konselor dan klien bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja tanpa dibatasi ruang dan waktu. Dengan demikian peran teknologi tinggi dalam dunia pendidikan khususnya Bimbingan dan Konseling sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dan maksimal. Terlepas dari itu semua apakah seorang konselor dalam hal ini Guru BK (Bimbingan dan Konseling) sudah siap dengan teknologi ini? Jika sudah siap maka kapan lagi kalau tidak dimulai dari sekarang, karena banyak sarana, bahan dan sebagainya yang bisa kita dapatkan melali dunia maya tersebut

Sumber : https://forbeslux.co.id/

Guru Harus Bisa Membuat Berita

Guru Harus Bisa Membuat Berita

Guru Harus Bisa Membuat Berita

Guru Harus Bisa Membuat Berita
Guru Harus Bisa Membuat Berita

Apa itu berita?
Berita adalah informasi yang divisualisasikan lewat teks, audio visual atau audio. Beita jumlahnya sangat banyak, lantas dipilih untuk diinformasikan. Dalam memilih berita diperlukan informan (narasumber), pembuat informasi (jurnalis), dan pembaca (penikmat informasi) bertemu.
Berita tidak hanya sesuatu yang hari ini sedang hangat dibicarakan, tapi dapat dipilih dari prediksi apa yang akan terjadi esok hari.

Bagaimana memilih berita yag baik
Ada ukuran/patokan umum yang dipakai unuk menentukan berita itu menarik atau tidak. Patokan itu dinamakan rukum iman jurnalistik;
1. Actuality adalah peristiwa terkini, terhangat yang jadi pembicaraan orang. Kepekaan narasumber dan jurnalis diuji, diharapkan pandai merasakan hal yang aktual
2. Proximity (kedekatan) antara objek informasi dengan calon penerima informasi: misalnya radar malang tentu beritanya bekisar tentang berita daerah malang.
3. Magnitude: getaran informasi dari jauh yang jadi pembicaraan di wilayah lokal. Misalnya Obama terpilih di Amerika tetapi masih ada pengaruh/hubungan dengan Indonesia tentang asa kecilnya.
4. Ketokohan: pertarungan informasi dengan menonjolkan tokoh yang lebih tinggi jabatanya
5. Situasional: hal-hal yang sudah terreka waktu dan pelaksanaanya (hari ibu) hal ini disebut informasi tematik dan banyak orang yang memilih berita ini sebagai tema karena terlalu banyak maka untuk lolor/dipilih perlu disiasati yaitu dengan memilih acara yang berbeda.
6. Inovatif:
7. Informatif:
8. Baru:

Baca Juga :