Contoh Kasus produk investasi reksadana fiktif

Contoh Kasus produk investasi reksadana fiktif

Contoh Kasus produk investasi reksadana fiktif

Contoh Kasus produk investasi reksadana fiktif
Contoh Kasus produk investasi reksadana fiktif

Contoh kasus yang menjadi perhatian publik adalah produk investasi reksadana fiktif yang menyeret tiga institusi, PT Antaboga Delta Sekuritas, PT Bank Century Tbk (BCIC), dan PT Signature Capital Securities. Investasi reksadana fiktif tersebut menyebabkan nasabah mengalami kerugian. Produk investasi fiktif yang dijual melalui Bank Century ini menunjukkan bahwa ada unsur ketidakjujuran yang bertujuan untuk memperkaya diri sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif, etika dalam berbisnis telah ditinggalkan hanya untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan menghalalkan segala cara bahkan cara yang tidak jujur dan tidak memperdulikan pihak-pihak yang dirugikan akibat tindakan mereka. Kasus pelanggaran etika tersebut tidak hanya terjadi sekali saja tetapi sudah berulang kali dan tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain. Selain itu, adanya aksi penggelapan dana nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas semakin menyita perhatian publik. Kasus-kasus ini belum termasuk aksi penggorengan saham dan naked short selling  yang diduga menyebabkan bursa saham minus besar-besaran hingga perdagangannya sempat dihentikan sementara pada tahun lalu.

Baca Juga :

ETIKA BAGI INVESTOR

ETIKA BAGI INVESTOR

ETIKA BAGI INVESTOR

ETIKA BAGI INVESTOR
ETIKA BAGI INVESTOR
Dalam melakukan investasi di pasar modal kebanyakan investor mencari dan memfokuskan perhatiannya terhadap investasi yang aman dan menjanjikan keuntungan yang tinggi, hanya sedikit yang memperhatikan investasi yang beretika. Apabila investor akan melakukan investasi yang berdasar etika, hendaklah perhatian utamanya ditujukan kepada produk dan jasa perusahaan tersebut. Misalnya, jangan melakukan investasi di perusahaan yang memproduksi bahan-bahan yang mengakibatkan penyakit atau merusak lingkungan.
Selanjutnya, memperhatikan bagaimana dana yang diperoleh perusahaan tersebut disalurkan, misalnya investasi di reksadana dapat menjadi investasi yang tidak beretika apabila dana yang dihimpun diinvestasikan di perusahaan- perusahaan yang produksinya mengakibatkan penyakit atau merusak lingkungan.
Bagi investor yang tidak aktif menjalankan bisnis itu sendiri terdapat tiga pendekatan yang dapat digunakan yaitu:
1. Pendekatan Negatif
Pendekatan negatif ini disebut juga teori penghindaran, di mana para investor yang beretika, akan menghindari investasi di bidang atau perusahaan yang tidak disukainya, atau bertentangan dengan prinsip etika bisnis yang dianutnya atau juga melakukan kegiatan bisnis di bidang-bidang yang melanggar ketentuan lingkungan, produksi zat kimia yang berbahaya, produksi senjata, atau melakukan investasi di negara-negara yang melakukan pelanggaran hak-hak asasi manusia.
2. Pendekatan Positif
Dalam hal ini para investor hanya akan melakukan investasi pada bidang usaha atau bisnis yang sesuai dengan etika bisnis yang dianutnya. Dalam penerapannya investor dapat menyusun daftar perusahaan atau bidang bisnis yang dipandang sesuai dengan etika bisnis yang umum. Kelebihan dan Kekurangan Desentralisasi
3. Pendekatan Aktif
Dengan pendekatan ini para investor akan melakukan investasi di bidang bisnis yang menurutnya tidak sesuai dengan etika bisnis yang umum dianut, dan dalam melakukan investasi di bidang itu terkandung tujuan untuk mengambil alih kontrol terhadap perusahaan tersebut untuk selanjutnya melakukan perubahan agar perusahaan tersebut menjalankan bisnis sesuai dengan etika bisnis yang umum.
Praktik-praktik tidak terpuji di industri pasar modal memiliki sejumlah konsekuensi:
  1. Kerugian pemodal atau investor, terutama investor berskala menengah ke bawah, yang dirugikan dengan aksi manipulatif.
  2. Jika praktik-praktik tidak terpuji tersebut berlangsung terus menerus tanpa ada sistem yang mampu mendominasi dan membongkarnya, penetrasi industri pasar modal akan semakin lamban.

 

Masyarakat akan semakin takut dan ragu untuk berinvestasi di pasar modal jika aksi manipulatif masih terus terjadi. Harus menjadi catatan bersama bahwa dalam berbagai kasus pelanggaran di industri pasar modal, kerugian yang dialami investor bukanlah bagian dari risiko investasi. Praktik penipuan atau penggelapan dana nasabah, misalnya, tentu tidak masuk dalam risiko investasi yang dipikirkan investor sebelum memutuskan untuk menaruh dananya pada produk investasi tertentu. Apa yang terjadi dalam sejumlah kasus di sektor finansial tanah air yang menyita perhatian publik dewasa ini adalah risiko di luar lingkup investasi. Sehingga, berbagai pelanggaran itu harus diusut sampai tuntas, sampai ke akar-akarnya. Setelah semuanya tuntas, habitus baru industri pasar modal harus dibentuk dengan landasan etika bisnis yang kuat agar tak ada lagi aksi manipulasi yang merugikan pada masa mendatang. Pasar modal yang kuat dan menjanjikan adalah industri pasar modal yang menyuburkan etika bisnis.

Kasus Penipuan PT Sarijaya Permana

Kasus Penipuan PT Sarijaya Permana

Kasus Penipuan PT Sarijaya Permana

Kasus Penipuan PT Sarijaya Permana
Kasus Penipuan PT Sarijaya Permana

 

Kasus Sarijaya Permana Sekuritas awalnya terjadi dari tindakan presiden komisaris dan pemilik tunggalnya yang secara ilegal menggunakan dana yang dimiliki oleh 8.700 nasabahnya sebesar 245 milyar Rupiah untuk membeli saham dan memberi pinjaman dana melalui 17 rekening baru yang fiktif. Pada intinya, dana nasabah yang seharusnya dibelikan saham sesuai instruksi para nasabah dan dicatat oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) justru digunakan oleh pemilik Sarijaya Sekuritas untuk melakukan transaksi pribadinya. Rekening itu digunakan Herman Ramli yang merupakan Komisaris Utama untuk melakukan transaksi jual/beli saham di bursa efek. Namun, karena dana dalam rekening 17 nasabah nominee ini tidak mencukupi untuk melakukan transaksi, maka Herman meminta Lanny Setiono (stafnya) untuk menaikkan batas transaksi atau Trading Available (TA). Lalu, Lanny menindak-lanjutinya dengan memerintahkan bagian informasi dan teknologi (IT) untuk memproses kenaikan TA 17 nasabah nominee tersebut. Keuntungan dan Kekurangan Kultur Jaringan
Tapi, untuk menaikkan TA, sebelumnya harus mendapat persetujuan dari para direksi Sarijaya, yaitu Teguh, Zulfian, dan Yusuf Ramli, Direktur Utama Sarijaya. Walau mengetahui dana yang terdapat pada rekening ketujubelas nasabah nominee tidak mencukupi, para direksi tetap memberikan persetujuan untuk menaikkan TA. Sehingga, Herman dapat melakukan transaksi jual/beli saham di bursa efek. Padahal, transaksi yang dilakukan Herman, tanpa sepengetahuan atau order dari para nasabah.
Selama kurang lebih enam tahun, Herman melakukan transaksi jual/beli saham dengan menggunakan rekening ketujuhbelas nasabah nominee. Dan untuk membayar transaksi itu, Herman medebet dana 13074 nasabah yang tersimpan di main account Sarijaya Apabila diakumulasikan, pemilik 60 persen saham perusahaan sekuritas (Sarijaya) ini telah mempergunakan dana sekitar Rp214,4 miliar, termasuk di dalamnya modal perusahaan sebesar Rp5,77 miliar. Oleh karena itu, Herman dianggap telah melakukan tindak pidana penggelapan/peni

MANAJEMEN ILMIAH

MANAJEMEN ILMIAH

MANAJEMEN ILMIAH
MANAJEMEN ILMIAH
Manajemen ilmiah dimulai dari adanya kontribusi-kontribusi dari:
Frederick W. Taylor (1856-1915). Manajemen pertama kali dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor sekitar tahun 1900-an. Karena itulah Taylor disebut sebagai “Bapak Manajemen Ilmiah”. Manajemen ilmiah mempunyai banyak pengertian. Pertama, manajemen ilmiah merupakan penerapan metode ilmiah pada studi, analisa, dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Kedua, manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme-mekanisme atau teknik-teknik untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi. Taylor menuangkan gagasan-gagasannya dalam buku Scientific Management. Taylor memberikan empat prinsip dasar penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen, yaitu:  Peranan Bryophytha : Ciri, Reproduksi, Klasifikasi
  1. Pengembangan metode-metode ilmiah dalam manajemen, agar, sebagai contoh, metode yang paling baik untuk pelaksanaan setiap pekerjaan dapat ditentukan.
  2. Seleksi ilmiah untuk karyawan, agar setiap karyawan dapat diberikan tanggung jawab atas sesuatu tugas sesuai dengan kemampuannya.
  3. Pendidikan dan pengembangan ilmiah pada karyawan.
  4. Kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja.
Sedangkan mekanisme dan teknik-teknik yang dikembangkan Taylor untuk melaksanakan sistem upah per-potong diferensial, prinsip pengecualian, kartu intruksi, pembelian dengan spesialisasi, dan standardisasi pekerjaan, peralatan serta tenaga kerja.
Frank dan Lilian Gilbreth (1868-1924 dan 1878-1972). Frank Gilbreth, seorang pelopor pengembangan studi gerak dan waktu, menciptakan berbagai teknik manajemen yang diilhami Taylor. Dia sangat tertarik terhadap masalah efisien, terutama untuk menemukan ‘cara terbaik pengerjaan suatu tugas”. Sedangkan Lilian Gilbreth, istrinya, lebih tertarik pada aspek-aspek manusia dalam kerja, seperti seleksi, penempatan dan latihan personalia. Dia mengemukakan gagasannya dalam buku berjudul The Psychology of Management. Baginya, manajemen ilmiah mempunyai satu tujuan akhir: membantu para karyawan mencapai seluruh potensinya sebagai makhluk hidup.
Henry L. Gantt (1861-1919). Henry L. Gantt mengemukakan gagasan (1) kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan manajemen, (2) seleksi ilmiah tenaga kerja, (30 sistem intensif (bonus) untuk merangsang produktivitas, (4) penggunaan instruksi-intruksi kerja yang terperinci. Kontribusinya yang terbesar adalah penggunaan metode grafik, yang dikenal sebagai “bagan Gantt”, untuk perencaan, koordinasi dan pengawasan produksi. Teknik-teknik scheduling modern dikembangkan atas dasar metode scheduling produksi dari Gantt.
Harrington Emerson (1853-1931). Pemborosan dan ketidak-efisienan adalah masalah-masalah yang dilihat Emerson sebagai penyakit sistem industry. Oleh karena itu Emerson mengemukakan 12 prinsip-prinsip, yaitu :
1. Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas.
2. Kegiatan yang dilakukan masuk akal.
3. Adanya staff yang cakap.
4. Disiplin.
5. Balas jasa yang adil.
6. Laporan-laporan yang terpercaya, segera, akurat dan ajeg (sistem informasi dan akuntansi).
7. Pemberian perintah (perencanaan dan pengurutan kerja).
8. Adanya standar-standar dan skedul-skedul (metode dan waktu setiap kegiatan).
9. Kondisi yang distandardisasi.
10. Operasi yang distandardisasi.
11. Instruksi-instruksi praktis tertulis yang standar.
12. Balas jasa efisien (rencana insentif).

Teori Manajemen

Teori Manajemen

Teori Manajemen

Teori Manajemen
Teori Manajemen
Usaha-usaha terorganisasi yang diarahkan oleh orang-orang yang bertanggung jawab atas perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian telah ada ribuan tahun. Praktik-praktik manajemen dapat disaksikan tahun 1400-an di kota Venesia, Italia, pusat perekonomian dan perdagangan penting. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi ini. Akan tetapi, dua peristiwa sebelum abad ke-20 memainkan peran yang sangat penting dalam memajukan kajian manajemen.
Pertama, pada tahun 1776, Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nations, di mana dia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dan masyarakat dari pembagian kerja, perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Teori yang dikemukakan oleh Adam Smith cukup berhasil secara ekonomis.
Pengaruh penting kedua yang berpengaruh terhadap manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris pada abad ke-18. Sumbangan penting Revolusi Industri adalah tenaga mesin dengan cepat menggantikan tenaga manusia yang pada gilirannya, membuat lebih hemat jika memproduksi barang-barang di pabrik, bukan di rumah. Pabrik-pabrik yang besar dan efisien ini membutuhkan manajerial. Para manajer dibutuhkan untuk meramalkan
permintaan, memastikan bahan baku cukup banyak tersedia untuk membuat produk, memberi tugas kepada orang-orang, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan selanjutnya. Namun, teori formal untuk membimbing manajer belum ada sampai awal tahun 1900-an.
TEORI MANAJEMEN KLASIK
Ada dua tokoh manajemen yang mengawali munculnya manajemen ilmiah.
  1. Robert Owen (1771-1858). Pada permulaan tahun 1800-an Robert Owen, seorang manajer beberapa pabrik pemintalan kapas di New Lanark Skotlandia, menekankan pentingnya unsur manusia dalam produksi. Dia membuat perbaikan-perbaikan dalam kondisi kerja, seperti pengurangan hari kerja standar, pembatasan anak-anak dibawah umur yang bekerja, membangun perumahan yang lebih baik bagi karyawan dan mengoperasikan took perusahaan yang menjual barang-barang dengan murah. Dia mengemukakan bahwa melalui perbaikan kondisi karyawanlah yang akan menaikkan produksi dan keuntungan, dan investasi yang paling menguntungkan adalah pada karyawan atau “vital machines”. Di samping itu Owen mengembangkan sejumlah prosedur kerja yang juga memungkinkan peningkatan produktivitas.
  2. Charles Babbage (1792-1871). Charles Babbage, seorang professor matematika dari Inggris, mencurahkan banyak waktunya untuk membuat operasi-operasi pabrik menjadi lebih efisien. Dia percaya bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja akan menaikkan produktivitas dan menurunkan biaya. Babbage adalah penganjur pertama prinsip pembagian kerja melalui spesialisasi. Setiap tenaga kerja harus diberi latihan keterampilan yang sesuai dengan setiap operasi pabrik. Sebagai kontribusi lain, Babbage menciptakan alat penghitung mekanis pertama, mengembangkan program-program permainan bagi computer, menganjurkan kerja sama yang saling menguntungkan antara kepentingan karyawan dan pemilik pabrik, serta merencanakan skema pembagian keuntungan.

Sumber : https://ekonomija.org/

PERALATAN DAN TEKNIK PERENCANAAN

PERALATAN DAN TEKNIK PERENCANAAN

PERALATAN DAN TEKNIK PERENCANAAN

PERALATAN DAN TEKNIK PERENCANAAN
PERALATAN DAN TEKNIK PERENCANAAN
Beberapa teknik dalam  perencanaan antara lain:
a) Pengamatan Lingkungan
Yaitu pengamatan sejumlah informasi untuk memprediksi munculnya kecenderungan dan membuat rencana.
b) Peramalan
Yaitu memprediksi hasil berdasarkan informasi yang diperoleh dari pengamatan yang kemudian digunakan untuk menyusun scenario.
c) Patok duga
Yaitu pencarian praktek-praktek terbaik diantara pesaing atau bukan pesaing yang mengarah pada kinerja mereka yang superior.
Peralatan Perencanaan :
Anggaran merupakan alat perencanaan yang penting dalam setiap usaha tanpa memperhitungkan ukurannya.
Jenis-jenis anggaran antara lain yaitu  :
a) Anggaran Pendapatan
Adalah suatu anggaran yang memproyeksikan penjualan yang akan datang.
b) Anggaran Pengeluaran
Adalah suatu anggaran yang mendaftar kegiatan-kegiatan utama yang dilakukan oleh sebuah unit dan mengalokasikan sejumlah nilai uang bagi masing-masing kegiatan.
c) Anggaran Laba
Adalah suatu anggaran yang digunakan oleh unit suatu organisasi yang terpisah, yang menggabungkan antara anggaran pendapatan dan anggaran pengeluaran untuk menentukan kontribusi laba unit tersebut.
d) Anggaran Kas
Adalah suatu anggaran yang meramalkan seberapa banyak uang tunai yang akan dimilki oleh organisasi tersebut, dan seberapa banyak yang akan dibutuhkan untuk biaya-biaya.
e) Anggaran Pembelanjaan Modal
Adalah suatu anggaran yang memperkirakan investasi dalam property bangunan dan peralatan besar.
Anggaran Variabel dan Anggaran Tetap
– Anggaran Variabel
Adalah suatu anggaran yang memperhitungkan biaya yang berbeda dengan volume.
– Anggaran Tetap
Adalah suatu anggaran menagnsumsikan tingkat penjualan atau tingkat produksi yang tetap.

Open Signal: Kecepatan 4G Indonesia Urutan 72

Open Signal: Kecepatan 4G Indonesia Urutan 72

Open Signal Kecepatan 4G Indonesia Urutan 72

Indonesia menempati urutan 72 dari 77 negara yang disurvei Open Signal

dalam hal kecepatan unduh pada jaringan 4G. Negara dengan speed tercepat menurut data Open Signal adalah Korea Selatan dan Singapura, sementara negara dengan kecepatan 4G terlambat adalah India dan Thailand.

Open Signal mencatat jaringan 4G saat ini mengalami fluktuasi kecepatan yang sangat besar sepanjang hari. Fluktuasi kecepatan ini akan menjadi masalah yang semakin besar karena industri seluler global yang terus berkembang. Asia Pasifik merupakan wilayah yang menunjukkan perbedaan terbesar dalam pengalaman pengunduhan.

Di Asia Pasifik, terdapat negara-negara dengan fluktuasi kecepatan tertinggi

sepanjang hari, seperti Taiwan (19,5 Mbps) dan Kamboja (19,4 Mbps). Kecepatan rata-rata tertinggi adalah di Korea Selatan (47,1 Mbps) dan Singapura (45,4 Mbps).

Sementara negara dengan kecepatan yang masih berusaha untuk mencapai dua digit adalah India (6,5 Mbps), Thailand (8,2 Mbps), Indonesia (8,6 Mbps), Kamboja (8,6 Mbps), dan Filipina (9,4 Mbps).

Periode paling lambat dalam mengunduh terjadi pada malam hari antara pukul 20.00 sampai 22.00. Sementara waktu paling kilat untuk mengunduh adalah pukul 02.00 sampai pukul 04.00 dini hari.

Sementara kecepatan unduh rata-rata di Indonesia pada jaringan 4G adalah 8.6 Mbps

dengan kecepatan maksimal adalah 18.5 Mbps.

Sebagai perbandingan, kecepatan unduh rata-rata Korea Selatan dan Singapura adalah 47.1 Mbps dan 45.4 Mbps dengan kecepatan unduh maksimal adalah 55.7 Mbps dan 54.7 Mbps.

Pengumpulan data survei tahunan Open Signal ini berlangsung dari 1 Januari sampai 31 Desember 2018 dengan total perangkat yang disurvei adalah 94.071.939.

 

Baca Juga :

Gojek Wirausaha Bakal Rangkul 35 Ribu UMKM

Gojek Wirausaha Bakal Rangkul 35 Ribu UMKM

Gojek Wirausaha Bakal Rangkul 35 Ribu UMKM

Gojek kian serius dalam merangkul para pengusaha mikro kecil menengah

(UMKM) untuk lebih maju. Hal ini dilakukan Gojek dengan meluncurkan Gojek Wirausaha

Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Commercial Expansion Gojek menjelaskan, bedasarkan data Kementeriaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Repubulik Indonesia tahun 2018, bahwa 99 persen industri Indonesia ditopang oleh UMKM.

“Dengan total 62 juta unit yang tersebar di berbagai wilayah nusantara UMKM

menjadi solusi dalam menciptakan lapangan kerja, inilah yang membuat Gojek terus berusaha mendorong para pelaku UMKM, khususnya dengan Gojek wirausaha,” kata Catherine, di Jakarta (20/02/19).

Dikatakan Catherine, dengan Gojek wirausaha, Gojek menjawab kendala dan tantangan yang dihadapi para UMKM. Seperti memberikan akses langsung kepada para UMKM mengikuti pelatihan ekonomi digital melalui platform Gojek.
Tahun ini Catherine mentargetkan 35 ribu UMKM dengan mengadakan pelatihan di 25 kota di Indonesia. Setelah pelatihan, menurut Catherine UMKM dapat mendaftarkan usahanya ke dalam platforn Go-Food, GoPay serta arisan mapan.

Hal ini nenjadi nilai tambah supaya para pelaku UMKM bisa

langsung memasarkan, menjual dan mengembangkan usahanya secara digital.

“UMKM yang tergabung dalam ekosistem Gojek dapat terhubung secara langsung dengan ratusan juta pelanggan,”tutur Catherine.

Sebelumnya, proyek Gojek Wirausaha telah dilakukan di 14 kota di Indonesia dengan lebih dari 2.200 pelaku UMKM yang ikut serta dari 24 komunitas di institusi pemerintah.

 

Sumber :

https://poptype.co/tuponur/review-titanium-backup-pro

 

Qualcomm Rilis Modem 5G Kedua dengan Kecepatan Download 7 Gbps

Qualcomm Rilis Modem 5G Kedua dengan Kecepatan Download 7 Gbps

Qualcomm Rilis Modem 5G Kedua dengan Kecepatan Download 7 Gbps

Pembuat chip Qualcomm, mengumumkan modem 5G yaitu Qualcomm Snapdragon X55.

 

Chip ini merupakan yang kedua, karena sebelumnya Qualcomm sudah pernah merilis Snapdragon X50 modem 5G perdana pada 2016. Namun, modem itu khusus mendukung 5G saja, tak bisa sama sekali untuk 4G, 3G, dan 2G.

Seperti dilansir Android Authority, modem 5G ini berbeda dari modem sebelumnya, pasalnya modem ini kompatibel untuk segala jaringan, mulai dari 2G yang paling lawas hingga 4G yang saat ini menjadi andalan masyarakat.

Snapdragon X55 diklaim sebagai modem 5G pertama di dunia yang

memungkinkan kecepatan download hingga 7 Gbps. Sementara itu, kecepatan uploadnya diklaim maksimal 3 Gbps.

Snapdragon X55 dibangun dalam chip berasitektur 7nm dan memungkinkan pengelolaan spektrum bersama (spectrum sharing) untuk 5G dan 4G. Dengan begitu, operator bisa menjalankan dua jaringan sekaligus di waktu bersamaan.

Aneka band frekuensi yang populer bisa dijalankan Snapdragon X55. Mode pengantaran jaringan dengan FDD dan TDD pun dimungkinkan.

Apalagi, Qualcomm juga menghadirkan modul antena “mmWave” sub-6 Ghz yang bisa menerima sinyal dengan cepat untuk memperlancar pengalaman menjajal jaringan 5G.

Qualcomm meluncurkan chip X55 bukan tanpa alasan. Pasalnya,

Beberapa vendor ponsel memastikan bakal merilis perangkat 5G mereka dalam beberapa bulan ke depan.

Untuk mendukung ekosistem, Qualcomm meluncurkan modem 5G dengan inovasi teknologi canggih bertajuk Snapdragon X55.

Kabarnya ponsel 5G yang diusung
LG, Lenovo (Motorola), dan Huawei.
akan diluncurkan pada Mobile World Congress 2019, Senin 25 Februari hingga Kamis 28 Februari di Barcelona.

 

Sumber :

https://www.kaskus.co.id/thread/5e18c47b09b5ca4409299731/

 

PENALARAN DEDUKTIF

PENALARAN DEDUKTIF

PENALARAN DEDUKTIF

PENALARAN DEDUKTIF
PENALARAN DEDUKTIF

I.  Penalaran

Penalaran adalah bentuk tertinggi dari pemikiran dan sebab itu lebih rumit dibanding pengertian dan proporsisi.

Secara sederhana, Penalaran adalah sebagai proses pengambilan kesimpulan berdasarkan proposisi-proposisi yang mendahuluinya.

 

II. Jenis-jenis Penalaran

a. Penalaran Induktif

b. Penalaran Deduktif

 

III. Penalaran Deduktif

III.1  Pengertian

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

Penalaran deduktif didasarkan atas prinsip, buku, teori atau putusan lain yang berlaku umum untuk suatu hal ataupun gejala. Berdasarkan atas prinsip umum tersebut ditarik kesimpulan tentang sesuatu yang khusus yang merupakan bagian dari hal atau gejala di atas.

Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

III.2 Macam-macam Penalaran Deduktif

1.  Silogisme

Silogisme disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan. Pernyataan yang mendukung silogisme ini disebut sebagai premis yang kemudian dibedakan menjadi premsi mayor dan premis minor. Kesimpulan merupakan pengetahuan yang didapat dari penalaran deduktif berdasarkan kedua premis tersebut.

Macam-macam Silogisme: Kelebihan dan Kekurangan Desentralisasi Beserta Dampak

1.1 Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
Premis umum : Premis Mayor (My)
Premis khusus : Premis Minor (Mn)
Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.
Contoh silogisme Kategorial:
My : Semua mahasiswa adalah lulusan SLTA
Mn : Badu adalah mahasiswa
K : Badu lulusan SLTA

My : Tidak ada manusia yang kekal
Mn : Socrates adalah manusia
K : Socrates tidak kekal

1.2  Silogisme Hipotesis : Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
Konditional hipotesis yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
Contoh :
My : Jika tidak ada air, manusia akan kehausan.
Mn : Air tidak ada.
K : Jadi, Manusia akan kehausan.

My : Jika tidak ada udara, makhluk hidup akan mati.
Mn : Makhluk hidup itu mati.
K : Makhluk hidup itu tidak mendapat udara.
1.3 Silogisme Alternatif : Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh
My : Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Mn : Nenek Sumi berada di Bandung.
K : Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

My : Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Mn : Nenek Sumi tidak berada di Bogor.
K : Jadi, Nenek Sumi berada di Bandung.

 

2. Entimen

Silogisme sebagai suatu cara untuk menyatakan pikiran tampaknya bersifat artifisial. Dalam kehidupan sehari-hari biasanya silogisme itu muncul hanya dengan dua proposisi, salah satunya dihilangkan. Walaupun dihilangkan, proposisi itu tetap dianggap ada dalam pikiran itu dan dianggap diketahui pula oleh orang lain. Bentuk semacam ini dinamakan entimem (dari enthymeme, Yunani. Lebih jauh kata itu berasal dari kata kerja enthymeisthai yang berarti ‘simpan dalam ingatan’). Dalam tulisan-tulisan bentuk ilmiah yang dipergunakan, dan bukan bentuk formal seperti silogisme.
Contoh :
PU : Jika Irfan tidak menikah cepat, Irfan akan dimarahi Kartika PK : Irfan mau menikah cepat. K : Irfan tidak dimarahi Kartika.
Entimem : Irfan tidak dimarahi Kartika karena Irfan mau menikah cepat.

Entimen : Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Contoh Entimen :
Dia dipecat karena selalu tidak hadir kerja
Anda dipecat karena anda tidak hadir kerja karena sakit

 

III.3 Rantai Deduksi
Seringkali penalaran yang deduktif dapat berlangsung lebih informal dari entimem. Orang-orang tidak berhenti pada sebuah silogisme saja, tetapi dapat pula merangkaikan beberapa bentuk silogisme yang tertuangdalam bentuk-bentuk yang informal.
Yang penting dalam mata rantai deduksi ini, penulis harus mengetahui norma dasar, sehingga bila argumennya mendapat tantangan atau bila ia sendiri ragu-ragu terhadap argumen orang lain, ia dapat menguji argumen ini untuk menemukan kesalahannya dan kemudian dapat memperbaikinya, baik kesalahan itu terjadi karena induksi yang salah, entah karena premis atau konklusi-konklusi deduksi yang salah.

Baca Juga :