Sebelum Belajar, Pelajar SMP PGRI 1 Diwajibkan Membaca

Sebelum Belajar, Pelajar SMP PGRI 1 Diwajibkan Membaca

Sebelum Belajar, Pelajar SMP PGRI 1 Diwajibkan Membaca

Berbagai cara dilakukan SMP PGRI 1 Kota Bogor untuk menumbuhkan mi­nat membaca

peserta didiknya. Salah satunya dengan mewajibkan membaca buku sebelum Kegia­tan Belajar Mengajar (KBM) di­mulai. “Minimal satu jam sebelum KBM dilaksanakan,” kata Kepala SMP PGRI 1, Sri Swarni.

Menurut dia, secara umum kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan budi

pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem lite­rasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah. “Tujuan utamanya agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat,”

Selain itu, sambungnya, bisa menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah juga mening­katkan kapasitas warga dan ling­kungan sekolah agar literat.

”Intinya untuk menjadikan se­kolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah

anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan serta dapat menjaga keberlanjutan pembelajaran, dengan mengha­dirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi mem­baca,” tandasnya

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/

Pramuka Jadi Pelopor Kesehatan

Pramuka Jadi Pelopor Kesehatan

Pramuka Jadi Pelopor Kesehatan

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melantik sejum­lah pengurus Saka Bakti Husada ting­kat Kota Bogor di gedung SMK Analis Kimia Nusa Bangsa Bogor pada Sa­btu (20/10). Pelantikan ini bertujuan untuk meningkatkan Gerakan Masy­arakat Hidup Sehat (Germas).

Selaku Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Bogor, Ade Sarip Hi­dayat melantik beberapa pengurus Sakti Bakti Husada tingkat Kota Bogor. Di antaranya seperti Ketua Majelis Pembimbing Saka Bakti Husada Ru­baeah dan pimpinan Saka Bakti Hu­sada Tingkat Kota Bogor Erna Nur­lena beserta para anggota.

Menurut Rubaeah, Saka Bakti Hu­sada merupakan salah satu Satuan Karya Pramuka yang dijadikan

seba­gai wadah pembinaan dan peng­embangan Pramuka Penegak dan Pandega dalam menyalurkan minat dan bakat di bidang kesehatan. Tak hanya sebagai wadah, Saka Bakti Hu­sada juga dibentuk dengan tujuan melahirkan kader kesehatan yang handal dan menyentuh ke masyarakat. ”Saka Bakti Husada berhubungan erat dalam pembangunan kesehatan di masyarakat demi mewujudkan de­rajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya,” katanya.

Rubaeah menuturkan, prioritas Kese­hatan Nasional saat ini antara lain Ger­mas, pencegahan stunting, TBC, pe­ningkatan imunisasi dan isi piringku. Pihaknya akan melibatkan 120 ang­gota pramuka Saka Bakti Husada untuk diberdayakan demi terwujudnya program prioritas nasional sekaligus mendukung visi misi Dinkes Kota Bogor. ”Maka dari itu, kami adakan Perkemahan Sa­btu Minggu (Persami) untuk anggota Pandega Saka Bakti Husada agar kader pramuka ini mau dan mampu hidup sehat untuk ditularkan ke masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ade Sarip Hidayat mengatakan, Saka Bakti Husada mer­upakan satu dari tiga saka

yang paling aktif di Kota Bogor, selain dari Saka Bhayangkara dan Saka Wirakartika. Pelantikan ini jangan hanya dianggap sebagai seremonial, tapi harus dimak­nai, yakni berjanji melaksanakan perintah Allah, membantu pelaks­anaan kesehatan ke masyarakat dan mematuhi Dasa Dharma Pramuka.

”Kota yang kita cintai ini punya mim­pi menjadi kota sehat dan makmur

, yakni sikap dan perilaku masyarakat harus sehat, pembangunan infrastruk­tur yang juga harus mendukung kese­hatan. Hal ini tak mungkin bisa wujud jika hanya dari pegawai dinkes, tapi harus bergandengan tangan dengan masyarakat,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://voi.co.id/

UU No. 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi

UU No. 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi

 

UU No. 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi

Asas  Telekomunikasi

Pada UU No. 36 Pasal 2 menjelaskan Azas Telekomunikasi, yang berbunyi: Telekomunikasi diselenggarakan berdasarkan asas manfaat, adil dan merata, kepastian hukum, keamanan, kemitraan, etika, dan kepercayaan pada diri sendiri.

Tujuan Telekomunikasi

Tujuan dari komunikasi diatur dalam UU No. 36 pasal 3 yang berbunyi: Telekomunikasi diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan kesejajteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata, mendukung kehidupan ekonomi dan kegiatan pemerintah, serta meningkatkan hubungan antarbangsa.

Keterbatasan UU telekomunikasi dalam mengatur pengguna teknologi informasi

UU ini dibuat karena ada beberapa alasan, salah satunya adalah bahwa pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi telekomunikasi yang sangat cepat telah mengakibatkan perubahan yang mendasar dalam penyelenggaraan dan cara pandang terhadap telekomunikasi. Dengan munculnya undang-undang tersebut membuat banyak terjadinya perubahan dalam dunia telekomunikasi, antara lain :

  • Telekomunikasi merupakan salah satu infrastruktur penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  • Perkembangan teknologi yang sangat pesat tidak hanya terbatas pada lingkup telekomunikasi itu saja, maleinkan sudah berkembang pada TI.
  • Perkembangan teknologi telekomunikasi di tuntut untuk mengikuti norma dan kebijaksanaan yang ada di Indonesia.

 

Apakah ada keterbatasan yang dituangkan dalam UU no.36 Telekomunikasi tersebut dalam hal mengatur penggunaan teknologi Informasi. Maka berdasarkan isi dari UU tersebut tidak ada penjelasan mengenai batasan-batasan yang mengatur secara spesifik dalam penggunaan teknologi informasi tersebut, artinya dalan UU tersebut tidak ada peraturan yang secara resmi dapat membatasi penggunaan teknologi komunikasi ini. Namun akan lain ceritanya jika kita mencoba mencari batasan-batasan dalam penggunaan teknologi informasi berbasis sistem komputer yang merupakan sistem elektronik yang dapat dilihat secara virtual, maka hal tersebut diatur dalam UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik terutama BAB VII tentang Perbuatan yang Dilarang. Untuk itu kita sebagai pengguna teknologi informasi dan komunikasi harus lebih bijak dan berhati-hati lagi dalam memanfaatkan teknologi ini dengan memperhatikan peraturan dan norma yang ada.

Baca Juga :

Keterbatasan Undang-Undang Telekomunikasi

Keterbatasan Undang-Undang Telekomunikasi

Keterbatasan Undang-Undang Telekomunikasi

Didalam UU No. 36 telekomunikasi berisikan sembilan bab yang mengatur hal-hal berikut ini :

Azas dan tujuan telekomunikasi, pembinaaan, penyelenggaraan telekomunikasi, penyidikan, sanksi administrasi, ketentuan pidana, ketentuan peralihan dan ketentuan penutup. Undang-Undang ini dibuat untuk menggantikan UU No.3 Tahun 1989 tentang Telekomunikasi, karena diperlukan penataan dan pengaturan kembali penyelenggaraan telekomunikasi nasional yang dimana semua ketentuan itu telah di setujuin oleh DPRRI. UU ini dibuat karena ada beberapa alasan, salah satunya adalah bahwa pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi telekomunikasi yang sangat cepat telah mengakibatkan perubahan yang mendasar dalam penyelenggaraan dan cara pandang terhadap telekomunikasi.

Dengan munculnya undang-undang tersebut membuat banyak terjadinya perubahan dalam dunia telekomunikasi, antara lain :

  • Telekomunikasi merupakan salah satu infrastruktur penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  • Perkembangan teknologi yang sangat pesat tidak hanya terbatas pada lingkup telekomunikasi itu saja, maleinkan sudah berkembang pada TI.
  • Perkembangan teknologi telekomunikasi di tuntut untuk mengikuti norma dan kebijaksanaan yang ada di Indonesia.

Apakah ada keterbatasan yang dituangkan dalam UU no.36 Telekomunikasi tersebut dalam hal mengatur penggunaan teknologi Informasi. Maka berdasarkan isi dari UU tersebut tidak ada penjelasan mengenai batasan-batasan yang mengatur secara spesifik dalam penggunaan teknologi informasi tersebut, artinya dalan UU tersebut tidak ada peraturan yang secara resmi dapat membatasi penggunaan teknologi komunikasi ini. Namun akan lain ceritanya jika kita mencoba mencari batasan-batasan dalam penggunaan teknologi informasi berbasis sistem komputer yang merupakan sistem elektronik yang dapat dilihat secara virtual, maka hal tersebut diatur dalam UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik terutama BAB VII tentang Perbuatan yang Dilarang. Untuk itu kita sebagai pengguna teknologi informasi dan komunikasi harus lebih bijak dan berhati-hati lagi dalam memanfaatkan teknologi ini dengan memperhatikan peraturan dan norma yang ada.

Sumber : https://earlraytomblin.com/

PENDAFTARAN CIPTAAN

PENDAFTARAN CIPTAAN

PENDAFTARAN CIPTAAN

Pasal 35

  • Direktorat Jenderal menyelenggarakan pendaftaran Ciptaan dan dicatat dalam Daftar Umum Ciptaan.
  • Daftar Umum Ciptaan tersebut dapat dilihat oleh setiap orang tanpa dikenai biaya.
  • Setiap orang dapat memperoleh untuk dirinya sendiri suatu petikan dari Daftar Umum Ciptaan tersebut dengan dikenai biaya.
  • Ketentuan tentang pendaftaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak merupakan kewajiban untuk mendapatkan Hak Cipta.

Pasal 36

  • Pendaftaran Ciptaan dalam Daftar Umum Ciptaan tidak mengandung arti sebagai pengesahan atas isi, arti, maksud, atau bentuk dari Ciptaan yang didaftar.

Pasal 37

  • Pendaftaran Ciptaan dalam Daftar Umum Ciptaan dilakukan atas Permohonan yang diajukan oleh Pencipta atau oleh Pemegang Hak Cipta atau Kuasa.
  • Permohonan diajukan kepada Direktorat Jenderal dengan surat rangkap 2 (dua) yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan disertai contoh Ciptaan atau penggantinya dengan dikenai biaya.
  • Terhadap Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Direktorat Jenderal akan memberikan keputusan paling lama 9 (sembilan) bulan terhitung sejak tanggal diterimanya Permohonan secara lengkap.
  • Kuasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah konsultan yang terdaftar pada Direktorat Jenderal.
  • Ketentuan mengenai syarat-syarat dan tata cara untuk dapat diangkat dan terdaftar sebagai konsultan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah.

Pasal 38

  • Dalam hal Permohonan diajukan oleh lebih dari seorang atau suatu badan hukum yang secara bersama-sama berhak atas suatu Ciptaan, Permohonan tersebut dilampiri salinan resmi akta atau keterangan tertulis yang membuktikan hak tersebut.

Pasal 39

Dalam Daftar Umum Ciptaan dimuat, antara lain:

  • Nama Pencipta dan Pemegang Hak Cipta
  • Tanggal penerimaan surat Permohonan
  • Tanggal lengkapnya persyaratan menurut Pasal 37 dan
  • Nomor pendaftaran Ciptaan.

Pasal 40

  • Pendaftaran Ciptaan dianggap telah dilakukan pada saat diterimanya Permohonan oleh Direktorat Jenderal dengan lengkap menurut Pasal 37, atau pada saat diterimanya Permohonan dengan lengkap menurut Pasal 37 dan Pasal 38 jika Permohonan diajukan oleh lebih dari seorang atau satu badan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38.
  • Pendaftaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diumumkan dalam Berita Resmi Ciptaan oleh Direktorat Jenderal. 

Pasal 41

  • Pemindahan hak atas pendaftaran Ciptaan, yang terdaftar menurut Pasal 39 yang terdaftar dalam satu nomor, hanya diperkenankan jika seluruh Ciptaan yang terdaftar itu dipindahkan haknya kepada penerima hak.
  • Pemindahan hak tersebut dicatat dalam Daftar Umum Ciptaan atas permohonan tertulis dari kedua belah pihak atau dari penerima hak dengan dikenai biaya.
  • Pencatatan pemindahan hak tersebut diumumkan dalam Berita Resmi Ciptaan oleh Direktorat Jenderal.

Pasal 42

  • Dalam hal Ciptaan didaftar menurut Pasal 37 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 39, pihak lain yang menurut Pasal 2 berhak atas Hak Cipta dapat mengajukan gugatan pembatalan melalui Pengadilan Niaga.

Pasal 43

  1. Perubahan nama dan/atau perubahan alamat orang atau badan hukum yang namanya tercatat dalam Daftar Umum Ciptaan sebagai Pencipta atau Pemegang Hak Cipta, dicatat dalam Daftar Umum Ciptaan atas permintaan tertulis Pencipta atau Pemegang Hak Cipta yang mempunyai nama dan alamat itu dengan dikenai biaya.
  2. Perubahan nama dan/atau perubahan alamat tersebut diumumkan dalam Berita Resmi Ciptaan oleh Direktorat Jenderal.

Pasal 44

Kekuatan hukum dari suatu pendaftaran Ciptaan hapus karena:

  1. penghapusan atas permohonan orang atau badan hukum yang namanya tercatat sebagai Pencipta
    atau Pemegang Hak Cipta;
  2. lampau waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29, Pasal 30, dan Pasal 31 dengan mengingat Pasal 32.
  3. dinyatakan batal oleh putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Sumber : https://cloudsoftwareprogram.org/

Sistem Operasi Jaringan Adalah

Sistem Operasi Jaringan Adalah

Sistem Operasi Jaringan Adalah
Sistem Operasi Jaringan Adalah

Sistem Operasi Jaringan(Network Operating System) adalah sebuah jenis system operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Dan biasanya digunakan untuk melayani beberapa pengguna seperti DNS Service, HTTP, layanan berbagi printer, layanan berbagi berkas(file), dll.

Contoh dari sistim operasi jaringan :

  • Microsoft LAN Manager
  • Banyan VINES
  • Microsoft MS-NET
  • GNU/Linux
  • Microsoft Windows NT Server
  • Beberapa varian UNIX, seperti SCO OpenServer, Novell UnixWare, atau Solaris
  • Novell NetWare

-Beberapa type dari jaringan computer:

Jaringan client/server

  • Sedangkan komputer client (workstation) sesuai dengan namanya menerima lanyanan dari komputer server
  • Komputer server berfungsi dan bertugas melayani seluruh komputer yang terdapat dalam jaringan tersebut.
  • Terdapat sebuah komputer berfungsi sebagai server sedangkan komputer yang lain berfungsi sebagai client

Jaringan peer to peer

  • Tipe jaringan seperti ini sesuai untuk membangun sebuah workgroup dimana masing-masing penguna komputer bisa saling berbagi pakai penggunaan perangkat keras.
  • Pada jaringan ini sumber daya terbagi pada seluruh komputer yang terhubung dalam jaringan tersebut, baik sumber daya yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak dan datanya
  • Komputer yang terhubung dalam jaringan peer to peer pada prinsipnya mampu untuk bekerja sendiri sebagai sebuah komputer stand alone.
  • Setiap komputer yang terhubung pada jaringan dapat berkomunikasi dengan komputer-komputer lain secara langsung tanpa melalui komputer perantara.

Adapun bentuk layanan (service) yang diberikan komputer service adalah:

  • Mengatur dan mengontrol hak dan waktu akses perangkat-perangkat yang ada dalam jaringan.
  • Penggunaan perangkat-perangkat lain secara bersama, demikian pula dengan data dan sistem aplikasi yang ada.
  • Disk sharing, yaitu berupa penggunaan kapasitas disk secara bersama pada komputer client.
  • Mengatur keamanan jaringan dan data dalam jaringan.
  • Print sharing, yaitu berupa penggunaan perangkat printer secara bersama-sama.

Komputer server bertugas dan berfungsi untuk:

  • Mengontrol seluruh jaringan.
  • Melayani permintaan-permintaan dari komputer workstation.

Contoh sistem operasi jaringan :

  • Novell Netware dari Novell dengan dedicated servernya.
  • Windows NT dari Microsoft.
  • Unix yang dikenal dengan multiusernya.

Software dalam sebuah jaringan komputer terdiri dari dua perangkat utama, yaitu:

  • Perangkat lunak sistem operasi jaringan.
  • Sistem aplikasi yang digunakan untuk bekerja

Baca Juga :

Mengapa Saya Harus Belajar Bahasa Indonesia

Mengapa Saya Harus Belajar Bahasa Indonesia

Mengapa Saya Harus Belajar Bahasa Indonesia

Coba bayangkan jika kita tidak bisa berbicara bahasa Indonesia, apa yang terjadi. Di Indonesia ada ratusan bahasa, jika kita mau bepergian ke jawa bahasanya sudah beda kita harus bisa bahasa jawa, mau ke Kalimantan bahasanya beda lagi, mau ke sulawesi bahasanya beda lagi, jadi patut kita syukuri karena Negara yang kita cintai bersatu karena itu ada kesepakatan setiap warga Negara Indonesia dari sabant sampai merauke wajib bisa berbicara bahasa Indonesia jadi kita tidak perlu menguasai ratusan bahasa yang ada di Indonesia kita cukup menguasai satu bahasa yaitu bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia.

Perlu kita ketahui kita juga harus bisa menguasai bahasa baku di dalam bahasa Indonesia karena bahasa baku inilah yang nantinya digunakan jika kita ingin menulis buku, penulisan ilmiah, skripsi dll. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar harus juga kita kiasai, dan kita pun harus menguasai tata karma dalam berbahasa Indonesia, tergantung lawan bicara kita, misalnya jika kita sedang berbicara kepada guru kita harus menggunakan bahasa yang sopan, jangan menggunakan bahasa pergaulan karena bisaanya itu tidak sopan. Itulah sebabnya kenapa kita harus bisa dan belajar bahasa Indonesia.

Sumber : https://fascinasiansblog.com/

softskill yang saya butuhkan

softskill yang saya butuhkan

softskill yang saya butuhkan

Sebelum itu saya akan menguraikan sedikit tentang pengertian dari softskill. Softsklill adalah kemampuan dari seorang individu seperti kemampuan berbahasa dengan baik, kemampuan bersikap sopan santun, kemampuan untuk mencari pergaulan dll. Jadi softskill ini adalah kemampuan yang khas yang dimiliki oleh seorang individu yang bisanaya tidak dimiliki oleh orang lain.

Sekarang akan saya uraikan softskill apa saja yang saya butuhkan:

1. Kemampuan Berbahasa (Berkomunikasi) dengan baik

Dalam dunia kerja hal yang pertama kali di tes adalah kemampuan berbahasa kita itu lebih dikenal dengan sebutan interview atau wawancara, kalau ini saja tidak lulus maka jangan harap anda bisa melanjutkan ke tes yang selanjutnya. Kemampuan berbahasa sangat dibutuhkan untuk mempresentasikan diri kita. Baik buruknya kita dapat dinilai dari cara berkomunikasi. Kita harus bisa membedakan bagaimana cara berkomunikasi kepada teman, guru, dosen, orang tua dll. Bahwasanya ada tata krama dalam berkomunikasi dengan lawan bicara kita.

2. kemampuan bekerja sama

Dalam dunia kerja kita dituntuk untuk bisa berkerjasama dengan tim kita, disini kita dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan baik apalagi kita berada pada bagian kepala tim yang bersangkutan kita harus menguasai cara berkomunikasi dengan baik, bagaimana supaya tim yang kita pimpin bisa memahami apa yang kita presentasikan..

3. Disiplin

Faktor keberhasialan bisaanya tidak terlepas dari sikap disiplin. Oleh karena itu dalam sekolah kita diwajibkan untuk disiplin karena itulah factor keberhasilan kita dimasa yang akan dating.

4. Bersopan Santun

Kita juga harus bisa bersikap sopan santun terhadap lawan bicara kita, ada tatakrama yang harus kita lakukan untuk setiap lawan bicara kita seperti kepada teman, guru, dosen, orang tua dll.

Sumber : https://usgsprojects.org/

Hasilkan Lulusan Langsung Bekerja, Kepsek SMTI Padang Didatangi Tim Penilai Kepsek Berprestasi Tingkat Sumbar

Hasilkan Lulusan Langsung Bekerja, Kepsek SMTI Padang Didatangi Tim Penilai Kepsek Berprestasi Tingkat Sumbar

Hasilkan Lulusan Langsung Bekerja, Kepsek SMTI Padang Didatangi Tim Penilai Kepsek Berprestasi Tingkat Sumbar

Tim Penilai Kepala Sekolah (Kepsek) SMK berprestasi tingkat Sumbar Tahun 2016 Senin ini

(20/6/2016) melakukan penilaian dan verifikasi akhir terhadap Kepala SMK SMTI Padang Candrianto, ST, M.Pd. Tim Penilai yang terdiri dari Prof. Dr. Rafdinal, Dr. Jon Efendi dan Syafruddin Abas ini datang ke SMK SMTI Padang melakukan klarifikasi dan pengecekan data yang ada dalam profil kepala sekolah yang disampaikan kepada tim penilai.

Kedatangan Tim Penilai ke SMTI Padang diterima langsung Kepsek SMTI Padang Candrianto bersama wakil kepala sekolah, majelis guru dan pengurus Komite Sekolah. Berbagai rangkaian dilakukan tim penilai, guna melihat langsung prestasi dan kegiatan sekolah serta berbagai hal menyangkut kepemimpinan dan manajerial yang dilakukan kepala sekolah.

Prof. Dr. Rafdinal, kepada GoSumbar.com, menyebutkan, kedatangan ke sekolah merupakan

rangkaian penilaian yang dilakukan terhadap pera utusan kepala sekolah
kabupaten/kota yang ada di Sumbar. Sebelumnya, tim sudah melakukan serangkaian penilaian, berupa tes, wawancara, serta penyampaian makalah.

“Kedatangan kali ini, guna melakukan verifikasi terhadap data yang sudah disampaikan langsung ke sekolah. Kita menginginkan kepala sekolah berprestasi harus yang bisa berbicara di tingkat nasional dan untuk itu kita lakukan penilaian secermat mungkin, agar bisa pula meraih prediket juara di tingkat nasional,” kata guru besar Kimia UNP ini.

Sebagaimana diketahui, Candrianto, ST, M.Pd, menjadi Juara I dalam pemilihan Kepala Sekolah SMK di Kota Padang

tahun 2016. Ia berhak mewakili Kota Padang dalam penilaian Kepsek SMK tingkat Sumbar bersama utusan kepsek SMK kabupaten dan kota di Sumbar lainnya.

Dalam seleksi yang dilakukan tim penilai, tiga kepala sekolah SMK, masuk dalam tiga besar dan berhak mengikuti penilaian terakhir ke sekolah masing-masing. Ketiga sekolah itu, yakni SMK SMTI Padang, SMK Genius Bukittinggi dan SMKN 2 Kota Pariaman.

 

Baca Juga :

506 Mahasiswa Unand Padang KKN di Lima Puluh Kota

506 Mahasiswa Unand Padang KKN di Lima Puluh Kota

506 Mahasiswa Unand Padang KKN di Lima Puluh Kota

Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota sangat mendukung pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata

(KKN). Kawal betul KKN ini karena penting untuk keberhasilan dan kesuksesan mahasiswa di lapangan,” Momen yang sangat tepat karena mahasiswa diharapkan turut serta dalam percepatan pembangunan dan peningkatan derajat kehidupan masyarakat”, kata Bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi pada Penerimaan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas Padang tahun 2016 di Aula Kantor Bupati Sarilamak, Rabu(15/6).

Impian itu harus kita tanamkan dalam bathin kita, setelah tamat kita mau kemana dan berkerja sesuai

dengan tetap konsisten dengan ilmu yang telah diperoleh sehingga menjadi orang yang berhasil dan sukses, ucap Irfendi Arbi.

Jangan lupakan orang tua kita, pergorbanan orang tua sangat besar, Orang sukses adalah yang menghargai orang tua dan selalu minta keridhoan untuk selalu dijalan yang benar, lanjut Irfendi Arbi.

Kalau ada masalah di lapangan harus di laporkan ke dosen Pembimbing dan dikoordinasikan dengan wali nagari,

camat, kata Irfendi Arbi.

Kerjasama penting dalam mencapai keberhasilan, bersama-sama dengan pemerintahan nagari berupaya secara maksimal dan dituntut jiwa yang dinamis sebagai inovator, motivator dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat, kata Irfendi Arbi.

Diikuti 506 orang mahasiswa/I yang terdiri dari 175 orang mahasiswa dan 331 orang mahasiswi, melibatkan 15 orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di setiap Kenagarian.

Lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Unand dilaksanakan di 15 Kenagarian (Kurai, guguak VIII Koto, Sarilamak, Gurun, Pilubang, Simpang Kapuak, Talang Maur, Situjuah Gadang, Halaban, Tanjuang Gadang,  Mungo, Sungai Kamuyang, Simalanggang, Koto Baru dan Baruah Gunuang) yang tersebar di 9 kecamatan (Suliki, Gugguak, Harau, Mungka, Situjuah Limo Nagari, Lareh Sago Halaban, Luak, Payakumbuh dan Bukik Barisan).

Jadwal pelaksanaan pada tanggal 15 Juni -25 Juli 2016. Mahasiswa Fakultas Pertanian, Kedokteran, Hukum, MIPA, Ekonomi, Peternakan, Ilmu Budidaya, Ilmu Sosial dan Politik, Teknik, Farmasi, Teknologi Pertanian, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Teknologi Informasi dan Kedokteran Gigi.*

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/dyU4ObH01k96VWt7FbQq74