Teori Manajemen

Teori Manajemen

Table of Contents

Teori Manajemen

Teori Manajemen
Teori Manajemen
Usaha-usaha terorganisasi yang diarahkan oleh orang-orang yang bertanggung jawab atas perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian telah ada ribuan tahun. Praktik-praktik manajemen dapat disaksikan tahun 1400-an di kota Venesia, Italia, pusat perekonomian dan perdagangan penting. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi ini. Akan tetapi, dua peristiwa sebelum abad ke-20 memainkan peran yang sangat penting dalam memajukan kajian manajemen.
Pertama, pada tahun 1776, Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nations, di mana dia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dan masyarakat dari pembagian kerja, perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Teori yang dikemukakan oleh Adam Smith cukup berhasil secara ekonomis.
Pengaruh penting kedua yang berpengaruh terhadap manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris pada abad ke-18. Sumbangan penting Revolusi Industri adalah tenaga mesin dengan cepat menggantikan tenaga manusia yang pada gilirannya, membuat lebih hemat jika memproduksi barang-barang di pabrik, bukan di rumah. Pabrik-pabrik yang besar dan efisien ini membutuhkan manajerial. Para manajer dibutuhkan untuk meramalkan
permintaan, memastikan bahan baku cukup banyak tersedia untuk membuat produk, memberi tugas kepada orang-orang, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan selanjutnya. Namun, teori formal untuk membimbing manajer belum ada sampai awal tahun 1900-an.
TEORI MANAJEMEN KLASIK
Ada dua tokoh manajemen yang mengawali munculnya manajemen ilmiah.
  1. Robert Owen (1771-1858). Pada permulaan tahun 1800-an Robert Owen, seorang manajer beberapa pabrik pemintalan kapas di New Lanark Skotlandia, menekankan pentingnya unsur manusia dalam produksi. Dia membuat perbaikan-perbaikan dalam kondisi kerja, seperti pengurangan hari kerja standar, pembatasan anak-anak dibawah umur yang bekerja, membangun perumahan yang lebih baik bagi karyawan dan mengoperasikan took perusahaan yang menjual barang-barang dengan murah. Dia mengemukakan bahwa melalui perbaikan kondisi karyawanlah yang akan menaikkan produksi dan keuntungan, dan investasi yang paling menguntungkan adalah pada karyawan atau “vital machines”. Di samping itu Owen mengembangkan sejumlah prosedur kerja yang juga memungkinkan peningkatan produktivitas.
  2. Charles Babbage (1792-1871). Charles Babbage, seorang professor matematika dari Inggris, mencurahkan banyak waktunya untuk membuat operasi-operasi pabrik menjadi lebih efisien. Dia percaya bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja akan menaikkan produktivitas dan menurunkan biaya. Babbage adalah penganjur pertama prinsip pembagian kerja melalui spesialisasi. Setiap tenaga kerja harus diberi latihan keterampilan yang sesuai dengan setiap operasi pabrik. Sebagai kontribusi lain, Babbage menciptakan alat penghitung mekanis pertama, mengembangkan program-program permainan bagi computer, menganjurkan kerja sama yang saling menguntungkan antara kepentingan karyawan dan pemilik pabrik, serta merencanakan skema pembagian keuntungan.

Sumber : https://ekonomija.org/