Pendaftaran PPDB Dimulai 17 Juni 2019

Pendaftaran PPDB Dimulai 17 Juni 2019

Pendaftaran PPDB Dimulai 17 Juni 2019

Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 dibuka pada 17 – 22 Juni 2019

. Sedangkan pengumuman akan dibuka pada 29 Juni 2019. Khusus calon peserta didik yang akan melanjutkan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), akan diadakan uji kompetensi pada 24 – 26 Juni 2019.

Demikian dijelaskan Ketua Panitia PPDB 2019, Yesa Sarwedi. Ia mengungkapkan, berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB 2019, pihaknya telah menyusun jadwal rangkaian PPDB tahun ini mulai dari penetapan zonasi hingga masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SMK, SMA, dan SLB se-Jawa Barat.

Secara rinci, lanjutnya, pelaksanaan PPDB dimulai dari tahap penetapan zonasi

yang disahkan pada 24 April 2019. Kemudian, dilanjutkan dengan sosialiasi yang berlangsung 1 Juni hingga 16 Mei 2019. Setelahnya, dilakukan verifikasi data yang dilaksanakan pada 24 – 26 Juni 2019. “Khusus untuk SMK, di tanggal tersebut mereka akan melakukan uji kompetensi sesuai pilihan minat dan bakatnya,” ungkap Yesa saat dihubungi, Selasa (7/5/2019).

Yesa menambahkan, kelulusan calon peserta didik akan diumumkan pada 29 Juni 2019

, disusul proses daftar ulang pada 1 – 2 Juli 2019. Setelah itu, peserta didik mulai mengikuti MPLS pada 16 – 18 Juli 2019.

Ia berharap, pelaksanaan PPDB tahun ini berjalan lancar dan bisa memfasilitasi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan. “Harapannya, masyarakat dapat tersosialisasi secara merata. Yang penting, semua bisa melanjutkan sekolah,” harapnya.***

 

Baca Juga :

Ilmu Pengetahuan Berkembang, Kurikulum Turut Lakukan Pergantian

Ilmu Pengetahuan Berkembang, Kurikulum Turut Lakukan Pergantian

Ilmu Pengetahuan Berkembang, Kurikulum Turut Lakukan Pergantian

Pergantian kurikulum merupakan hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan

karena ilmu pengetahuan terus berkembang, begitupun sistem yang mengaturnya. Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Muhamad Jusuf Kalla menyampaikan hal tersebut pada Seminar Nasional “Format Pendidikan untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa” di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu (4/5/2019) seperti dilansir dari

Wapres mengatakan, setiap ada pergantian menteri pendidikan disertai pergantian kurikulum pendidikan, banyak yang menanggapi sinis. Padahal, itu untuk menyesuaikan perkembangan. “Sistem atau kurikulum pendidikan yang diajarkan guru atau tenaga pendidik itu telah sesuai dengan kebutuhan yang wajib dikuasai anak didik untuk lima tahun ke depan,” ujarnya.

Apa yang dihasilkan siswa saat SMA atau pendidikan yang hari ini diajarkan,

lanjutnya, baru akan dia praktikkan 5 sampai 10 tahun ke depan. Jika kurikulum pendidikan yang sudah disesuaikan tidak diajarkan, kemungkinan ilmu yang berkembang pada masa depan akan stagnan, begitu juga negara.

“Selain kurikulum yang harus disesuaikan dengan perkembangan, sarana dan prasarana pendidikan juga sangat penting. Sehingga, tempat pendidikan maupun pemerintah dituntut mengupayakan meningkat sarana dan prasarananya,” tambahnya.

Wapres menjelaskan, peresmian Gedung Pascasarjana UNY ini merupakan

bagian dalam meningkatkan sarana pendidikan di Indonesia. Tidak banyak negara yang memberikan anggaran 20% untuk bidang pendidikan seperti Indonesia.

“Ini dapat diartikan bahwa anggaran pendidikan akan terus naik, sarana pendidikan pun pasti dan selalu akan lebih baik. Kalau masih ada sekolah yang belum baik maka harus menjadi perhatian kita semua,” ungkapnya.

Selain itu, tambahnya, pembangunan pendidikan di Indonesia harus berbasis masa depan. Jika tidak, pendidikan itu akan menjadi museum. Adapun perbedaan yang jelas antara perguruan tinggi sebagai lembaga tinggi, tetap menjadi sarana untuk mempelajari ilmu pengetahuan tetapi dengan orientasi yang berbeda.***

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

 

Pelaksanaan PPDB 2019

Pelaksanaan PPDB 2019

Pelaksanaan PPDB 2019

Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di Jawa Barat

(Jabar) akan merujuk pada Permendikbud No. 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada TK, SD, SMP, SMA,SMK serta Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan & Kebudayaan dengan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2019 dan Nomor 420/2973/Sj tentang Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru.

Dalam hal ini, PPDB di Jabar ditetapkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru SMA, SMK, dan SLB di Jabar. PPDB di Jabar diselenggarakan guna memenuhi hak-hak dasar warga negara untuk memperoleh pendidikan yang bermutu dan berkeadilan, dengan menerapkan asas objektif, akuntabel, transparan, dan tanpa diskriminasi sehingga mendorong peningkatan akses  layanan pendidikan sesuai dengan kondisi Jabar.

Pelaksanaan PPDB merupakan kewenangan sekolah. Untuk efisiensi perlu dikoordinasikan

dengan pemerintah daerah.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyampaikan arahan bahwa PPDB di Jabar harus memenuhi prinsip keadilan bagi masyarakat agar terhindar dari praktik-praktik kecurangan dari pihak-pihak yang mencari keuntungan.

Adapun persyaratan PPDB saat ini, calon peserta didik diberi kesempatan memilih salah satu dari 3 jalur yang disediakan, yaitu:

1) Jalur Zonasi dengan kuota 90%, memprioritaskan jarak terdekat dari domisili ke sekolah dengan seleksi berbasis jarak (75%). Di dalamnya sudah termasuk keluarga ekonomi tidak mampu (KETM) 20% dan kombinasi jarak serta prestasi akademik (15%).

2) Jalur Prestasi dengan kuota 5%, dapat melalui prestasi UN atau non-UN.

3) Jalur Perpindahan orang tua dengan kuota 5%, didasarkan pada perpindahan

tugas/mengikuti tempat bekerja orang tua calon peserta didik.

Sedangkan PPDB SMA kali ini berbasis zonasi. Penentuan zonasi berasal dari usulan kabupaten/kota melalui kesepakatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) yang ditetapkan melalui Pergub. Diharapkan calon peserta didik dapat mengenali zona sesuai domisili tempat tinggalnya.

Sedangkan untuk PPDB SMK, saat pendaftaran disertai tes minat dan bakat serta tes kesehatan untuk bidang/program/kompetensi keahlian tertentu dan tidak menggunakan sistem zonasi.

Berikut tanggal penting pelaksanaan PPDB:

Penetapan zonasi pada 24 April 2019

Sosialisasi PPDB mulai 1 Mei – 16 Juni 2019

Pendaftaran pada 17 – 22 Juni 2019

Verifikasi /uji kompetensi pada  24 – 26 Juni 2019

Pengumuman hasil seleksi tanggal 29 Juni 2019

Daftar ulang 1 – 2 Juli 2019

Awal tahun pelajaran 2019/2020 pada 15 Juli 2019

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tanggal 16 – 18 Juli 2019

PPDB dilakukan secara daring melalui aplikasi PPDB berbasis web. Calon peserta didik yang akan mendaftar dapat melalui sekolah yang dituju dan mengikuti mekanisme serta persyaratan pendaftaran yang telah ditetapkan. Sedangkan untuk pengumuman hasil seleksi melalui daring tersebut, akan diserahkan kepada sekolah untuk ditetapkan oleh sekolah masing-masing.***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Mau tahu kapan matahari terbit atau terbenam di suatu wilayah? Google memiliki sebuah cara sederhana untuk melakukan itu.

Saat mengunjungi suatu wilayah, ada kalanya kita perlu tahu kapan waktu matahari terbit dan terbenam di tempat itu. Kegunaannya cukup banyak, misalnya untuk memperkirakan kapan waktu Subuh berakhir dan Maghrib dimulai bagi pemeluk agama Islam.

Fungsi lainnya, ini akan berguna sekali bagi mereka yang mau melakukan sesi pemotretan. Mengetahui kapan waktu matahari tenggelam untuk dijadikan latar akan sangat membantu dalam membuat rencana pergi ke lokasi.

Nah, lewat Google, hal itu bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini:

  1. Buka Google.com
  2. Ketikkan “sunrise [nama kota]” (tanpa tanda kutip, ganti [nama kota] dengan kota yang diinginkan). Contohnya: “Sunrise Jakarta” akan memunculkan informasi waktu 5:49 pm ditambah keterangan ‘6 hours 58 minutes from now‘ di bawahnya
  3. Untuk waktu matahari terbenam, ganti “sunrise” dengan “sunset”

Baca Juga :

Sejarah dan Pengertian Akuntansi Internasional

Sejarah dan Pengertian Akuntansi Internasional

Sejarah dan Pengertian Akuntansi Internasional

Perkembangan tersebut meliputi hal-hal berikut ini :

1. Sekitar abad ke-16 terjadi beberapa perubahan di dalam teknik-teknik pembukuan. Perubahan yang patut dicatat adalah diperkenalkan jurnal-jurnal khusus untuk pencatatan berbagai jenis transaksi yang berbeda.

2. Pada abad ke-16 dan 17 terjadi evolusi pada praktik laporan keuangan periodik. Sebagai tambahan lagi, di abad ke-17 dan abad ke-18 terjadi evolusi pada personifikasi dari seluruh akun dan transaksi, sebagai suatu usaha untuk merasionalisasikan aturan debit dan kredit yang digunakan pada akun-akun yang tidak pasti hubungannya dan abstrak.

3. Penerapan sistem pencatatan berpasangan juga diperluas ke jenis-jenis organisasi yang lain.

4. Abad ke-17 juga mencatat terjadinya penggunaan akun-akun persediaan yang terpisah untuk jenis barang yang berbeda.

5. Dimulai dengan East India Company di abad ke-17 dan selanjutnya diikuti dengan perkembangan dari perusahaan tadi, seiring dengan revolusi industri, akuntansi mendapatkan status yang lebih baik, yang ditunjukkan dengan adanya kebutuhan akan akuntansi biaya, dan kepercayaan yang diberikan kepada konsep-konsep mengenai kelangsungan, periodisitas, dan akrual.

6. Metode-metode untuk pencatatan aktiva tetap mengalami evolusi pada abad ke-18.

7. Sampai dengan awal abad ke-19, depresiasi untuk aktiva tetap hanya diperhitungkan pada barang dagangan yang tidak terjual.

8. Akuntansi biaya muncul di abad ke-19 sebagai sebuah hasil dari revolusi industri.

9. Pada paruh terakhir dari abad ke-19 terjadi perkembangan pada teknik-teknik akuntansi untuk pembayaran dibayar di muka dan akrual, sebagai cara untuk memungkinkan dilakukannya perhitungan dari laba periodik.

10. Akhir abad ke-19 dan ke-20 terjadi perkembangan pada laporan dana.

11. Di abad ke-20 terjadi perkembangan pada metode-metode akuntansi untuk isu-isu kompleks, mulai dari perhitungan laba per saham, akuntansi untuk perhitungan bisnis, akuntansi untuk inflasi, sewa jangka panjang dan pensiun, sampai kepada masalah penting dari akuntansi sebagai produk baru dari rekayasa keuangan (financial engineering).

Sumber : https://merkbagus.id/

KLASIFIKASI AKUNTANSI INTERNASIONAL

KLASIFIKASI AKUNTANSI INTERNASIONAL

KLASIFIKASI AKUNTANSI INTERNASIONAL

Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua cara: Dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi dan pengalaman. Klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistic untuk mengumpulkan data prinsip dan praktek akuntansi seluruh dunia.
Ada 4 (empat) pendekatan terhadap perkembangan akuntansi:
1.Berdasarkan pendekatan makroekonomi, praktek akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional.
2.Berdasarkan pendekatan mikroekonomi, akuntansi bekembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Tujuannya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup.
3.Berdasarkan pendekatan independent, akuntansi berasal dari praktek bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dan pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan. Akuntansi dipandang sebagai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang dijalankan dan bukan dari cabang keilmuan seperti ekonomi.
4.Berdasarkan pendekatan yang seragam, akuntansi distandariasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan penyajian akan memudahkan perancang pemerintah, otoritas pajak, dan bahkan manajer untuk menggunakan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis.

Akuntansi juga dapat diklasifikasikan dengan system hokum suatu Negara. (1) Akuntansi dalam negara-negara hukum umum memiliki karakter berorientasi terhadap penyajian wajar, transparansi, dan pengungkapan penuh dan pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak. Pasar saham mendominasi sumber-sumber keuangan dan pelaporan keuangan ditunjukkan untuk kebutuhan infrmasi investor luar. Akuntansi hukum umum disebut sebagai Anglo Saxon. (2) Akuntansi dalam Negara-negara hukum kode memiliki karakteristik beorientasi legalistic, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara ankuntansi keuangan dan pajak. Bank atau pemerintah mendominasi ksumber keuangan dan pelaporan keuangan dan pelaporan keuangan ditujukan untuk perlindungan kreditor. Akuntansi ini disebut juga continental. Pemberian karakter akuntansi memparalelkan hal yang disebut sebagai model pemegang saham dan pihak berkepentingan tata kelila perusahaan dalan Negara hukum umum dan hukum kode.
Banyak perbedaan akuntansi di tingkat nasional menjadi semakin hilang. Terdapat beberapa alasan untuk hal ini (1) Ratusan perusahaan saat ini mencatat sahamnya pada bursa efek di luar Negara asal mereka, (2) Beberapa Negara hukum kode, secara khusus Jerman dan Jepang mengalihkan tanggung jawab pembentukan standar akuntansi dari pemerintah kepada kelompok sector swasta yang professional dan independent, (3) Pentingnya pasar saham sebagai sumber pendanaan semakin tumbuh di seluruh dunia.
Klasifikasi yang didasarkan padada penyajian wajar versus kepatuhan hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi, seperti (1) depresiasi, di mana beban ditentukan berdasarkan penurunan kegunaan suatu aktiva selama masa manfaat ekonomi (penyajian wajar) atau jumlah yang diperbolehkan untuk tujuan pajak (kepatuhan hukum), (2) sewa guna usaha yang memiliki substansi pembelian aktiva tetap diperlakukan seperti itu (penyajian wajar) atau diperlakukan seperti sewa guna usaha operasi yang biasa (kepatuhan hukum), (3) pension dengan biaya yang diakrual pada saat dihasilkan oleh karyawan (penyajian wajar) atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat berhenti kerja (kepatuhan hukum).

Masalah lain adalah penggunaan cadangan diskrit untuk meratakan laba dari satu periode ke periode yang lain. Penyajian wajar dan substansi mengungguli bentuk (substance over form) merupakan cii utama akuntansi hukum umum. Akuntansi kepatuhan hukum drancang untuk memenuhi ketentuan yang dikenankan pemerintah seperti perhitungan laba kena pajak atau memenuhi rencana makroekonomi pemerintah nasional. Pengukuran yang konservatif mamastikan bahwa jumlah yang hati-hati dibagikan. Akuntansi kepatuhan hukum akan terus digunakan dalam laporan keuangan perusahaan secara individu yang ada di Negara-negara hukum kode di mana laporan konsolidasi menerapkan pelaporan dengan penyajian wajar. Dengan cara ini, laporan konsolidasi dapat memberikan informasi kepada investor sedangkan laporan perusahaan individual untuk memenuhi ketentuan hukum.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

UBSI Surakarta Gelar Seminar Millenial 2019

UBSI Surakarta Gelar Seminar Millenial 2019

UBSI Surakarta Gelar Seminar Millenial 2019

– Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Surakarta menyelenggarakan Seminar dan Talkshow Millennial 2019, di kampus setempat, Selasa (16/4/19).

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta yang berasal dari SMA, SMK, MA dan umum di wilayah Surakarta.

Menariknya, acara tersebut menghadirkan beberapa narasumber, salah satunya adalah
Brian selaku vokalis band Jikustik dan owner dari beberapa usaha kreatif.

Brian dalam salah satu paparannya menyampaikan, semua usaha kreatif tak mungkin bersih dari masalah.
Baca Juga : Perlu Tidak Rangking bagi Anak? Simak Kata Pakar Ini

“Tapi saya selalu optimis bahwa masalah dan rintangan selalu memiliki jalan keluar,

sehingga kita harus lebih semangat dalam menghadapi tantangan untuk meraih apa yang kita inginkan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, usaha kreatif yang dirintis oleh Brian antara lain Berintik Kreatif, Paman Tour & Trip, dan Kedai Paman.

Kepada para peserta seminar, Brian berpesan, untuk melakukan segala sesuatu memang sesuai dengan passionnya masing-masing, namun pendidikan tetaplah nomor satu.
Baca Juga : Siswa SMK Mandala Bhakti Meriahkan HUT RI dengan Permainan Tradisional

Sementara itu, Bambang Eka Purnama selaku Kepala kampus UBSI menuturkan, acara tersebut diharapkan dapat terus diselenggarakan untuk memberikan semangat kepada kaum milenial untuk berkarya sesuai passionnya masing-masing.

“Kami optimis UBSI Surakarta akan mampu membaur dan mensupport kegiatan UMKM

, sekolah, pesantren, bidang usaha dan pemerintahan dengan kapasitas yang dimiliki UBSI,” ujarnya.
Baca Juga : KKN Unisri Kecamatan Jatiyoso Gelar Expo Jajan Kuliner Tradisional

Oleh karena itu Bambang berharap peserta mampu menyerap pengalaman narasumber untuk menginspirasi kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam kelancaran acara ini,” ujarnya.

Perlu diketahui, acara tersebut merupakan rangkaian roadshow

yang diselenggarakan di seluruh kampus UBSI di seluruh Indonesia.

 

Baca Juga :

 

 

Peringatan Isra’ Mi’raj 1440 H, Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Asik Mendongeng Bersama Kak Jun

Peringatan Isra’ Mi’raj 1440 H, Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Asik Mendongeng Bersama Kak Jun

Peringatan Isra’ Mi’raj 1440 H, Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Asik Mendongeng Bersama Kak Jun

Suasana berbeda terlihat di hall SD Muhammadiyah PK Kottabarat, Selasa (2/4/2019). Hall terlihat ramai dan dipenuhi ratusan siswa yang duduk berbaris rapi sesuai kelasnya masing-masing. Mereka duduk menghadap panggung yang berada di sisi selatan hall. Dengan suara lantang salah satu siswa kelas III memimpin hafalan quran dan doa bersama. Suasana sangat khidmat karena setelah doa bersama dilanjutkan dengan senandung asmaul husna secara bersama-sama.

Kegiatan tersebut merupakan acara pembuka dari kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw yang diselenggarakan oleh SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo. Selesai doa bersama, Kak Jun yang merupakan pendongeng dari Persaudaraan Pendongeng Muslim Indonesia (PPMI) naik ke panggung dan memecah suasana hening menjadi penuh canda tawa. Ia mengawali dongeng dengan memperkenalkan diri dan berbagi trik sulap sehingga para siswa sangat antusias mengikutinya.
Baca Juga : SD Marsudirini Maju Lomba Sekolah Sehat Tingkat Kota Solo

Pada kegiatan mendongeng kali ini Kak Jun banyak berkisah tentang

perjalanan Isra dan Mi’raj sampai turunnya perintah salat lima waktu. “Saat mangalami Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad tidak naik kereta api atau pesawat terbang, tetapi menggunakan kendaraan yang super canggih ciptaan Allah, yaitu Buraq”, ujarnya.

Para siswa sangat antusias mengikuti dongeng tersebut. Gaya mendongeng Kak Jun yang diselingi dengan bahasa tubuh jenaka menambah suasana makin meriah. Nuansa dongeng semakin menarik karena Kak Jun juga memadukan dongeng dengan trik sulap. Setiap kisah dalam dongeng diperkuat dengan ilustrasi slide atau audio video yang ditayangkan melalui perangkat multimedia.
Baca Juga : Perlu Tidak Rangking bagi Anak? Simak Kata Pakar Ini

Atit Nur Ariyanna, Wakasek bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan

sengaja merancang peringatan Isra’ Mi’raj kali ini melalui media dongeng. Ia berharap melalui kegiatan mendongeng siswa bisa belajar dengan lebih rileks, tetapi pesan yang ingin disampaikan bisa tercapai. “Melalui dongeng ini kisah tentang isra’ mi’raj dan hikmah yang terkandung di dalamnya akan lebih mudah dicerna oleh siswa,” imbuhnya.
Baca Juga : Meriah, Peringatan HUT ke-74 RI di TK/SD Kristen Widya Wacana Warungmiri

Salah satu siswa kelas IV, Nazwa Alynesya Ganesh mengaku pernah membaca kisah isra’ mi’raj di perpustakaan. Setelah mengikuti dongeng bersama Kak Jun ia menjadi lebih paham runtutan ceritanya. “Saya merasa senang mengikuti kegiatan mendongeng hari ini, ceritanya seru dan banyak teladan di dalamnya,” ungkapnya.

Meskipun ia sesekali tertawa lepas karena adanya adegan lucu dari Kak Jun,

Ganesh harus tetap fokus mencermati dongeng tersebut. Rupanya ia bersama teman-temannya mendapatkan tugas untuk menuliskan kembali isi dongeng. “Cerita tersebut akan dinilai oleh juri dan yang terbaik akan mendapat hadiah,” pungkasnya. Triawati PP

 

Sumber :

https://www.anythingbutipod.com/rukun-shalat/

Seminar Motivasi Universitas BSI di SMK Negeri 2 Boyolali

Seminar Motivasi Universitas BSI di SMK Negeri 2 Boyolali

Seminar Motivasi Universitas BSI di SMK Negeri 2 Boyolali

Dalam rangka memupuk rasa percaya diri dan optimisme siswanya, SMK Negeri 2 Boyolali

menggandeng Universitas BSI Surakarta menyelenggarakan seminar motivasi di masjid Sekah, Jumat (22/3/2019).

Penyelenggaraan acara tersebut bermula dari banyaknya kaum milenial yang putus sekolah. Selain itu juga masih banyaknya pemuda yang tidak tahu ke mana mereka akan membawa diri mereka di masa depan.

Dalam paparannya, Bambang Eka Purnama selaku narasumber sekaligus Rektor Universitas BSI Surakarta mengisahkan, dirinya merupakan orang desa dari keluarga guru rendahan.
Baca Juga : Meriah, Peringatan HUT ke-74 RI di TK/SD Kristen Widya Wacana Warungmiri

Namun kondisi tersebut tidak membuatnya rendah diri. Sebab dia memiliki sebuah prinsip:

‘Kelemahan kita adalah kelebihan kita, kelebihan kita adalah kelemahan kita’.

“Jangan salah menerapkan kelemahan dan kelebihan kita karena akan jadi bencana atau hancurnya potensi kita. Kalau sekarang Bambang bisa sukses seperti sekarang, tentu karena izin Allah semata dan itu berati siswa SMK N 2 Boyolali juga bisa. Tinggal bagaimana kita mengelola kemauan dan potensi yang kita miliki,” ujarnya.
Baca Juga : Tingkatkan Kompetensi, Guru SDIT Nur Hidayah Dilatih Flipbook sebagai Bahan Ajar

Melalui acara seperti itu, Bambang berharap mampu membantu kaum milenial dalam menentukan jalan hidup mereka yang nantinya akan mereka tempuh.

Sementara itu, Kepala SMK N 2 Boyolali, Drs. Bambang, MM menyatakan dukunganny

atas penyelenggaran seminar motivasi tersebut. Sebab hal itu dapat lebih memotivasi siswa SMK N 2 Boyolali untuk meningkatkan kualitas dan karakternya.

“Saya berharap para siswa dapat mentransformasikan ilmu yang didapatnya untuk meningkatkan jiwa kewirausahannya agar bermanfaat bagi masa depannya, ” ujarnya.
Baca Juga : HUT ke-74 RI, Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Lomba Mirip Bung Karno

Bambang menjelaskan, pembentukan karakter siswa di sekolah dilakukannya dengan beberapa kegiatan. Antara lain mulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya tiap pagi hingga penyediaan finger print di masjid. Sekolah itu juga menyelenggarakan marketing day untuk mengekspos hasil kewirausahaan para siswa.

“Dampaknya luar biasa, di antaranya para siswa tidak ada yang terlambat dan menjadi lebih mandiri,” ujarnya. A. Setiawan

 

Sumber :

https://www.asus.com/zentalk/home.php?mod=space&uid=1619771&do=profilegg.gg/sejarah-bpupki

KPK Tahan Jaksa Pengawal Anggaran yang Jadi Tersangka Kasus Suap

KPK Tahan Jaksa Pengawal Anggaran yang Jadi Tersangka Kasus Suap

KPK Tahan Jaksa Pengawal Anggaran yang Jadi Tersangka Kasus Suap

KPK Tahan Jaksa Pengawal Anggaran yang Jadi Tersangka Kasus Suap

Jakarta

KPK resmi menahan jaksa Kejari Yogyakarta, Eka Safitra, setelah ditetapkan tersangka. Eka Safitra keluar dari ruang pemeriksaan memakai rompi tahanan KPK dengan tangan diborgol.

Pantauan detikcom, Eka Safitra keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 23.28 WIB di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2019). Tersangka lain yaitu Direktur Utama PT Manira Arta Mandir, Gabriella Yuan Ana selaku penyuap terlebih dahulu keluar dari pemeriksaan. Yuan Ana juga memakai rompi orange dengan tangan diborgol.

Saat keluar Gabriella dan Eka hanya bungkam saat ditanya awak media. Keduanya menunduk menuju mobil tahanan.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan Gabriella dan Eka ditahan di rutan yang berbeda.

“Dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap 2 orang tersangka dalam penyidikan kasus suap terkait lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta TA 2019, yaitu, ESF (Eka Saiftra) ditahan di Rutan Cabang KPK (C1) dan GYA (Gabriella Yuan Ana) ditahan di Rutan Cabang KPK (K4),” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (20/8/2019).

KPK Tahan Jaksa Pengawal Anggaran yang Jadi Tersangka Kasus Suap

Dalam kasus ini, total ada 3 orang tersangka yakni jaksa Eka Safitra dan Satriawan Sulaksono sebagai penerima gratifikasi. Satu orang tersangka lainnya Gabriella Yuan Ana.

Kasus gratifikasi ini terkait dengan lelang pekerjaan rehabilitasi saluran air hujan di Jl Supomo Yogyakarta dengan pagu anggaran Rp 10,89 miliar. Proyek infrastruktur ini dikawal tim TP4D dari Kejari Yogyakarta, yang salah satu anggotanya adalah Eka Safitra dari Kejari Yogyakarta.

KPK menduga Eka Safitri

KPK menduga Eka Safitri dan jaksa Satriawan membantu Dirut PT Manira Arta Rama Mandiri, Gariella untuk mengikuti lelang proyek di Dinas PUPKP. Dari bantuan ini, jaksa Eka dan Satriawan mendapat fee sebesar Rp 100,870 juta pada 15 Juni 2019 dan Rp 110,870 juta pada 19 Agustus. Saat ini Satriawan diminta menyerahkan diri ke KPK.

 

Baca Juga :