Penang dan Wisata Budayanya

Penang dan Wisata Budayanya

Penang dan Wisata Budayanya

Penang dan Wisata Budayanya

Keindahan budaya Penang di Malaysia

tak kalah dengan objek wisatanya. Salah satu yang populer adala mural di sana.

Ketika saya melakukan sebuah perjalanan, tidak hanya keindahan alam yang saya cari, tapi juga keindahan warisan budayanya. Keindahan alam menggambarkan betapa baik manusia merawat alamnya. Sedangkan keindahan warisan budaya menggambarkan betapa manusia menghormati budayanya.

Penang atau Pulau Pinang adalah salah satu tempat di Malaysia yang ingin saya kunjungi. Akhir Bulan April 2019, saya berkesempatan melihat secara langsung keindahan dan kekayaan warisan budaya dunia di Penang. Budaya yang terjaga di Penang ternyata lebih beragam dari yang saya kira sebelumnya.

Georgetown Penang misalnya

terletak di sebelah timur laut pulau dan menyimpan banyak perpaduan budaya. Mulai dari budaya Tiongkok sampai India bisa kita temukan di sini. Tidak salah memang jika UNESCO menetapkannya sebagai World Heritage Site pada tahun 2008.

Seperti yang dilakukan banyak orang jika berkunjung ke Penang, saya berburu foto di Street Art yang tersebar di Georgetown. Tapi sebelumnya, saya mulai penjelajahan Georgetown saya dari Clan Jetty. Saya berangkat sangat pagi sebelum matahari terbit, karena saya ingin melihat matahari terbit di pesisir Penang.

Clan Jetty ini adalah perkampungan klan Tiongkok yang bermigrasi ke Penang sejak abad ke-19. Ada banyak klan yang mendiami perkampungan pesisir ini, seperti klan Chew hingga Lee.

Pada umumnya, setahu saya

jika perkampungan nelayan atau perkampungan pesisir itu cenderung kumuh, tapi hal seperti itu tidak berlaku di sini. Clan Jetty sangat cantik, bahkan jadi tempat yang wajib dikunjungi oleh turis.

Jika ingin berfoto dengan nyaman, saya sarankan untuk datang pagi-pagi seperti yang saya lakukan. Namun jika datang lebih siang juga tidak kalah menarik. Kita bisa melihat penduduk Clan Jetty beraktivitas dan suasana perkampungan terasa lebih hidup. Cantik dan rapinya rumah-rumah di Clan Jetty ditambah orang-orang yang sedang beraktivitas akan membuat kita merasa di tengah-tengah budaya tua yang terawat.

Puas mengunjungi Clan Jetty, saya bergerak ke Lebuh Acheh dan sekitarnya untuk berburu Street Art Penang. Saya sendiri sering melewatkan mural-mural karena terlalu fokus melihat bangunan serta kios-kios di dalam bangunan tua yang cantik. Lagi-lagi, saya kagum dengan Penang karena mural-mural tersebut tidak mengurangi estetika bangunan-bangunan kuno yang masih berdiri kokoh.

Mural-mural tersebut terlihat sangat menyatu dengan kegiatan warga dan bangunan di sana. Tidak memaksa tampilan bangunan tua yang menjadi warisan budaya supaya terlihat lebih modern, justru street art tersebut seperti menggambarkan bahwa kebudayaan di Penang tarawat dengan sangat baik.

Dream destination saya memang terkesan tua sekali karena sangat senang mengunjungi situs-situs warisan budaya dunia. Tidak berhenti di situ, jika ada kesempatan lagi, saya ingin melanjutkan dream destination saya untuk mengunjungi warisan budaya negara lain, seperti Kota Dubai.

Dubai yang digambarkan orang-orang adalah tempat yang sangat indah dengan segala kemudahan dan ke-modernannya. Tapi saya justru ingin melakukan Extraordinary Traveling di Dubai, yaitu melihat warisan budayanya. Heritage and Diving Village Dubai, nama ini sangat mencuri perhatian saya. Tempat ini merupakan warisan arsitektur, budaya, dan maritim Dubai. Bangunan bersejarah yang menopang perekonomian Dubai di masa lalu. Sama seperti namanya, di tempat ini para pengunjung bisa melihat dan mengikuti kelas menyelam untuk mencari mutiara. Semoga suatu saat bisa mengunjungi destinasi impian saya ini.


Baca Artikel Lainnya: