Hasilkan Lulusan Langsung Bekerja, Kepsek SMTI Padang Didatangi Tim Penilai Kepsek Berprestasi Tingkat Sumbar

Hasilkan Lulusan Langsung Bekerja, Kepsek SMTI Padang Didatangi Tim Penilai Kepsek Berprestasi Tingkat Sumbar

Hasilkan Lulusan Langsung Bekerja, Kepsek SMTI Padang Didatangi Tim Penilai Kepsek Berprestasi Tingkat Sumbar

Tim Penilai Kepala Sekolah (Kepsek) SMK berprestasi tingkat Sumbar Tahun 2016 Senin ini

(20/6/2016) melakukan penilaian dan verifikasi akhir terhadap Kepala SMK SMTI Padang Candrianto, ST, M.Pd. Tim Penilai yang terdiri dari Prof. Dr. Rafdinal, Dr. Jon Efendi dan Syafruddin Abas ini datang ke SMK SMTI Padang melakukan klarifikasi dan pengecekan data yang ada dalam profil kepala sekolah yang disampaikan kepada tim penilai.

Kedatangan Tim Penilai ke SMTI Padang diterima langsung Kepsek SMTI Padang Candrianto bersama wakil kepala sekolah, majelis guru dan pengurus Komite Sekolah. Berbagai rangkaian dilakukan tim penilai, guna melihat langsung prestasi dan kegiatan sekolah serta berbagai hal menyangkut kepemimpinan dan manajerial yang dilakukan kepala sekolah.

Prof. Dr. Rafdinal, kepada GoSumbar.com, menyebutkan, kedatangan ke sekolah merupakan

rangkaian penilaian yang dilakukan terhadap pera utusan kepala sekolah
kabupaten/kota yang ada di Sumbar. Sebelumnya, tim sudah melakukan serangkaian penilaian, berupa tes, wawancara, serta penyampaian makalah.

“Kedatangan kali ini, guna melakukan verifikasi terhadap data yang sudah disampaikan langsung ke sekolah. Kita menginginkan kepala sekolah berprestasi harus yang bisa berbicara di tingkat nasional dan untuk itu kita lakukan penilaian secermat mungkin, agar bisa pula meraih prediket juara di tingkat nasional,” kata guru besar Kimia UNP ini.

Sebagaimana diketahui, Candrianto, ST, M.Pd, menjadi Juara I dalam pemilihan Kepala Sekolah SMK di Kota Padang

tahun 2016. Ia berhak mewakili Kota Padang dalam penilaian Kepsek SMK tingkat Sumbar bersama utusan kepsek SMK kabupaten dan kota di Sumbar lainnya.

Dalam seleksi yang dilakukan tim penilai, tiga kepala sekolah SMK, masuk dalam tiga besar dan berhak mengikuti penilaian terakhir ke sekolah masing-masing. Ketiga sekolah itu, yakni SMK SMTI Padang, SMK Genius Bukittinggi dan SMKN 2 Kota Pariaman.

 

Baca Juga :

506 Mahasiswa Unand Padang KKN di Lima Puluh Kota

506 Mahasiswa Unand Padang KKN di Lima Puluh Kota

506 Mahasiswa Unand Padang KKN di Lima Puluh Kota

Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota sangat mendukung pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata

(KKN). Kawal betul KKN ini karena penting untuk keberhasilan dan kesuksesan mahasiswa di lapangan,” Momen yang sangat tepat karena mahasiswa diharapkan turut serta dalam percepatan pembangunan dan peningkatan derajat kehidupan masyarakat”, kata Bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi pada Penerimaan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas Padang tahun 2016 di Aula Kantor Bupati Sarilamak, Rabu(15/6).

Impian itu harus kita tanamkan dalam bathin kita, setelah tamat kita mau kemana dan berkerja sesuai

dengan tetap konsisten dengan ilmu yang telah diperoleh sehingga menjadi orang yang berhasil dan sukses, ucap Irfendi Arbi.

Jangan lupakan orang tua kita, pergorbanan orang tua sangat besar, Orang sukses adalah yang menghargai orang tua dan selalu minta keridhoan untuk selalu dijalan yang benar, lanjut Irfendi Arbi.

Kalau ada masalah di lapangan harus di laporkan ke dosen Pembimbing dan dikoordinasikan dengan wali nagari,

camat, kata Irfendi Arbi.

Kerjasama penting dalam mencapai keberhasilan, bersama-sama dengan pemerintahan nagari berupaya secara maksimal dan dituntut jiwa yang dinamis sebagai inovator, motivator dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat, kata Irfendi Arbi.

Diikuti 506 orang mahasiswa/I yang terdiri dari 175 orang mahasiswa dan 331 orang mahasiswi, melibatkan 15 orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di setiap Kenagarian.

Lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Unand dilaksanakan di 15 Kenagarian (Kurai, guguak VIII Koto, Sarilamak, Gurun, Pilubang, Simpang Kapuak, Talang Maur, Situjuah Gadang, Halaban, Tanjuang Gadang,  Mungo, Sungai Kamuyang, Simalanggang, Koto Baru dan Baruah Gunuang) yang tersebar di 9 kecamatan (Suliki, Gugguak, Harau, Mungka, Situjuah Limo Nagari, Lareh Sago Halaban, Luak, Payakumbuh dan Bukik Barisan).

Jadwal pelaksanaan pada tanggal 15 Juni -25 Juli 2016. Mahasiswa Fakultas Pertanian, Kedokteran, Hukum, MIPA, Ekonomi, Peternakan, Ilmu Budidaya, Ilmu Sosial dan Politik, Teknik, Farmasi, Teknologi Pertanian, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Teknologi Informasi dan Kedokteran Gigi.*

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/dyU4ObH01k96VWt7FbQq74

Perkuat Materi Keagamaan, SMAN 3 Padang Bakal Miliki Islamic Center

Perkuat Materi Keagamaan, SMAN 3 Padang Bakal Miliki Islamic Center

Perkuat Materi Keagamaan, SMAN 3 Padang Bakal Miliki Islamic Center

SMAN 3 Padang bakal memiliki Gedung Islamic Center atau tempat pusat belajar keislaman.

Jadi Gedung Islamic Center dibangun merupakan bagian dari Program Model yang ada di SMA 3 Padang. Pembangunan gedung ini juga berkat dukungan para alumni SMAN 3 Padang.

“Alhamdulillah saat ini tinggal pemasangan atap dan lantai, semoga beberapa minggu lagi selesai,” sebut Kepala Sekolah (Kepsek) SMA 3 Padang, Rahmadansyah usai pembukaan Pesantren Ramadhan sewaktu mendampingi Walikota meninjau gedung tersebut.

Kepsek tersebut melanjutkan, Program Model diterapkan SMA 3 Padang di tahun ajaran ini

yang rencananya bakal dilaunching 18 Juli nanti. Antara lain program model tersebut berupa berbasis riset. Maksudnya dengan dua jam pelajaran riset dasar bagi kelas X, harapannya tentu menjelang naik ke kelas XI siswa tersebut minimal memiliki satu buah karya tulis ilmiah.

Lalu ada literasi, yaitu membiasakan siswa membaca dan menulis melalui islamic center. Program unggulannya adalah Ekskul Surau, yakni mempertajam hal-hal yang keterpakaiannya sangat dibutuhkan di tengah masyarakat.

“Pihak sekolah ingin seluruh murid laki-laki pandai menjadi imam, adzan serta penyelenggaraan jenazah.

Karena kita lihat alangkah sedihnya jika sewaktu orang tua meninggal anaknya tidak bisa menyelenggarakan jenazah. Untuk itu ini sesuatu hal yang kita antisipasi di SMA 3,” ucapnya.

Lebih lanjut Rahmadansyah menambahkan, selanjutnya SMA 3 juga memiliki program tahfiz atau hafal quran. Lalu juga ada program diskusi ilmiah beserta randai, silat dan lainnya. Begitu juga halnya bagi murid wanita, ada program keputrian yang dilaksanakan empat kali dalam satu semester. Program ini antara lain berupa “baraja manumbok, manjarujua, mamasang giwang baju, manggiliang lado, mangukua karambia.

“Meskipun bunyi pekerjaan tersebut sederhanana, namun keterpakaiannya di tengah masyarakat sangatlah dibutuhkan. Jadi ini semua merupakan program model yang ada di SMAN 3 Padang yang insya Allahbakal diluncurkan Juli nanti. Program tersebut telah kita komunikasikan dengan Walikota Padang, Dinas Pendidikan serta alumni yang selalu sedia mendukung untuk terwujudnya program ini. Kita tentu berharap semuanya berjalan dengan lancar,” tukasnya mengakhiri, Minggu (12/6/2016

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/494JHAdW5hBbOV22aXaloIk0f

Kasmarni Sebut PAUD Urgensi Dilakukan

Kasmarni Sebut PAUD Urgensi Dilakukan

Kasmarni Sebut PAUD Urgensi Dilakukan

Karena usia dini merupakan masa emas atau golden ages yang akan menjadi pondasi

bagi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak untuk fase selanjutnya, maka Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sangat urgensi dilakukan.

Ungkapan itu disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Bengkalis, Kasmarni Amril, saat membukaan Lomba Kreativitas Anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kabupaten Bengkalis, di Lapangan Tugu Bengkalis, Rabu (3/5/2017).

Masih kata Kasmarni, anak adalah awal mata rantai yang sangat menentukan wujud dan kehidupan suatu bangsa di masa depan untuk mewujudkan generasi muda yang berkualitas sebagai generasi penerus bangsa.

“Sejak dini seorang anak perlu diberikan bekal keterampilan, keimanan, kepribadian,

kecerdasan, jiwa dan semangat kebangsaan serta kesegaran jasmani, agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang kreatif, berbudi luhur, bersusila, cerdas, dan bertakwa kepada Allah,” jelas Kasmarni.

Lebih lanjut, Istri Bupati Bengkalis ini mengatakan, berbagai kegiatan dilakukan untuk mengembangkan kreativitas anak sejak dini, sebagaimana Lomba Kreativitas Anak-anak TK se-Kabupaten Bengkalis yang diselenggarakan. Hal ini merupakan salah satu dongkrak untuk perkembangan motorik anak dalam mengekspresikan serta menghasilkan sesuatu yang baru.

“Ajang kreatifitas ini, merupakan salah satu upaya untuk menumbuh kembangkan segala potensi yang ada pada diri anak, sekaligus untuk melihat anak-anak usia dini beraktivitas secara kompetitif dengan teman sebaya, bergembira, bermain dan ceria bersama,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kasmarni juga mengajak kepada orang tua untuk mendidik anak-anak

dengan penuh kasih sayang, memahami kondisi anak baik secara psikologis, emosional dan sosialnya memberikan stimulus agar kreativitas anak tumbuh dan berkembang.

“Sehingga mereka memiliki kesiapan yang tangguh untuk berkompetisi. Apalagi usia dini merupakan masa yang sangat peka atau sensitif dalam mencari stimulus terhadap perkembangan anak di masa akan datang,” sebut Kasmarni.

 

Baca Juga :

Bupati Memaknai Hardiknas sebagai Spirit Percepatan Pendidikan yang Merata dan Berkualitas

Bupati Memaknai Hardiknas sebagai Spirit Percepatan Pendidikan yang Merata dan Berkualitas

Bupati Memaknai Hardiknas sebagai Spirit Percepatan Pendidikan yang Merata dan Berkualitas

Bupati Bengkalis, Amril Mukminin memaknai Hari Pendidikan Nasional

(Hardiknas) tahun 2017 sebagai spirit dalam percepatan pendidikan yang merata dan berkualitas.

“Momen Hardiknas kali ini sebagai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara selaku Bapak Pendidikan Nasional dalam memperoleh pendidikan yang merata dan berkualitas. Sampai hari ini, gagasan dan pemikiran beliau tetap relevan dan menujadi acuan bagi pembangunan pendidikan nasional kita,” kata Amril saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhajir Effendy.

Amril mengatakan itu saat menjadi Inspektur Upacara sempena Hardiknas

di Lapangan Tugu Bengkalis, Selasa (02/05/2017).

Dijelaskan Amril, diantara pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah, Panca Dharma yaitu pendidikan perlu beralaskan kemerdekaan, kodrat alam, kebudayaan, kebangsaan dan kemanusiaan.

Dalam hal kepemimpinan pendidikan, Ki Hadjar Dewantara juga mengajukan konsep yang dirumuskan dalam bahasa Jawa “Ing ngarso sung tuladha, in madya mangun karso, tut wuri handayani”.

“Yang artinya apabila di depan memberi teladan, ditengah memberi inspirasi,

dan apabila di belakang memberi dorongan”, terangnya.

Mantan Kepala Desa Muara Basung Kecamatan Pinggir itu menambahkan, perlu reformasi pendidikan dalam tataran konseptual maupun manajerial. Yaitu pendidikan karakter menjadi pondasi dan ruh pendidikan.

“Pembentukan karakter harus dimulai dan menjadi prioritas jenjang pendidikan dasar. Sedangkan untuk pendidikan lanjut, peserta didik harus mengaktualisasikan potensi dirinya semaksimal mungkin,” terangnya lagi.

Karena diyakini Amril, dengan karakter yang kuat dan kemampuan berdaya saing tinggilah peserta didik masa kini akan sanggup membawa bangsa Indonesia berdiri tegak diantara bangsa maju lainnya.

 

Sumber :

https://www.tripadvisor.com/Profile/ojelmandiri

Definisi Manajemen Operasional

Definisi Manajemen Operasional

Definisi Manajemen Operasional

Yang dimaksud Operasi adalah suatu aktivitas dalam mentransformasikan input – input menjadi output – output yang dapat menambah nilai pada barang atau jasa.
Menurut Anoraga(2009) Manajemen operasional adalah seluruh aktivitas untuk mengatur dan mengkoordinir faktor – faktor produksi secara efektif dan efisien untuk dapat menciptakan dan menambah nilai dan benefit dari produk (barang atau jasa) yang dihasilkan oleh sebuah organisasi.

Render dan Heizer (2005 : 2)mendefinisikan Manajemen Operasional adalahSerangkaian kegiatan yang membuat barang dan jasa melalui perubahan dari masukan dan keluaran.

Russel and Taylor (2002) dalam Murdifin Haming (2003 : 17)mendefinisikan Manajemen Operasional adalah Fungsi atau sistem yang melakukan kegiatan proses pengolahan masukan keluaran dengan nilai tambah yang besar.

Menurut Eddy Herjanto (2007) Manajemen operasi adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan barang, jasa, dan kombinasinya, melalui proses transformasi dari sumber daya produksi menjadi keluaran yang diinginkan.

Suryadi Prawirosentono (2001) mendefinisikan Manajemen produksi (operasi) adalah perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan dari urutan berbagai kegiatan untuk membuat barang (produk) yang berasal dari bahan baku dan bahan penolong lain.

Agus Ahyari mengartikan Manajemen operasi merupakan proses kegiatan untuk mengadakan perencanaan,pengorganisasian,pengarahan,pengkoordinasian dari produksi dan proses produksi.

Aquilano (2001) Mendefinisikan Manajemen Operasional sebagai suatu proses perancangan, pengoperasian dan pengembangan dari sistem yang menghasilkan produk atau jasa utama perusahaan.

Baca Juga : 

TANGGUNG JAWAB (RESPONSIBILITY)

TANGGUNG JAWAB (RESPONSIBILITY)

TANGGUNG JAWAB (RESPONSIBILITY)
• Tanggung jawab adalah keharusan untuk melakukan semua kewajiban/tugas-tugas yang dibebankan kepadanya sebagai akibat dari wewenang yang diterima atau dimilikinya.
• Tanggung jawab tercipta karena adanya penerimaan wewenang.
• Tanggung jawab harus sama dengan wewenang yang dimiliki.
• Responsibility tidak dapat dilimpahkan kepada orang/pihak lain. Authority diterima maka responsibilitynya pun harus juga diterima.
 
 PENDELEGSIAN WEWENANG
Ralph C Davis
Delegation of Authority is merely the phase of the process in wich Authorityof assigned function is released to position to be exercise by their incumbent.
Artinya;
Pendelegasian wewenang hanyalah tahapan dari suatu proses ketika penyerahan wewenang, berfungsi melepaskan kedudukan dengan melaksanakan pertanggungjawaban.
Malayu S.P. Hasibuan
Pendelegasian wewenang adalah memberikan sebagian pekerjaan atau wewenang oleh delegator kepada delegate untuk dikerjakannya atas nama delegator.
Kenapa pendelegasian wewenang merupakan hal yang sangat penting dalan organisasi?
1. manajemen baru dikatakan ada jika ada pembagian wewenang dan pembagian pekerjaan.
2. Adanya keterbatasan
3. Supaya sebagian tugas dan pekerjaan manajer dapat dikerjakan oleh para bawahannya.
4. Merupakan kunci dinamika organisasi
5. Menciptakan adanya ikatan, hubungan formal, dan kerjasama antara atasan dan bawahan.
6. Memperluas ruang dan gerak waktu seorang manajer.
7. Membuktian adanya pimpinan dan bawahan dalam organisasi.
8. Tanpa pendelegasian wewenang berarti tidak ada atasan dan bawahan dalam organisasi.
Asas pendelegasian wewenang:
1. Asas kepercayaan
2. Asas delegasi atau hasil yang diharapkan
3. Asas penentuan fungsi atau asas kejelasan tugas
4. Asas rantai berkala
5. Asas tingkat wewenang
6. Asas kesatuan komando
7. Asas keseimbangan wewenang dan tanggung jawab
8. Asas pembagian kerja
9. Asas efisiensi
10. Asas kemutlakan tanggung jawab

Kembalikan Pramuka ke Kemendikbud

Kembalikan Pramuka ke Kemendikbud

Kembalikan Pramuka ke Kemendikbud

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault meminta pembinaan Pramuka

dikembalikan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Kebudayaan. Saat ini, Pramuka masih berada di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga.
PRAMUKA ATUR LALIN
Foto: ARIESANT/RADAR BEKASI

ATUR LALIN : Anggota pramuka tengah mengatur lalu lintas di Jalan Ahmad Yani Bekasi Selatan Kota Bekasi, Minggu (12/7). Kwarnas menginginkan Pramuka dikembalikan oleh Kemenpora ke Kemendikbud.

’’Pendidikan dasar dan menengah ya Mendikbud, jadi jangan di bawah Menpora lagi

, karena Menpora itu kan pemuda,” kata Adhyaksa di halaman Istana Merdeka, Jakarta kemarin (24/7).

Adhyaksa menjelaskan, sebanyak 70 persen anggota Pramuka adalah Siaga dan Penghalang. Mereka kebanyakan berusia di bawah 17 tahun. Karena itu, kepengurusan Pramuka lebih cocok ditempatkan di Kemendikbud.

Adhyaksa juga mempersoalkan rencana Menpora Imam Nahrawi yang akan menjadikan Bumi Perkemahan di Cibubur sebagai tanah negara. Padahal, menurutnya, hak pakai tanah seluas 210 hektar itu sudah diberikan kepada Pramuka oleh negara dengan status unlimited alias tanpa batas.

’’Kami tidak mau. Kami minta tetap itu di bawah sertifikat hak pakai untuk Pramuka

, untuk bidang pendidikan. Kami tidak setuju karena itu bukan barang milik negara. Itu adalah tanah yang menjadi milik negara. Itu akan kami jaga, kami lestarikan, sebagai bumi perkemahan gitu,” tegas Adhyaksa.

Menpora Imam Nahrawi menyetujui, kepengurusan Pramuka dipindahkan dari kementeriannya ke Kemendikbud. ’’Saya setuju. Tinggal revisi UU Kepramukaan,” ujar Imam di kompleks Istana Negara, Jakarta.

Namun, menurut Imam, revisi undang-undang Pramuka tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat. Membutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan. Ia meminta Kwarnas mengawal agar revisi itu bisa dimasukkan dalam prolegnas di DPR.

’’Masa transisinya saya kira bisa sambil jalan tapi fungsi masing-masing kementerian untuk support Pramuka tidak bisa berhenti,” imbuh Imam.

Menurut Imam, saat ini kegiatan Pramuka dianggarkan di kementeriannya sebesar Rp 50 miliar

 

Baca Juga :

 

 

Akui PPDB Kurang Sosialisasi

Akui PPDB Kurang Sosialisasi

Akui PPDB Kurang Sosialisasi

Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang melanda Kota Bandung,

diakui akibat kurangnya sosialisasi. Hal itu dinyakatan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung Elih Sudiapermana, usai rapat koordiansi evaluasi PPDB bersama Komisi D DPRD Kota Bandung, kemarin (29/7).

Dia menjelaskan, intinya memang ada masalah menyangkut mekanisme penerimaan siswa didik baru. Aturan yang yang sudah dibuat pemerintah daerah dan Kementerian Pendidikan, dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab. ’’Surat Keterangan Tidak mampu (SKTM) dimanfaatkan orang yang tidak berhak. Ke depan, ketentuan itu harus diperbaiki,’’tukas Elih.

Dalam kaitan pola terapan PPDB, dia mencontohkan, untuk tingkat sekolah menengah

pertama dan atas, dikenal afirmasi. Sedangkan, di perguruan tinggi (PT), ketentuan itu tidak dikenal. Meski demikian, perbedaan yang bertumpu pada nilai semata dapat diterapkan untuk sekolah menengah. Dalam penilaian Elih, hal ini masih perlu kajian mendalam.

Menyoal masalah bangku sekolah untuk siswa yang belum diterima, dia menjelaskan, kewenangannya ada di tingkat sekolah. ’’Kosong atau sudah terisinya bangku dan penambahan kuota, sepenuhnya ada di sekolah masing-masing,’’ tegas Elih.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha sependapat dengan Kadisdik Elih Sudiapermana. ’’Kesimpulan evaluasi PPDB, kelemahannya ada di sosialisasi. Untuk tahun 2016, persoalan SKTM akan diantisipasi enam bulan sebelum (masa) PPDB,’’ kata politisi PDIP itu.

Apa yang terjadi di ranah pendidikan dan menimbulkan kehebohan, sambung dia,

selayaknya dijadikan pelajaran berharga. Masing-masing pihak sepakat mengakui kelemahan PPDB sebagai perjalanan dan dinamika dunia pendidikan yang haru diperbaiki. ’’Masalah sosialisasi jadi fokus perbaikan bersama,’’ imbuh Achmad.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui disdik telah memutuskan agar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung tanpa kekerasan fisik ataupun verbal. Oleh karena itu, kepala sekolah dan guru dituntut untuk terus mengawasi kegiatan MPLS. Namun, menambahkan kegiatan lain yang bersifat positif.

Hal ini terlihat dalam kegiatan MPLS di SMA 20 Bandung. Pasalnya, siswa baru diharuskan berjalan kaki untuk menuju ke sekolah dalam radius 100 meter. Siswa baru tidak diperkenankan untuk menggunakan kendaraan hingga ke gerbang sekolah. Panitia tata tertib terlihat berjaga di sepanjang radius 100 meter untuk memastikan tidak ada siswa baru yang menggunakan kendaraan hingga ke gerbang sekolah.

Bidang Kesiswaan SMAN 20 Bandung, Surya Wijaya, membenarkan hal ini. Keharusan tidak menggunakan kendaraan dalam radius 100 meter, lanjut Surya, bertujuan untuk mengurai kemacetan. ’’Intinya dalam radius 100 meter tidak boleh gunakan kendaraan untuk mengurai kemacetan,’’ ujar Surya saat ditemui di ruangannya kemarin (29/7).

 

Sumber :

https://www.pesawarankab.go.id/pages/sejarah-trisakti/

Disdik Upayakan MPLS Jauh dari Perploncoan

Disdik Upayakan MPLS Jauh dari Perploncoan

Disdik Upayakan MPLS Jauh dari Perploncoan

Ciri-ciri Perploncoan:

Ada unsur penindasan.
Ada niat untuk melukai. Baik secara fisik ataupun mental.
Memerintah dengan cara membentak.
Mengganggap kekerasan adalah lelucon.
Hukuman berupa tindakan kekerasan atau fisik.

[/box]

SUMUR BANDUNG – Memasuki tahun ajaran baru, Masa Pengenalan Lingkungan

Sekolah Siswa (MPLS) dimulai. Namun, kegiatan penyambutan siswa baru yang cenderung menindas secara fisik dan psikis harus dihentikan. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, akan menerapkan sanksi berat terhadap kepala sekolahnya apabila terjadi perpseperti itu di sekolahnya.

’’Kita akan ganti kepala sekolahnya (juga),’’ tegas dia saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, kemarin (27/7).

Secara teknis, jelas Ridwan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk mengantisipasi kegiatan perploncoan. Senioritas sajam kata Ridwan, pihaknya tidak menyetujui. Apalagi perploncoan. ’’Itu minggu ini kita diskusikan. Saya tidak setuju adanya senioritas, apalagi adanya kekerasan fisik. Dan saya akan pastikan ke Disdik itu tidak akan terjadi di Kota Bandung,’’ jelas dia.

Pria yang akrab disapa Emil ini menilai, kegiatan MPLS perlu diarahkan ke yang lebih mendidik.

Sebab, menurut pantauan Emil, para pelajar di Kota Bandung belum mengenal pendidikan karakter. Dia mencontohkan, percakapan di sosial media antar pelajar mengunakan bahasa yang kasar meski tidak saling tersinggung. Jadi, yang dibutuhkan itu anak-anal sekolah Bandung menjadi lebih sopan.

‘’Contoh kecil ke saya lapor di Twitter, dia menyanjung tapi bahasanya kasar. Pak aing mah bahagia Alun-Alun jadi alus (red.pak saya bahagia, Alun-Alun jadi bagus). Maksudnya kan baik, cuma pilihan bahasanya tidak bisa membedakan,’’ ujar dia.

Dari hasil pantauan, untuk hari pertama masuk sekolah di SDN Cibiru kemarin (27/7), rata-rata siswa di sekolah hanya melaksanakan halal bi halal. Para guru juga mengenalkan diri dan meminta siswa saling berkenalan.

Sementara itu di SMAN 23 Bandung, program MPLS pun sudah direncanakan sejak jauh hari.

Bahkan, pihak sekolah telah bekerjasama dengan instansi pemerintahan untuk menyukseskan kegiatan MPLS. Seperti, Dinas Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung untuk memberikan pengetahuan penanggulangan kebakaran kepada siswa dan siswi peserta MPLS.

’’Kita kerja sama dengan dinas kebakaran yang nantinya akan ada simulasi penanganan kebakaran untuk memperkenalakan lingkungan sekolah. Itu nanti hari Rabu kegiatannya (besok),’’ ujar Wakasek Kesiswaan SMAN 23 Bandung Tedi, kemarin (27/7).

Tedi menjelaskan, simulasi kebakaran sangat diperlukan. Mengingat, akhir-akhir ini musibah kebakaran banyak terjadi di Kota Bandung. Hari berikutnya (Kamis), SMAN 23 Bandung akan mengundang dari Badan Geologi untuk memberikan pengetahuan terkait bencana alam. ’’Karena kan kita kalau ada bencana alam seperti gempa nggak tahu penanganannya. Jadi kita lakukan simulasi bencana,’’ ujar dia.

 

Sumber :

https://dcc.ac.id/blog/sejarah-kerajaan-bali/